Kehidupan Ruben Onsu dan Betrand Peto Pasca Perceraian
Ruben Onsu, seorang presenter ternama di Indonesia, mengaku kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah resmi bercerai dengan mantan istrinya, Sarwendah, pada tahun 2024 lalu. Masalah ini menjadi perhatian publik karena turut melibatkan kehidupan keluarga mereka, termasuk putra angkat mereka, Betrand Peto.
Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo, memilih untuk tidak ikut campur dalam konflik antara ayah kandungnya, Ruben, dan ibu kandungnya, Sarwendah. Ia menganggap masalah tersebut sebagai urusan pribadi kedua orang tuanya. “Kalau itu kurang tahu, kurang paham. Aku enggak aku enggak sampai sana untuk cari tahu, karena kan itu hal pribadinya ya,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Meskipun demikian, Onyo mengaku memahami perasaan Ruben yang merindukan anak-anaknya. Ia juga merasakan kerinduan yang sama terhadap dua adiknya. “Banyak-banyak sabar aja buat ayah. Aku tahu dia kangen sama anak-anaknya, tapi kita lihat situasinya kayak gimana,” tambahnya.
Onyo menyatakan bahwa ia menyerahkan semua urusan tentang pertemuan dengan anak kepada ibunya. Ia menyadari bahwa situasi saat ini sedang memanas dan ada banyak permasalahan lain yang muncul. “Kalau untuk urusan itu aku serahin lagi sama bunda, cuman kan situasinya lagi kayak gini dan juga sekarang banyak permasalahan-permasalahan,” ujarnya.
Respons Kuasa Hukum Ruben Onsu
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan rasa kesal terhadap upaya yang terus-menerus dilakukan untuk mempertemukan Ruben dengan anak-anaknya. Menurutnya, Ruben selalu berusaha berkomunikasi dengan pihak Sarwendah, tetapi permintaan pertemuan itu belum terwujud.
Minola menyindir Sarwendah terkait masalah apa yang membuatnya sulit mempertemukan Ruben dengan dua putrinya. “Kenapa selalu tanya ‘ada nggak upaya Ruben?’. Kenapa nggak tanya ke ibunya ‘apa yang menjadi masalahmu untuk kamu tidak bisa mempertemukan anakmu ke ayahnya?’. Kenapa jadi Ruben yang tertuduh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kliennya masih belum bisa bertemu dengan anak-anaknya, meskipun tidak menuduh Sarwendah menghalang-halangi. “Dari awal saya tidak bilang dia (Sarwendah) menghalang-halangi, tapi saya tegaskan Ruben tidak bisa ketemu anak-anaknya,” tuturnya.
Pihak Ruben juga menyayangkan respons Sarwendah saat Ruben meminta segera dipertemukan dengan anak. Sarwendah meminta Ruben menanyakan langsung pada anak dan menyuruhnya datang temui saat disekolah. Hal ini membuat emosi Ruben semakin memuncak.
“Ini ayah loh mau ketemu anak. Kenapa sih harus ada birokrasi,” ujarnya.
Tuntutan Jadwal Jelas Pembagian Hak Asuh Anak
Kini, pihak Ruben menuntut adanya jadwal jelas pembagian hak asuh anak dalam seminggu. Dengan begitu, Ruben bisa bertemu anak dua atau tiga kali dalam seminggu secara lebih leluasa. “Saya juga ketemu juga sama kuasa hukumnya S, mari kita tentukan dalam satu minggu bisa dua atau tiga hari anak-anak bisa ketemu ayahnya.”
“Kalau udah ada jadwal jelas, Ruben bisa datang jemput. Terus kalau sekarang Ruben datang malah dikacangin,” tambahnya.






