Larangan Perangkat Holeshot Depan Ditetapkan Segera
MotoGP telah mengumumkan larangan penggunaan perangkat pengarah start depan (front holeshot devices) secara segera. Keputusan ini akan berlaku mulai dari Grand Prix Jerman yang akan dihelat bulan depan. Selain itu, jarak antar pembalap dalam grid start juga akan diperluas.
Sebelumnya, keputusan ini telah dipertimbangkan setelah MotoGP melakukan uji coba perangkat tersebut selama sesi latihan. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para pembalap mengenai manfaat dan risiko penggunaan alat ini.
Perangkat holeshot bekerja dengan cara mengunci suspensi depan dan belakang motor pada titik terendah sebelum balapan dimulai. Dengan posisi motor yang lebih rendah, titik pusat gravitasi motor juga berubah, sehingga memberikan traksi ban belakang yang maksimal. Hal ini memungkinkan pembalap untuk menyalurkan tenaga mesin secara penuh tanpa kehilangan momentum akibat roda depan yang terangkat.
Sistem ini akan otomatis kembali ke posisi normal ketika pembalap melakukan pengereman keras saat memasuki tikungan pertama. Meskipun awalnya MotoGP dijadwalkan melarang perangkat holeshot depan dan belakang mulai tahun 2027, keputusan ini telah dipercepat. Artinya, hanya perangkat holeshot belakang yang akan digunakan mulai dari GP Belanda hingga akhir musim ini.
Perangkat holeshot depan menimbulkan kekhawatiran karena memaksa pembalap melakukan pengereman keras untuk menonaktifkannya di tikungan pertama. Selain itu, alat ini dinilai sebagai upaya pengembangan yang mahal tanpa memberikan peningkatan keseruan balapan. Pengereman keras ini berpotensi menyebabkan tabrakan beruntun antara pembalap yang sudah tiba lebih dulu di tikungan pertama dengan pembalap lain di belakangnya.
Perubahan Tata Letak Grid Start
Mulai dari balapan berikutnya, GP Jerman di Sachsenring, tata letak grid akan berubah di semua kelas. Jarak antar pembalap akan diperpanjang dari tiga meter menjadi empat meter. Di samping itu, setiap baris juga akan diberi jarak dari sembilan meter menjadi 12 meter. Namun, jumlah pembalap per baris tetap tiga orang.
Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran baru-baru ini terkait keselamatan saat start balapan. Perubahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pembalap memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan menghindari risiko tabrakan.
Batasan Pembalap Per Pabrikan
Selain itu, Komisi Grand Prix juga mengumumkan batasan enam pembalap per pabrikan di MotoGP mulai tahun 2028. Artinya, sebuah pabrikan dapat memasok satu tim pabrikan dan dua tim satelit. Aturan ini sudah diterapkan di MotoGP dengan Ducati memasok tiga tim (tim pabrikan, Gresini, dan VR46) setelah Pramac beralih ke Yamaha mulai tahun 2025.
Dengan begitu, tidak ada pabrikan lain yang memasok lebih dari dua tim. Aturan ini berlaku berdasarkan kesepakatan kerja sama lima pabrikan di MotoGP; yang akan berlaku setidaknya hingga tahun 2031 setelah kelima pabrikan – Ducati, Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha – serta promotor seri MotoGP Sports Entertainment Group mengumumkan Perjanjian Concorde baru yang mencakup lima tahun berikutnya.





