Pengumuman Pelatih Baru Liverpool
Liverpool dikabarkan akan segera mengumumkan Andoni Iraola sebagai pelatih baru yang akan menggantikan Arne Slot dalam beberapa hari ke depan. Pelatih berusia 43 tahun ini memiliki gaya permainan yang menyerang dan menyukai teknik gegenpressing, mirip dengan pendahulunya, Jurgen Klopp, yang sukses membawa Liverpool meraih gelar Liga Inggris.
Iraola akan dikontrak selama dua musim, yang merupakan pilihan favoritnya setelah sebelumnya melatih klub-klub seperti AEK Larnaca di Siprus, Mirandes dan Rayo Vallecano di Spanyol, hingga akhirnya menjadi pelatih Bournemouth pada tahun 2023. Kontrak jangka pendek ini dipilih karena ia lebih nyaman bekerja dalam durasi yang terbatas.
Kesepakatan Awal dan Pemilihan Asisten
Menurut laporan, Iraola telah mencapai kesepakatan lisan dengan Liverpool setelah Arne Slot dipecat akhir pekan lalu. Pengumuman resmi akan dilakukan dalam pekan ini. Rencananya, Iraola akan membawa dua asistennya dari Bournemouth, yaitu Tommy Elphick dan Shaun Cooper, meski proses negosiasi masih berlangsung.
Gaya Permainan yang Diinginkan Liverpool
Liverpool sangat ingin memiliki pelatih yang mampu memainkan tim dengan gaya sepak bola menyerang dan agresif. Saat berbicara kepada The Sunday Times pada tahun 2023, Iraola mengungkapkan bahwa gaya permainannya didasarkan pada pressing tinggi dan permainan cepat serta langsung. Ia lebih menyukai kekacauan daripada keteraturan atau bermain indah dalam permainan, serta menyukai teknik gegenpressing seperti yang dilakukan oleh Jurgen Klopp.
Iraola juga menekankan pentingnya risiko dalam bermain bola. “Ini soal seberapa besar Anda ingin mengambil risiko dengan bola. Saya selalu mengatakan kepada para pemain, setiap kali Anda merebut bola, pandangan pertama Anda bahkan tidak boleh tertuju pada pemain nomor sembilan, tetapi pada penjaga gawang. Bisakah Anda mencetak gol?” katanya.
Tantangan yang Menghadang
Apakah Iraola bisa menerapkan gaya bermainnya di Liverpool? Dan bagaimana dengan jadwal padat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya? Jawaban atas pertanyaan ini akan menarik untuk disaksikan. Orang terdekat Iraola mengungkapkan bahwa dia adalah sosok yang teliti dengan rutinitas. Dengan dasar itu, Iraola diharapkan dapat mempersiapkan timnya dengan kondisi terbaik untuk menghadapi pertandingan.
Selain strategi, faktor lain yang menjadi alasan Liverpool memilih Iraola adalah pengembangan sesi latihan dan pemain muda. Menurut sumber dari Bournemouth, Iraola lebih suka mengikuti semua sesi latihan dan berada di tengah-tengahnya daripada menyerahkannya kepada orang lain.
Masalah dengan Pemain Muda
Di akhir masa jabatan Arne Slot, kekhawatiran muncul saat para pemain muda dari akademi merasa diabaikan. Ada persepsi bahwa Liverpool di bawah asuhan Slot memiliki banyak waktu libur dan sesi latihan yang kurang efektif, yang berdampak pada performa mereka sepanjang musim karena tidak stabil.
Data menunjukkan bahwa selama musim 2024/2025, para pemain Liverpool mendapatkan 50 hari waktu libur, sedangkan pada musim keduanya (2025/2026) hanya 45 hari libur. Liverpool optimis bahwa di bawah asuhan Iraola, pola tersebut dapat berubah dengan menimbulkan sesi latihan yang lebih intens dan efisien.
Faktor yang Hilang
Salah satu ketakutan Liverpool musim lalu adalah hilangnya keangkeran Anfield. Keangkeran Anfield tidak seperti musim-musim sebelumnya yang pernah dibawa oleh Jurgen Klopp. Liverpool tidak hanya terseok-seok saat menghadapi pertandingan tandang, tetapi juga di kandang saat mereka bermain di hadapan penggemar mereka sendiri.
Liverpool membutuhkan seseorang yang mampu memimpin timnya untuk bermain dengan penuh energi dan mengembalikan tuah publik Anfield. Iraola memiliki tugas untuk menjadikan Anfield menjadi tim yang menakutkan bagi tamu mereka.
Komentar Mantan Kapten
Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, berkomentar bahwa dalam 10 pertandingan terakhir musim lalu, dan sebagian besar musim ini (2025/2026), mereka tidak terlihat seperti Liverpool. “Gaya permainan kami terkadang sulit untuk ditonton. Saya pikir gaya permainan Iraola akan cocok untuk Liverpool,” tambahnya.
Tekanan yang Akan Dihadapi
Di Bournemouth musim lalu, Iraola butuh tujuh sampai delapan pertandingan untuk bisa membuka perjalanan mereka yang mengesankan, tampil di ajang Eropa untuk pertama kalinya setelah finis di peringkat 6 klasemen akhir Liga Inggris. Tekanan yang dihadapi Iraola ketika timnya mendapat hasil minor dalam rentang waktu di atas saat berada di Bournemouth tidak ada apa-apanya ketika menangani Liverpool.
Ia akan mendapat tekanan sejak masa jabatannya melatih Virgin van Dijk dan kolega. “Tujuh atau delapan pertandingan pertama tidak berjalan sesuai rencana, tetapi begitu ia berhasil mengendalikan tim, hasilnya luar biasa,” beber sumber terdekat Iraola di Bournemouth.





