Ketua PASI Kalsel Mengundurkan Diri, Organisasi Menanti Nakhoda Baru
Dunia olahraga Kalimantan Selatan digemparkan dengan kabar mengejutkan mengenai pengunduran diri Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalsel. Keputusan ini, yang terhitung efektif sejak awal Maret lalu, menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan roda organisasi dan nasib estafet kepemimpinan di cabang olahraga atletik Bumi Lambung Mangkurat.
Sekretaris Umum PASI Kalsel, Muhammad Dong, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, surat pengunduran diri dari ketua sebelumnya telah diajukan dan secara resmi berlaku efektif sejak tanggal 2 Maret 2026.
“Surat pengunduran diri sudah terhitung sejak 2 Maret 2026 lalu,” ungkap M. Dong pada Minggu, 29 Maret 2026.
Alasan di Balik Keputusan Mundur
Muhammad Dong menjelaskan bahwa alasan utama di balik pengunduran diri ketua terpilih adalah faktor kesibukan pribadi yang cukup padat. Keputusan ini bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil dari diskusi panjang antara ketua dan jajaran pengurus PASI Kalsel.
“Beliau sudah berdiskusi panjang dengan pengurus. Memang ingin beristirahat dulu karena kesibukan, meskipun selama menjabat banyak prestasi yang sudah ditorehkan,” papar M. Dong.
Faktor kesibukan pribadi yang kian meningkat menjadi pemicu utama keinginan untuk mundur dari jabatan yang diemban. Meskipun demikian, M. Dong menggarisbawahi bahwa masa kepemimpinan sebelumnya telah diwarnai dengan berbagai capaian positif bagi perkembangan atletik di Kalimantan Selatan.
Keputusan pengunduran diri ini juga telah mendapatkan pengesahan dari tingkat yang lebih tinggi. Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Besar (PB) PASI telah diterbitkan pada tanggal yang sama, yakni 2 Maret 2026, yang secara resmi memperkuat langkah pengunduran diri tersebut.
“SK dari PB PASI juga sudah keluar per 2 Maret 2026. Jadi kami di kepengurusan tinggal menindaklanjuti,” tegasnya.
Transisi Kepemimpinan dan Agenda Terdekat
Menyikapi situasi ini, jajaran pengurus PASI Kalsel, melalui Sekretaris Umum, mengambil alih tanggung jawab operasional organisasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran roda organisasi sembari mempersiapkan langkah-langkah strategis selanjutnya, termasuk penentuan kepemimpinan baru.
Salah satu agenda krusial yang akan segera dibahas adalah penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). M. Dong menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel untuk membahas jadwal dan teknis pelaksanaan Musdalub.
“Untuk musdalub, kita akan komunikasikan secepatnya dengan Dispora. Mungkin dalam satu sampai dua hari ke depan sudah kita bahas,” ujarnya.
Meskipun demikian, M. Dong mengakui bahwa komunikasi intensif dengan Dispora belum sepenuhnya terjalin secara mendalam. Namun, ia memastikan bahwa koordinasi akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Sejujurnya komunikasi terakhir belum kita pastikan lagi. Tapi dalam waktu dekat akan kita lanjutkan,” katanya.
Latar Belakang Pengunduran Diri yang Mengejutkan
Pengunduran diri ini menjadi sorotan mengingat baru saja PASI Kalsel menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 20 Desember 2025 di Banjarbaru. Dalam forum tersebut, Said Subari terpilih kembali untuk memimpin PASI Kalsel untuk periode kedua.
Pemilihan kembali Said Subari dalam Musprov sebelumnya menunjukkan adanya kepercayaan dari anggota terhadap kepemimpinannya. Oleh karena itu, keputusan pengunduran diri setelah terpilih kembali menimbulkan tanda tanya dan harapan agar proses transisi kepemimpinan selanjutnya dapat berjalan lancar dan demi kemajuan olahraga atletik di Kalimantan Selatan.
Agenda Musdalub menjadi sangat penting untuk menentukan arah kepengurusan PASI Kalsel ke depan. Diharapkan, proses ini dapat berjalan demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi ini meraih prestasi yang lebih gemilang di kancah nasional maupun internasional.
Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengurus, atlet, pelatih, serta instansi terkait seperti Dispora, diharapkan dapat bersinergi dalam menghadapi masa transisi ini. Dengan demikian, potensi atletik Kalimantan Selatan dapat terus berkembang dan melahirkan talenta-talenta baru yang membanggakan.




