Bagnaia Tinggalkan Ducati 2027, Digantikan Acosta

Perjalanan Francesco Bagnaia Bersama Ducati

Setelah delapan musim berlaga bersama tim Ducati, serta meraih dua gelar juara MotoGP dengan tim pabrikan, Francesco Bagnaia akan meninggalkan Tim Merah, Ducati Lenovo, pada akhir musim ini. Kepergian Bagnaia ini sudah diduga sejak lama, mengingat Ducati telah mengumumkan kedatangan Pedro Acosta yang akan menggantikannya. Acosta juga telah mendapatkan izin dari Aprilia untuk bergabung.

Bagnaia akan menggantikan Jorge Martin dan menjadi rekan setim Marco Bezzecchi. Musim 2027 akan menjadi awal baru, tidak hanya bagi MotoGP dengan masuknya era motor 850cc, tetapi juga bagi Bagnaia yang selama ini telah menjalani seluruh kariernya bersama Ducati.

Kiprah Bagnaia di Ducati

Bagnaia memulai kariernya di MotoGP dengan bergabung ke tim Pramac Ducati pada 2019, sebelum berpindah ke tim Ducati Lenovo pada 2021 dan tetap berada di sana hingga saat ini. Dalam perjalanannya, Bagnaia dikenang sebagai pembalap Ducati yang paling sukses dalam sejarah MotoGP, dengan dua gelar juara, 31 kemenangan, 63 podium, dan 28 posisi pole.

Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Bagnaia. Ia menilai bahwa Bagnaia memiliki semangat yang luar biasa dan cepat dalam beradaptasi. “Dia adalah salah satu pembalap yang langsung memancarkan percikan semangat. Kami mencarinya dan menginginkannya sejak usia sangat muda untuk membangun proyek di sekitarnya,” ujarnya.

Dall’Igna juga menegaskan bahwa Bagnaia berhasil membawa Desmosedici GP ke potensi penuhnya. “Kami berhasil mencapainya,” tambahnya. Ia menilai bahwa kerja keras seluruh tim dan teknologi menjadi faktor penting, tetapi lebih utama adalah bakat Bagnaia yang telah membawa kembali warna merah Ducati ke puncak peringkat.

Hubungan yang Kuat antara Bagnaia dan Ducati

“Hubungan yang sama inilah yang memungkinkan kami mengatasi masa-masa sulit, selalu bersatu. Pecco akan selamanya menjadi juara dalam sejarah Borgo Panigale dan juga dalam sejarah pribadi saya,” lanjut Dall’Igna. Ia juga menyatakan bahwa Bagnaia mewujudkan mimpi masa kecilnya, dan Ducati meraih mimpi mereka bersamanya.

“Dalam sebuah hubungan, tidak selalu mudah untuk mengenali dan memahami kapan sebuah siklus telah berakhir dan perubahan diperlukan,” ujarnya. Meskipun kepergian Bagnaia akan menjadi perubahan besar, Dall’Igna menekankan bahwa ikatan kasih sayang timbal balik yang mendalam akan tetap ada.

Kepergian Pemain Lain di Tim Ducati

Kepergian Bagnaia bukanlah satu-satunya perubahan di tim Ducati. Fabio Di Giannantonio diperkirakan akan bergabung dengan KTM, begitu pula Alex Marquez. Sementara itu, Pedro Acosta resmi meninggalkan KTM dan bergabung dengan tim pabrikan Ducati, bersama Marc Marquez, untuk era MotoGP 850cc yang baru pada tahun 2027.

Pedro Acosta Bergabung dengan Ducati

Kesepakatan ini diumumkan setelah konfirmasi kepergian juara dunia dua kali Ducati, Francesco Bagnaia. Acosta akan berduet dengan Marc Marquez, salah satu pembalap MotoGP sepanjang masa. Prestasi Acosta tidak diragukan lagi. Ia meraih Juara Moto3 di musim perdananya, lalu meraih gelar Moto2 pada musim berikutnya, sebelum bergabung dengan MotoGP pada 2024.

Meskipun belum memenangkan Grand Prix di kelas utama, Acosta telah unggul jauh dari pembalap KTM lainnya sejak pertengahan musim lalu. Ia merayakan kemenangan Sprint pertamanya di Buriram dan beberapa kali berjuang untuk meraih kemenangan Grand Prix. Kekalahan di tangan Marc Marquez di Hungaria membuatnya memiliki podium terbanyak (13) tanpa kemenangan MotoGP.

Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, menyampaikan bahwa Acosta merupakan kandidat ideal untuk masa depan Tim Ducati Lenovo. “Pedro, selain memiliki bakat yang tak diragukan lagi, telah menunjukkan kematangan yang luar biasa,” katanya. Ia menilai bahwa kedatangannya akan menjadi stimulus bagi semua orang, dan Ducati akan mendukungnya dalam perjalanan menuju kematangan penuh sebagai seorang pembalap.

Pos terkait