Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 Halaman 183 Kurikulum Merdeka: Kolaborasi Sukses

Menjelajahi Diskusi Lingkungan: Pelajaran IPAS untuk Siswa Kelas 5 SD

Dunia alam menyimpan banyak pelajaran berharga, dan bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar, pemahaman tentang isu-isu lingkungan menjadi bagian penting dari kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Salah satu tugas yang dirancang untuk menstimulasi pemikiran kritis dan kerja sama kelompok adalah yang terdapat pada halaman 183 buku pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka. Tugas ini mengajak siswa untuk mendalami dua topik diskusi yang krusial: dampak negatif penggunaan bom ikan dan pentingnya kelestarian hutan bagi kehidupan manusia. Melalui kegiatan “Lakukan Bersama,” siswa didorong untuk berkolaborasi, membaca, mempelajari, dan mendiskusikan solusi atas permasalahan lingkungan yang disajikan.

Teks Diskusi 1: Ancaman Bom Ikan Terhadap Kehidupan Laut

Teks pertama dalam tugas ini mengangkat isu serius mengenai praktik penangkapan ikan menggunakan bom. Aktivitas ini, meskipun mungkin terlihat efisien dalam jangka pendek, membawa konsekuensi destruktif yang luar biasa bagi ekosistem laut.

Pertanyaan Diskusi Kelompok:

  1. Mengapa penggunaan bom untuk menangkap ikan dilarang keras?
    Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan mendasar di balik larangan tersebut. Siswa diajak untuk berpikir tentang dampak langsung dan tidak langsung dari ledakan bom di bawah air.

  2. Apa yang akan terjadi dengan keanekaragaman hayati di laut jika pemakaian bom ikan diperbolehkan terus-menerus?
    Pertanyaan ini mendorong siswa untuk membayangkan skenario terburuk jika praktik berbahaya ini dibiarkan berlanjut. Fokusnya adalah pada kepunahan spesies dan kerusakan ekosistem yang tak dapat diperbaiki.

  3. Diskusikan cara-cara yang bisa dilakukan oleh nelayan untuk memanfaatkan sumber daya laut tanpa merusaknya!
    Bagian ini berfokus pada solusi. Siswa didorong untuk mencari alternatif penangkapan ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian alam.

Jawaban Diskusi yang Disarankan:

  1. Penggunaan bom untuk menangkap ikan dilarang karena kerusakannya yang masif terhadap terumbu karang. Terumbu karang adalah rumah bagi ribuan spesies laut, dan ledakan bom dapat menghancurkannya dalam sekejap. Lebih dari itu, bom ikan tidak hanya membunuh ikan dewasa, tetapi juga menghancurkan telur ikan, larva, serta organisme laut kecil lainnya yang menjadi fondasi rantai makanan di laut. Hal ini menyebabkan kerusakan ekologis yang mendalam dan jangka panjang.

  2. Jika pemakaian bom ikan terus diperbolehkan, keanekaragaman hayati di laut akan mengalami kerusakan parah, bahkan menuju kepunahan. Rusaknya terumbu karang secara masif akan menghilangkan habitat bagi banyak makhluk laut, menyebabkan kematian massal bagi organisme yang bergantung padanya. Populasi ikan akan menurun drastis, mengancam mata pencaharian nelayan tradisional dan keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan. Laut yang dulunya kaya akan kehidupan bisa menjadi tandus dan mati.

  3. Untuk memanfaatkan sumber daya laut tanpa merusaknya, nelayan dapat menerapkan beberapa cara berikut:

    • Menolak penggunaan bom ikan sepenuhnya. Ini adalah langkah paling krusial untuk menghentikan kerusakan.
    • Menggunakan peralatan penangkapan ikan yang lebih tradisional dan selektif, seperti jala ikan biasa, pancing, atau perangkap yang dirancang untuk menangkap spesies tertentu tanpa merusak lingkungan sekitar.
    • Mengoptimalkan penggunaan perahu nelayan tradisional yang umumnya memiliki dampak lingkungan lebih rendah dibandingkan kapal motor besar yang dapat merusak dasar laut.
    • Mematuhi regulasi penangkapan ikan, termasuk tidak menangkap spesies yang dilindungi oleh undang-undang atau yang populasinya terancam punah. Ini memastikan keberlanjutan populasi ikan untuk generasi mendatang.

Teks Diskusi 2: Hutan, Paru-Paru Dunia yang Memberi Kehidupan

Teks kedua dalam tugas ini mengalihkan fokus ke ekosistem darat, khususnya hutan. Hutan sering disebut sebagai “paru-paru dunia” karena perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan planet dan mendukung kehidupan manusia.

Pertanyaan Diskusi Kelompok:

  1. Mengapa hutan dikatakan sangat membantu kehidupan manusia?
    Pertanyaan ini menggali berbagai manfaat multifaset yang diberikan hutan bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  2. Mengapa manusia sendiri yang akan rugi jika hutan rusak?
    Fokus di sini adalah pada hubungan timbal balik antara manusia dan hutan. Siswa diajak untuk memahami bahwa kerusakan hutan pada akhirnya akan berbalik merugikan manusia itu sendiri.

  3. Apa saja yang bisa dilakukan untuk melestarikan sumber daya alam (SDA) hutan?
    Bagian ini mendorong siswa untuk berpikir proaktif tentang tindakan pelestarian yang dapat dilakukan, baik oleh individu maupun masyarakat secara luas.

Jawaban Diskusi yang Disarankan:

  1. Hutan dikatakan sangat membantu kehidupan manusia karena hutan memiliki manfaat yang sangat fundamental dan beragam. Manfaat utamanya adalah sebagai penyedia oksigen yang kita hirup setiap hari, serta menyerap karbon dioksida yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu, hutan berperan penting dalam mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor dengan menahan air hujan dan menjaga kestabilan tanah. Seluruh tumbuhan yang ada di dalam hutan juga turut berperan dalam menyuburkan tanah, mendukung pertanian dan ekosistem yang sehat. Keberadaan hutan juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar dan sumber berbagai produk penting bagi manusia.

  2. Manusia akan mengalami kerugian yang sangat besar jika hutan mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan manusia sangat bergantung pada keberadaan hutan untuk berbagai kebutuhan. Hutan mampu menyediakan sumber air bersih melalui siklus hidrologi yang sehat, yang esensial untuk kehidupan sehari-hari, pertanian, dan industri. Hutan juga menjadi sumber berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari kayu, obat-obatan alami, hingga bahan pangan. Lebih jauh lagi, hutan memberikan manfaat ekonomi melalui industri kehutanan yang dikelola secara lestari, pariwisata alam, serta manfaat sosial-budaya yang erat kaitannya dengan kearifan lokal dan keindahan alam. Kerusakan hutan berarti hilangnya sumber daya-sumber daya vital ini.

  3. Untuk melestarikan sumber daya alam hutan, berbagai upaya dapat dilakukan, antara lain:

    • Tidak melakukan penebangan hutan secara sembarangan atau ilegal. Penebangan liar merusak struktur hutan dan mengancam keanekaragaman hayati.
    • Menerapkan sistem tebang pilih. Sistem ini memungkinkan pengambilan pohon yang sudah tua atau siap panen secara selektif, sambil tetap menjaga kelestarian pohon lain dan ekosistem hutan secara keseluruhan.
    • Melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. Program penanaman kembali sangat penting untuk mengembalikan fungsi hutan dan memulihkan area yang telah rusak.
    • Tidak membuang sampah sembarangan di area hutan. Sampah dapat mencemari tanah dan air, serta mengganggu kehidupan satwa liar.
    • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hutan melalui edukasi dan kampanye pelestarian.
    • Mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kelestarian hutan dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kehutanan.

Melalui diskusi mendalam atas kedua teks ini, siswa kelas 5 SD diharapkan tidak hanya memahami fakta-fakta ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kerja sama dalam kelompok akan mengajarkan mereka pentingnya kolaborasi dalam mencari solusi atas permasalahan yang kompleks, sebuah keterampilan yang akan sangat berguna dalam kehidupan mereka di masa depan.

Pos terkait