KD: Vidi Aldiano Kecil, 25 Tahun Lalu

Kenangan dan Perjuangan Vidi Aldiano: Duka Mendalam dari Lingkaran Terdekat

Kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu, 7 Maret 2026, meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi solo yang dikenal dengan karya-karyanya yang menyentuh hati ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya selama enam tahun terakhir. Kabar duka ini menyebar cepat, mengundang simpati dari berbagai kalangan, termasuk para figur publik yang pernah berinteraksi dengannya.

Salah satu yang turut merasakan kehilangan adalah penyanyi senior Kris Dayanti. Mengenakan pakaian serba hitam, Kris Dayanti hadir di rumah duka Vidi Aldiano di Jalan Kecapi 57, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, untuk memanjatkan doa dan memberikan penghormatan terakhir. Kehadirannya di tengah suasana haru itu semakin menegaskan betapa dekatnya ia dengan almarhum dan keluarganya.

Jalinan Persahabatan Lintas Generasi

Kris Dayanti mengungkapkan bahwa ia mengenal Vidi Aldiano dan keluarganya sudah sangat lama. Ia mengenang momen ketika Vidi masih kecil, sekitar 25 tahun lalu, saat Kris Dayanti menjalani kegiatan syuting di kediaman orang tua Vidi. Pertemuan ini menjadi awal dari ikatan persahabatan yang terjalin erat.

“Saya sangat-sangat simpati ketika teman, sahabat, sedih. Saya juga mengenal Bapak Harry Kiss dari ibu, keluarga papa mamanya Vidi,” ujar Kris Dayanti di rumah duka. “Saya mengingat 25 tahun lalu masa Vidi masih kecil, saya sudah syuting di rumahnya.”

Kris Dayanti juga bersyukur masih berkesempatan bertemu dengan kedua orang tua Vidi, Bapak Harry Kiss dan Ibu Besbarini, dalam keadaan sehat di rumah duka. Ia mengungkapkan rasa simpatinya yang mendalam atas kepergian Vidi, sekaligus memuji sosok almarhum yang dikenal memiliki sifat hangat dan pribadi yang menyenangkan.

“Anaknya hangat ya. Kita satu rasi bintang, Aries. Jadi lahirnya saya tanggal 24, dia 29. Jadi saya sedikit tahu banyak,” tambahnya, merujuk pada kesamaan zodiak yang membuatnya merasa memiliki ikatan emosional lebih.

Pertemuan terakhir Kris Dayanti dengan Vidi Aldiano terjadi sekitar sebulan sebelum kepergiannya, dalam sebuah acara pernikahan. Momen tersebut menjadi kenangan manis yang akan selalu ia simpan. Kris Dayanti juga menuturkan bahwa rumah duka dipenuhi oleh pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir, sebuah bukti nyata betapa Vidi dicintai oleh banyak orang.

“Alhamdulillah ramai sekali yang mau bertakziah. Jadi kelihatan orang baik,” tutup Kris Dayanti dengan nada haru.

Perjuangan Melawan Kanker dan Refleksi Kehidupan

Kabar meninggalnya Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB mengejutkan banyak pihak. Suami dari Sheila Dara Aisha ini telah berjuang melawan kanker ginjal yang didiagnosis sejak tahun 2019. Keputusan Vidi untuk terbuka mengenai penyakitnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia kerap membagikan pengalamannya melalui media sosial, bahkan menyebut penyakitnya sebagai “hadiah dari Tuhan”.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Vidi pernah mengungkapkan bagaimana penyakit tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

“Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa Kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted,” tulis Vidi pada Desember 2025.

Enam tahun perjuangan melawan kanker telah mengajarkan Vidi untuk lebih mensyukuri hal-hal kecil yang sebelumnya sering terabaikan. Ia menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai hikmah yang berharga dalam perjalanan hidupnya. Sikap positif dan keberanian Vidi dalam menghadapi penyakitnya patut diapresiasi dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Detail Pemakaman dan Profil Singkat

Jenazah Vidi Aldiano direncanakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 8 Maret 2026, pukul 09.00 WIB. Kabar ini disampaikan langsung oleh sang ayah, Harry Aprianto Kissowo, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Harry Aprianto juga mengabarkan bahwa Vidi Aldiano berpulang pada malam 17 Ramadhan 1447 H. Teks pengumuman pemakaman yang dibagikan oleh sang ayah berbunyi:

“Berita Pemakaman Vidi Aldiano.”
“Innalilahi wa innailaihi rojiun.”
“Telah Berpulang Menuju Cahaya Ilahi, Anak saya : Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto Kissowo. Sore tadi pukul 16.33, 17 Ramadhan 1447 H. Rumah duka Alm. Vidi Aldiano. Jl. Kecapi 57 Cilandak Barat, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.”

Sebelum dimakamkan, jenazah Vidi Aldiano akan disalatkan terlebih dahulu di masjid terdekat dari rumah duka. Berikut adalah rincian prosesi pemakaman yang disampaikan:

  • Minggu pagi, 8 Maret 2026, pukul 07.00: Berangkat dari rumah duka menuju masjid dekat rumah duka.
  • Pukul 08.00: Salat jenazah dilaksanakan di masjid.
  • Pukul 09.00: Pemberangkatan jenazah dari masjid menuju TPU Tanah Kusir. Lokasi pemakaman berada di Blok AA1 Blad 174, di belakang makam Bung Hatta.

Profil Vidi Aldiano:

  • Nama Lengkap: Oxavia Aldiano
  • Tanggal Lahir: 29 Maret 1990 (usia 36 tahun pada tahun 2026)
  • Tempat Lahir: Jakarta
  • Orang Tua: Harry Kiss (ayah) dan Besbarini (ibu)
  • Pendidikan: Teknik Elektro Universitas Pelita Harapan, Magister di University of Manchester, Inggris.
  • Karier Musik: Memulai karier sebagai penyanyi solo. Pernah ditolak saat audisi Indonesian Idol 2006 dan enam perusahaan rekaman sebelum akhirnya mendapatkan produser pada tahun 2008. Dikenal dengan lagu-lagu seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu”.
  • Pencapaian Awal: Juara kedua penyanyi tingkat kanak-kanak di usia balita, duta kesenian sekolah sejak SD.

Kisah hidup Vidi Aldiano, dari perjuangannya meniti karier hingga keberaniannya menghadapi penyakit, akan terus dikenang sebagai inspirasi. Kehangatan dan semangatnya dalam menjalani hidup akan selalu membekas di hati orang-orang yang mengenalnya.

Pos terkait