Koster Dorong Koperasi Bali Perkuat Ekonomi Kerthi Lokal

Memperkuat Ekonomi Bali Berbasis Kearifan Lokal Melalui Penguatan Koperasi

Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya memajukan perekonomian daerah dengan mengedepankan potensi lokal dan keberlanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui penguatan koperasi, yang diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan konsep Ekonomi Kerthi Bali. Konsep ini menekankan sistem ekonomi yang berpihak pada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan pada kekayaan budaya serta kearifan lokal Pulau Dewata.

Dalam sebuah pertemuan penting di Jayasabha, Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi dari Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali. Diskusi yang berlangsung fokus pada penguatan koperasi multipihak, yang akan beranggotakan koperasi-koperasi yang sudah ada di Bali. Tujuan utamanya adalah untuk menyelaraskan dan mempertegas arah pembangunan ekonomi Bali agar selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah ini.

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menekankan betapa krusialnya peran koperasi dalam mempromosikan produk-produk asli Bali. Ia menggarisbawahi pentingnya menciptakan identitas dan branding Bali yang kuat untuk setiap produk yang dihasilkan. Hal ini merupakan wujud nyata dari implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali, sebuah sistem ekonomi yang dirancang untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan berakar kuat pada budaya Bali yang adiluhung.

“Koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi Bali yang berbasis potensi lokal. Produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya harus menjadi kekuatan utama kita,” tegas Gubernur Koster. Ia memandang bahwa kekuatan ekonomi Bali seharusnya bersumber dari kekayaan alam dan produk-produk yang dihasilkan secara lokal.

Fokus Pengembangan Sektor Unggulan: Pertanian dan Peternakan

Pengembangan usaha di Bali diarahkan pada sektor pertanian dan peternakan. Kedua sektor ini dinilai sebagai pilar penting yang menopang ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Gubernur Koster mengidentifikasi bahwa Bali memiliki potensi besar dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan. Meskipun skala usahanya mungkin tidak besar dari segi luasan lahan, namun jumlahnya sangat banyak dan memiliki keunggulan kualitas yang patut dikembangkan secara serius.

“UMKM pangan kita ini kecil-kecil, tetapi banyak. Kalau ditata dengan baik, bisa kita dorong agar bergaung di level nasional,” ujarnya, optimis terhadap potensi UMKM pangan Bali jika dikelola dengan baik dan terencana.

Salah satu komoditas peternakan yang mendapat perhatian khusus adalah peternakan babi. Bali dikenal memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berpengalaman dalam bidang peternakan babi. Dengan manajemen yang lebih terencana, intensif, dan profesional, Bali berpeluang besar untuk mengambil peran strategis dalam pasar babi di tingkat nasional.

Penguatan Regulasi dan Infrastruktur untuk Mendukung Pertumbuhan

Untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor unggulan ini, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk memperkuat regulasi dan infrastruktur. Penguatan ini akan dilakukan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota di seluruh Bali.

Dalam pengembangan peternakan babi, Pemprov Bali akan menerapkan dua pendekatan utama:
* Pemurnian dan Penguatan Plasma Nutfah Babi Lokal Bali: Upaya ini akan difokuskan di lokasi-lokasi tertentu yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan genetik babi lokal Bali.
* Pengembangan Babi Ras: Pendekatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan beragam, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Selain sektor peternakan, pengembangan komoditas pertanian unggulan juga menjadi prioritas. Salah satunya adalah padi Sudaji. Berdasarkan hasil penelitian, padi Sudaji menunjukkan karakteristik yang sangat menjanjikan, seperti masa panen yang relatif singkat (sekitar 105 hari) dan hasil per hektare yang memuaskan. Hal ini menjadikan padi Sudaji sebagai komoditas potensial untuk meningkatkan kemandirian pangan di Bali.

Mewujudkan Ekonomi Kerthi Bali yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari penguatan koperasi, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, hingga penyempurnaan regulasi dan infrastruktur, memiliki satu tujuan akhir yang sama: memperkuat ekosistem Ekonomi Kerthi Bali. Ekosistem ini dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta menjauhkan sistem ekonomi daerah dari dominasi kapitalisme yang seringkali tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan. Inilah Ekonomi Kerthi Bali,” pungkas Gubernur Koster, menegaskan kembali visi pembangunan ekonomi Bali yang berlandaskan pada prinsip-prinsip luhur dan kearifan lokal.

Pos terkait