AS Roma berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026 saat menjamu tim tamu Cagliari di Stadion Olimpico pada Selasa (10/2). Pertandingan ini menandai kemenangan dominan bagi tim tuan rumah, yang berhasil mengakhiri laga dengan skor meyakinkan 2-0 berkat dua gol yang dicetak oleh penyerang mereka, Donyell Malen.
Sejak menit-menit awal pertandingan, AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan dan menunjukkan dominasinya. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh para pemain Roma membuat lini pertahanan Cagliari harus bekerja ekstra keras untuk menahan gelombang serangan yang datang.
Upaya keras Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Donyell Malen berhasil membuka keunggulan bagi timnya setelah menerima umpan matang dari Gianluca Mancini. Dengan sigap, Malen melepaskan tendangan dari sudut sempit yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Cagliari, Elia Caprile, sehingga bola bersarang di gawang.
Gol pembuka tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Roma dalam mengontrol tempo permainan. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, Cagliari kesulitan untuk menciptakan peluang bersih untuk menyamakan kedudukan, meskipun beberapa kali mencoba membangun serangan balik yang cepat.
Memasuki babak kedua, AS Roma tidak mengendurkan intensitas serangan mereka dan tetap tampil agresif. Tekanan yang terus menerus akhirnya kembali berbuah manis pada menit ke-65. Donyell Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini memanfaatkan umpan terukur dari Zeki Celik. Penyerang asal Belanda itu berhasil menuntaskan peluang dari jarak dekat dengan sempurna untuk menggandakan keunggulan Roma.
Meskipun tertinggal dua gol, Cagliari sempat berusaha untuk bangkit dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Salah satunya adalah tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Ibrahim Sulemana, yang sayangnya masih membentur mistar gawang. Upaya lain dari Cagliari untuk memperkecil ketertinggalan juga berhasil digagalkan oleh solidnya lini belakang Roma yang tampil disiplin, serta penampilan sigap dari kiper Roma, Mile Svilar, di bawah mistar gawang.
Sepanjang pertandingan, AS Roma mendominasi dalam hal penguasaan bola dan jumlah peluang yang tercipta. Intensitas permainan juga diwarnai oleh sejumlah pelanggaran yang berujung pada kartu kuning, namun hal tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan secara signifikan hingga peluit panjang dibunyikan, mengukuhkan kemenangan 2-0 untuk Roma.
Dampak Kemenangan Terhadap Klasemen
Kemenangan penting ini semakin mengukuhkan posisi AS Roma di papan atas klasemen sementara Serie A. Tim ibu kota Italia itu kini menempati peringkat ke-5 dalam daftar klasemen. Hingga pekan ke-24, Roma telah berhasil mengumpulkan total 46 poin. Raihan poin tersebut didapat dari 15 kemenangan, satu hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Sementara itu, kekalahan ini membuat Cagliari harus tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara. Mereka mengoleksi 28 poin dari 24 pertandingan, yang terdiri dari tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan sepuluh kekalahan.
Analisis Pelatih dan Ambisi Tim
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri terhadap arah perkembangan timnya. Keberhasilan menyamakan poin dengan Juventus menjadi indikator positif bagi Gasperini. Pelatih asal Italia itu menekankan bahwa untuk dapat bersaing di level tertinggi sepak bola Italia, produktivitas lini depan menjadi salah satu kunci utama yang harus dimiliki oleh setiap tim.
“Untuk mencapai target tertentu, Anda harus memiliki serangan yang produktif, jika tidak maka itu tidak akan tercapai,” ujar Gasperini, menggarisbawahi pentingnya daya serang dalam perburuan gelar atau posisi papan atas.
Kepercayaan Gasperini terhadap Donyell Malen terlihat jelas dari pujian yang ia lontarkan kepada sang pemain setelah laga usai. “Saya sangat yakin dengan kualitasnya, dia akan mencetak banyak gol di liga ini,” kata Gasperini dengan optimisme.
Pelatih Roma tersebut menegaskan bahwa timnya memiliki kualitas dan kemampuan yang memadai untuk memaksimalkan potensi penyerang berusia 27 tahun itu. “Kami harus pandai menyuplai bola kepadanya, karena kami punya pemain-pemain yang cocok dengan karakteristiknya. Dia merupakan pemain dengan kemampuan yang sangat lengkap,” tambahnya, menyoroti sinergi antar pemain di lini serang.
Gasperini juga secara tegas menyatakan ambisi timnya untuk terus berjuang di pertandingan-pertandingan selanjutnya. “Kami selalu berusaha berada di level yang sama dengan para rival. Kami punya harapan dan keinginan untuk terus berkembang,” pungkas Gasperini, menunjukkan bahwa Roma tidak akan berpuas diri dengan pencapaian saat ini dan terus mengincar peningkatan performa.






