Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Tua
Masih banyak orang yang percaya bahwa hipertensi hanya menyerang orang tua. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya. Kini, kasus tekanan darah tinggi semakin sering ditemukan pada usia muda. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola hidup yang tidak sehat.
Menurut dr. Nusa Purnawan Putra, Sp.PD, seorang dokter spesialis penyakit dalam, hipertensi kini muncul lebih dini karena kebiasaan masyarakat yang tidak sehat. Dalam sebuah talkshow kesehatan virtual yang diadakan oleh akun Instagram Kementerian Kesehatan, ia menyampaikan bahwa insidensi hipertensi semakin meningkat pada usia muda.
Kombinasi Jeroan, Rokok, dan Kurang Gerak Jadi Bom Waktu
Meski makan jeroan sering dianggap sebagai penyebab utama hipertensi, dr. Nusa menjelaskan bahwa masalah muncul ketika kebiasaan tersebut bertemu dengan faktor risiko lain. Misalnya, seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi tetapi rutin merokok, jarang beraktivitas fisik, atau memiliki penumpukan lemak di tubuh, memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.
Kondisi ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, sarapan bubur ayam dengan sate usus, kemudian merokok setelah makan, dan minimnya aktivitas fisik. Semua faktor ini bersama-sama memperparah risiko terkena hipertensi.
Garam Tinggi Jadi Sahabat Dekat Tapi Jahat
Selain jeroan, konsumsi garam yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor yang sering terlupakan. Dr. Nusa menjelaskan bahwa garam tinggi bisa sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan tekanan darah. “Kita disarankan mengonsumsi kurang dari 2 gram garam per hari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa garam tinggi bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga memengaruhi tekanan darah. Maka dari itu, penting untuk membatasi konsumsi garam dalam makanan sehari-hari.
Olahraga Penting, Tapi Bukan Alat Tawar
Beberapa orang menganggap bahwa olahraga bisa menjadi alasan untuk tetap makan jeroan. Namun, dr. Nusa menilai pandangan ini kurang tepat. “Jangan sampai jadi alat tawar. Makan jeroan banyak deh, kan habis ini bisa olahraga. Makan jeroan banyak deh, kan habis ini bisa minum obat kolesterol. Nah, itu tidak disarankan,” tegasnya.
Ia menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan minimal 150 menit per minggu. Aktivitas fisik yang disarankan adalah yang kontinu dan ritmik. Minimal 150 menit seminggu atau 30 menit sehari dalam 5 hari.
Bahaya Hipertensi Mengintai Kesehatan Mata Sampai Ginjal
Hipertensi yang tidak dikontrol bisa merusak banyak organ tubuh. “Kalau tekanan airnya terlalu tinggi, maka rumput, pohon tanaman kita akan rusak. Sama kayak tubuh kita. Kalau tekanan darahnya terlalu tinggi, itu bisa merusak pembuluh darah kecil,” ujar dr. Nusa.
Dampak dari hipertensi yang tidak terkontrol antara lain:
– Gangguan penglihatan mendadak
– Kerusakan ginjal
– Stroke
– Serangan jantung koroner
– Gangguan pembuluh darah otak
Sudah Minum Obat, Masih Boleh Makan Bebas?
Dr. Nusa menegaskan bahwa penggunaan obat hipertensi bukan berarti bebas makan apa saja. “Tidak bisa kita memberikan paradigma pasien bahwa tenang aja ada obat saja, tetapi non-medikamentosanya tidak dilakukan dengan benar,” katanya.
Ia menekankan bahwa pengobatan harus dibarengi dengan perubahan gaya hidup. Mulai dari menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi garam, hingga mengatur konsumsi jeroan. “Hipertensi itu tidak dapat sembuh. Hipertensi hanya bisa dikontrol,” pungkasnya.






