Perjalanan Kim Jeffrey Kurniawan dari Striker ke Gelandang
Kim Jeffrey Kurniawan, manajer dan pemain PSS Sleman, berbagi kisah menarik tentang bagaimana ia menemukan posisi terbaiknya di dunia sepak bola. Banyak orang mungkin tidak tahu bahwa sebelum menjadi gelandang pekerja keras, Kim pernah memulai karier sepak bolanya sebagai striker.
Kim yang tumbuh di Jerman menjelaskan bahwa sistem pembinaan sepak bola di negara itu sangat menekankan kemampuan bermain di berbagai posisi. Menurutnya, pemain muda tidak hanya dituntut menguasai satu peran, tetapi juga harus mampu beradaptasi di banyak posisi.
“Jerman itu salah satu negara yang selalu fokus kepada pemain harus bisa multi-posisi,” ujar Kim, Selasa (23/6/2026).
Latihan yang Membentuk Kemampuan Multi-Posisi
Tidak hanya soal posisi, para pemain muda juga dibiasakan menggunakan kedua kaki secara seimbang. Kim mengenang saat masih kecil, para pelatih bahkan mewajibkan pemain berlatih menggunakan kaki yang bukan kaki dominan mereka.
“Ada latihan yang mengharuskan pemain kaki kanan tidak boleh menyentuh bola dengan kaki kanan. Semuanya harus pakai kaki kiri, begitu juga sebaliknya. Mereka fokus agar semuanya harus bisa,” kenangnya.
Perubahan Posisi Sejak Usia Dini
Perjalanan posisinya terus berubah sejak usia dini. Saat pertama kali bermain sepak bola pada usia enam tahun, ia ditempatkan sebagai penyerang karena, seperti anak-anak pada umumnya, dirinya ingin mencetak gol sebanyak mungkin.
“Saya masuk usia enam tahun sebagai striker. Karena waktu kecil kan semua ingin cetak gol,” kata Kim.
Namun, seiring perkembangan kemampuannya, para pelatih mulai memindahkannya ke berbagai posisi lain. Ia pernah bermain sebagai bek kiri maupun bek kanan sebelum akhirnya menemukan peran yang paling cocok.
“Habis dari striker, saya ditaruh di bek kiri, bek kanan. Lalu perlahan dapat posisi yang pas,” ujarnya.
Menetap di Sektor Tengah Lapangan
Memasuki usia sekitar 10 tahun, Kim mulai menetap di sektor tengah lapangan. Posisi gelandang menjadi peran yang paling sesuai dengan karakter permainannya, baik dalam membantu pertahanan maupun membangun serangan.
Menurut Kim, peran alaminya adalah gelandang nomor delapan atau yang kini lebih dikenal sebagai gelandang box-to-box, yakni pemain yang aktif menjelajah dari area pertahanan hingga menyerang.
“Naturalnya sebenarnya nomor 8. Kalau sekarang disebut box-to-box,” ungkapnya.
Mengidolakan Leon Goretzka
Sebagai penggemar berat Bayern Munich, Kim mengidolakan gaya bermainnya gelandang Leon Goretzka. Sosok Goretzka disebutnya sebagai gambaran pemain yang mampu menjalankan peran box-to-box secara ideal.
“Kalau sekarang mungkin seperti Leon Goretzka. Posisi aslinya kurang lebih di situ,” tutup Kim.





