Laba DSNG Melonjak Jadi Rp1,84 Triliun di 2025



JAKARTA — Perusahaan kelapa sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), menunjukkan pertumbuhan yang positif pada tahun 2025. Pendapatan dan laba bersih perusahaan mengalami peningkatan secara signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan DSNG, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,31 triliun pada 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,69% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan pendapatan Rp10,12 triliun pada 2024.

Segmen kelapa sawit tetap menjadi sumber utama pendapatan DSNG dengan kontribusi sebesar 88% dari total pendapatan. Selama tahun 2025, segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp10,8 triliun atau tumbuh 23,5% YoY. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan rata-rata harga jual crude palm oil (CPO) sebesar 13,2% YoY menjadi Rp14.474 per kg.

Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG, menjelaskan bahwa harga CPO sepanjang 2025 didukung oleh keterbatasan pasokan global, terutama dari negara-negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia. Di sisi lain, permintaan global terhadap CPO tetap stabil dan kuat.

“Di dalam negeri, implementasi kebijakan B40 turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi operasional, DSNG mencatatkan kinerja produksi tandan buah segar (TBS) meningkat 3,8% YoY menjadi 2,19 juta ton. Produksi CPO juga naik 4,9% YoY menjadi 631.000 ton, sedangkan produksi palm kernel meningkat 4,5% YoY menjadi 119.000 ton.

Di segmen usaha produk kayu, volume produksi panel kayu dan engineered flooring meningkat masing-masing sebesar 7,1% dan 1% YoY. Kenaikan harga jual rata-rata masing-masing sebesar 3,9% dan 4,2% YoY turut mendukung peningkatan penjualan. Kombinasi dari dua faktor tersebut membuat segmen kayu DSNG meraih penjualan sebesar Rp1,2 triliun atau naik 7,8% dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2025, DSNG juga mencatat pendapatan sebesar Rp226 miliar dari segmen energi terbarukan. Hal ini didukung oleh operasi penuh pabrik pelet kayu di Boyolali.

Kenaikan pendapatan yang signifikan turut mendorong kenaikan laba bersih DSNG. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk DSNG tercatat naik 37,93% YoY dari Rp1,14 triliun pada 2024 menjadi Rp1,84 triliun pada 2025. Sebagai akibatnya, laba per saham DSNG meningkat dari Rp107,78 menjadi Rp173,63.

Strategi dan Kinerja Operasional

DSNG terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam mengelola aset dan meningkatkan efisiensi operasional berhasil.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan kinerja DSNG antara lain:

  • Peningkatan harga CPO: Harga CPO yang stabil dan meningkat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.
  • Peningkatan produksi: Kenaikan produksi TBS, CPO, dan palm kernel menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
  • Diversifikasi bisnis: Segmen produk kayu dan energi terbarukan memberikan diversifikasi pendapatan yang membantu mengurangi risiko terhadap fluktuasi harga pasar.

Perkembangan Pasar Global dan Domestik

Pasokan global CPO yang terbatas, khususnya dari Indonesia dan Malaysia, memengaruhi harga pasar. Di sisi lain, permintaan global tetap stabil, terutama dari sektor energi dan makanan. Sementara itu, kebijakan domestik seperti B40 turut menjaga permintaan dalam negeri, sehingga harga CPO tetap stabil.

Kinerja Keuangan yang Menggembirakan

Laba bersih DSNG meningkat secara signifikan pada 2025, mencerminkan kinerja keuangan yang baik. Peningkatan laba per saham juga menunjukkan bahwa perusahaan mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Pos terkait