KEPRIZONE.COM, BINTAN – Laskar Merah Putih (LMP) Bintan bakal melaporkan dugaan mark up anggaran dan manipulasi kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) DPRD Bintan yang dilaksanakan pada Desember 2022 di Hotel CK Tanjungpinang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan.
Hal itu disampaikan Ketua LMP Bintan, Juliansyah kepada Keprizone.com pada Kamis, 26 Januari 2023.
“Sebagai organisasi masyarakat LMP Bintan akan melaporkan dugaan mark up anggaran dan manipulasi data kegiatan Bimtek DPRD Bintan ke Kejari agar ada kejelasan hukum,” sebut Juliansyah.
Untuk menindaklanjuti persoalan ini, kata Juliansyah, LMP Bintan meminta Kejari Bintan agar memeriksa dugaan mark up anggaran kegiatan Bimtek DPRD Bintan, agar tidak hanya menjadi dugaan, karena hal ini menyangkut nama baik para wakil rakyat Bintan.
“Negara kita negara hukum, biarlah nanti pihak aparat penegak hukum dari Kejaksaan yang memanggil wakil rakyat tersebut untuk diperiksa. Apakah benar dugaan tersebut, karena masyarakat juga perlu mengetahui, sebab itu uang negara uang rakyat,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Bintan, Tarmizi mengatakan, bahwa dirinya telah menghubungi Nova dari pihak Pusaka Indonesia selaku pelaksana kegiatan Bimtek anggota DPRD Bintan untuk menjelaskan secara rinci anggaran tersebut.
“Atas pengakuan Nova, anggaran Bimtek yang diterima untuk kontribusi per anggota DPRD Bintan yakni sebesar Rp5 juta, dikalikan 25 anggota DPRD Bintan,” jelasnya.
Ia menerangkan, perkiraan anggaran untuk anggota DPRD Bintan per orangnya hanya menghabiskan Rp2,5 juta. Sementara, kata dia, anggaran sebesar Rp281 juta dan untuk pendalaman anggota sebesar Rp540 juta.
Sebelumnya, tim Komisi II DPRD Bintan yang terdiri dari Ketua Komisi II Zulfaefi, Waka Arwan, Sekretaris M Toha dan anggota M Najib, Tarmizi, Zulkifli serta Seherianto mengungkapkan kepada media, bahwa ada dugaan mark up anggaran dan manipulasi data serta nota-nota fiktif pada kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan pada Desember 2022 di Hotel CK Tanjungpinang.
Hingga berita ini diterbitkan, Sekwan DPRD Bintan, Riang Anggraini belum menjawab konfirmasi yang disampaikan awak media. (Jul)



