Beberapa pejabat tinggi pemerintah hadir langsung di lokasi kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di kawasan Bekasi Timur pada Selasa dini hari (28/4). Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria turut serta dalam kunjungan tersebut. Ia hadir bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Utusan Presiden Raffi Ahmad untuk menyampaikan rasa duka cita serta memantau proses evakuasi korban.
Dony Oskaria menyampaikan pernyataan resmi di hadapan awak media yang berada di lokasi kejadian. Ia mengucapkan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi, sekaligus memohon maaf kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah, BP BUMN serta Danantara, kami mengucapkan duka yang mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas musibah yang terjadi,” ujar Dony.

Dony menegaskan bahwa instruksi dari Presiden sangat jelas, yaitu keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saat ini, seluruh sumber daya sedang dikerahkan untuk memastikan layanan medis bagi para korban berjalan cepat dan tepat.
“Kami fokus bukan hanya pada pemulihan jalur operasional, tetapi juga memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang terbaik dan tercepat,” tegas Dony.
Selama inspeksi, Dony bersama Sufmi Dasco Ahmad berdialog langsung dengan petugas lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Di akhir pernyataannya, Dony kembali menyampaikan permintaan maaf dan rasa prihatin atas kejadian tersebut.
“Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan musibah ini. Keselamatan dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” tutup Dony sebelum melanjutkan koordinasi dengan tim teknis KAI di lapangan.
Untuk keluarga korban yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang kondisi anggota keluarga mereka, PT KAI telah membuka layanan informasi resmi melalui beberapa saluran:
- WhatsApp: 0811-2223-3121
- Call Center: 121
Pihak KAI juga berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan penuh kepada semua pihak yang terkena dampak kecelakaan ini. Proses evakuasi dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif untuk memastikan semua korban mendapatkan perlakuan yang optimal.





