Kebakaran Pasar Darurat Blora: Rugikan Rp 2,2 Miliar

Pasar Darurat Ngawen Dilalap Api, Kerugian Miliaran Rupiah

BLORA – Kebakaran kembali melanda Pasar Darurat (Sementara) Rakyat Ngawen pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, sekitar pukul 23.10 WIB. Kejadian ini sungguh memprihatinkan, mengingat bangunan utama Pasar Ngawen sendiri saat ini masih dalam tahap pembangunan ulang setelah musibah kebakaran serupa di awal tahun 2024 lalu. Para pedagang terpaksa dipindahkan ke pasar darurat yang berlokasi di Jalan Raya Ngawen – Japah, tepatnya di tanah Kelurahan Ngawen, RT 03 RW 01, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Menurut keterangan Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, api pertama kali terlihat berasal dari rumah milik seorang warga bernama Suwadi, dan kemudian menjalar ke sejumlah ruko atau kios di sisi barat Pasar Darurat Rakyat Ngawen.

Kronologi Kejadian yang Mengerikan

Insiden ini bermula ketika Suwadi sedang berada di dalam rumahnya. Ia melihat percikan api yang mulai merambat ke bagian atap kayu rumahnya, dan sumbernya diduga berasal dari ruko milik Anik Dwi Jayanti.

  • Suwadi segera memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya, Tina.
  • Selanjutnya, Suwadi berusaha memadamkan api dengan menyiramkannya menggunakan ember. Namun, usahanya sia-sia karena api semakin membesar.
  • Menyadari situasi yang kian mengkhawatirkan, Suwadi berteriak meminta pertolongan.

Selang beberapa saat, seorang warga yang kebetulan melintas di depan ruko Pasar Darurat Rakyat Ngawen mendengar teriakan Suwadi. Warga tersebut juga melihat kobaran api yang semakin membesar berasal dari ruko milik Anik Dwi Jayanti.

Tanpa menunggu lama, warga tersebut berinisiatif untuk menghubungi pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen. Ia juga segera meminta bantuan dari warga sekitar untuk memadamkan api.

Sekitar 10 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Ngawen tiba di lokasi. Sayangnya, api sudah terlanjur membesar dan mulai menjalar ke beberapa ruko darurat lainnya.

Upaya Pemadaman dan Penyebab Kebakaran

Para petugas pemadam kebakaran segera berjibaku memadamkan api yang mengamuk. Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan.

AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa penyebab utama kebakaran ini diduga kuat akibat hubungan pendek arus listrik. Percikan api berasal dari stopkontak yang berada di dalam ruko darurat milik Anik Dwi Jayanti.

Dampak Kerugian yang Signifikan

Peristiwa kebakaran ini menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain rumah milik Suwadi yang ludes terbakar, sejumlah ruko beserta seluruh barang dagangan milik para pedagang juga ikut menjadi korban si jago merah.

Perkiraan total kerugian akibat kebakaran pasar darurat ini mencapai angka Rp 2.225.000.000. Angka ini tentu menjadi pukulan telak bagi para pedagang yang sebagian besar telah kehilangan mata pencaharian mereka akibat musibah ini.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan pasar darurat dan perlunya langkah-langkah antisipasi yang lebih baik untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera memberikan bantuan dan solusi terbaik bagi para pedagang yang terdampak, serta memastikan pembangunan kembali pasar utama dapat berjalan lancar dan aman.

Pos terkait