Peristiwa Wagub Kalbar yang Membuat Heboh
Kontroversi yang melibatkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, terkait pernyataannya yang menyebut akan mencium lutut Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menjadi topik utama di media sosial. Peristiwa ini bermula dari sebuah video yang viral dan menunjukkan perbandingan kondisi jalan di Kalbar dengan jalan di Jabar.
Awal Mula Kontroversi
Dalam video tersebut, seorang netizen membandingkan kerusakan jalan di wilayah Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, dengan kondisi jalan di Jabar yang dipimpin oleh Dedi Mulyadi. Video ini kemudian menyebar secara luas di media sosial, termasuk TikTok.
Krisantus mengungkapkan bahwa ia telah melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk memberikan tanggapan. Ia menyampaikan pernyataannya saat berada di Pendopo Bupati Sintang, seperti yang dikutip dari TribunPontianak.co.id pada Minggu (12/4/2026).
Tantangan Balik ke Gubernur Jabar
Menanggapi perbandingan tersebut, Krisantus tidak hanya sekadar mengkritik, tetapi juga memberikan tantangan balik kepada Dedi Mulyadi. Ia mengajak Gubernur Jabar tersebut untuk mencoba memperbaiki fasilitas umum di Kalbar dengan anggaran APBD sebesar Rp 6 triliun.
“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” ujarnya.
Perbedaan Anggaran dan Luas Wilayah
Selain itu, Krisantus juga membandingkan luas wilayah antara Jabar dan Kalbar. Ia menjelaskan bahwa Jabar memiliki luas sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD hingga Rp 31 triliun, sedangkan Kalbar memiliki luas lebih besar, yaitu 171.000 kilometer persegi, yang bahkan melebihi luas Pulau Jawa.
“Jawa Barat itu luasnya sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp 31 triliun,” katanya.
“Sementara Kalimantan Barat luasnya mencapai 171.000 kilometer persegi, lebih dari satu kali Pulau Jawa, tapi APBD kita hanya sekitar Rp 6 triliun lebih,” tambahnya.
Permintaan kepada Masyarakat
Krisantus juga meminta masyarakat untuk tidak salah paham dan membandingkan Kalbar dengan daerah lain. Ia menekankan bahwa semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan.
“Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com.
Komitmen Pemerintah Provinsi
Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di Kalbar. Ia menegaskan bahwa meskipun memiliki keterbatasan fiskal, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam.
“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat, dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Respons Warga terhadap Masalah Jalan Rusak
Sebelum berita tentang pernyataan Krisantus ini viral, sempat beredar video dari warga yang mengeluhkan kondisi jalan rusak di Bedayan. Dalam video tersebut, mereka memohon kepada Dedi Mulyadi agar segera memperbaiki jalan.
“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” ujar sang netizen dalam video.






