Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie: Sorotan Meja Biliar Rp486,9 Juta

Sosok Ketua DPRD Sumsel yang Jadi Sorotan: Dari Aktivis 1998 hingga Rencana Pengadaan Meja Biliar

Sosok Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2024–2029, Andie Dinialdie, belakangan ini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Namanya mencuat ke permukaan setelah mencuatnya rencana pengadaan sejumlah fasilitas untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel, yang salah satunya adalah meja biliar dengan nilai anggaran yang cukup fantastis. Rencana ini menimbulkan berbagai reaksi dan pertanyaan di masyarakat, terutama mengingat situasi anggaran yang ada.

Andie Dinialdie, yang kini memegang tampuk kepemimpinan di DPRD Sumsel, bukanlah figur baru dalam kancah politik dan organisasi. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang panjang, bahkan sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD Sumsel. Salah satu aspek yang cukup menarik dari latar belakangnya adalah keterlibatannya sebagai seorang aktivis pada era reformasi 1998. Pengalaman ini diyakini telah membentuk karakter dan pandangannya dalam dunia politik, menjadikannya sosok yang vokal dan kritis.

Profil Singkat Andie Dinialdie

Untuk mengenal lebih jauh sosok yang tengah menjadi sorotan ini, berikut adalah profil singkatnya:

  • Nama Lengkap: Andie Dinialdie
  • Tempat Lahir: Baturaja, Sumatera Selatan
  • Domisili: Ogan Komering Ulu Selatan
  • Status: Menikah

Riwayat Pendidikan

Perjalanan akademis Andie Dinialdie menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan diri dan pengetahuan, terbukti dari jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya:

  • SMA: SMU Negeri 14 Palembang (1991–1994)
  • S1: Universitas Muhammadiyah Palembang, Fakultas Ekonomi (1994–2000)
  • S2: Universitas Muhammadiyah Palembang, Magister Manajemen (2020–2022)

Perjalanan Karier dan Jabatan

Karier Andie Dinialdie mencakup berbagai posisi penting, baik di sektor pemerintahan maupun swasta, sebelum akhirnya memimpin lembaga legislatif di Sumatera Selatan:

  • Tenaga Ahli DPR RI (2014–2019)
  • Manager PT RKS (2006–2014)
  • Tenaga Ahli Universitas Muhammadiyah Palembang (2001–2006)
  • Anggota DPRD Sumsel (2019–2024)
  • Ketua DPRD Sumsel (2024–2029)

Keterlibatan dalam Aktivitas Politik dan Organisasi

Dedikasi Andie Dinialdie terhadap dunia politik terlihat jelas melalui kiprahnya di Partai Golkar. Ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, sebuah posisi strategis di tingkat nasional. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Sumatera Selatan, yang menunjukkan perannya yang signifikan di tingkat daerah sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua DPRD Sumsel.

Lebih dari sekadar karier politik formal, Andie Dinialdie juga dikenal sebagai seorang aktivis yang turut mewarnai gerakan mahasiswa pada masa reformasi tahun 1998. Pengalaman ini tidak hanya membentuk identitasnya sebagai seorang pejuang demokrasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kritis dan keberanian dalam menyuarakan aspirasi. Reputasinya sebagai tokoh yang vokal dan kritis inilah yang kemudian membawanya ke posisi kepemimpinan di DPRD Sumsel.

Klarifikasi Terkait Rencana Pengadaan Meja Biliar

Di tengah sorotan publik yang tajam, Andie Dinialdie memberikan penjelasan resmi terkait rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Rencana ini, yang tertera dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per tanggal 7 Maret 2026, mencantumkan alokasi anggaran sebesar Rp151 juta untuk Ketua DPRD Andie Dinialdie dan Rp335,9 juta untuk Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam. Total anggaran yang direncanakan untuk kedua meja biliar tersebut mencapai Rp486,9 juta.

Menanggapi kekhawatiran dan pertanyaan yang muncul di masyarakat, Andie Dinialdie menegaskan bahwa pengadaan tersebut masih berada dalam tahap perencanaan awal.

“Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ungkapnya pada Minggu, 8 Maret 2026.

Lebih lanjut, Andie yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel, menjelaskan bahwa meja biliar tersebut memiliki potensi manfaat yang lebih luas. Ia mengungkapkan bahwa rencana pengadaan ini juga dimaksudkan sebagai fasilitas alternatif untuk latihan bagi para atlet biliar Sumatera Selatan. Dengan adanya meja biliar di rumah dinas pimpinan, para atlet diharapkan dapat memiliki tempat berlatih tambahan selain lokasi latihan yang sudah ada.

Evaluasi Ulang dan Prioritas Anggaran

Meskipun demikian, Andie Dinialdie menyatakan sepenuhnya memahami dan menghargai perhatian masyarakat terkait penggunaan anggaran daerah. Ia mengakui bahwa setiap alokasi anggaran haruslah transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih,” tegasnya, menunjukkan kesiapannya untuk melakukan evaluasi.

Ia menambahkan bahwa rencana pengadaan tersebut akan dievaluasi kembali secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran dan prioritas kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak Sekretariat DPRD Sumsel melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler, Hadiyanto, membenarkan adanya data rencana pengadaan meja biliar tersebut dalam SIRUP LKPP. Ia menjelaskan bahwa data yang muncul adalah pembaruan per 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB.

“Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum,” ujar Hadiyanto pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Hadiyanto juga menambahkan bahwa alat tersebut dikategorikan sebagai kebutuhan penunjang aktivitas anggota dewan. Namun, ia kembali menekankan bahwa proses pengadaan belum sampai pada tahap pelaksanaan. Rencana ini pun masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan bagian umum DPRD Sumsel yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pengadaan.

Pos terkait