Keuntungan yang Dimiliki Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan sebuah turnamen baru yang dibentuk setelah diskusi antara FIFA dan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Turnamen ini direncanakan akan berlangsung dari tanggal 21 September hingga 6 Oktober 2026, yang bertepatan dengan FIFA Matchday. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi ini memiliki peran penting dalam jadwal internasional sepak bola.
Format Turnamen yang Berbeda
Salah satu aspek terpenting dari FIFA ASEAN Cup 2026 adalah formatnya yang dibagi menjadi dua divisi, mirip dengan UEFA Nations League. Divisi Pertama akan diikuti oleh tim-tim unggulan seperti Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Sementara itu, Divisi Kedua akan diisi oleh tim-tim seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Timor Leste, Brunei, dan mungkin Hong Kong.
Indonesia akan menjadi tuan rumah Divisi Pertama, sedangkan Hong Kong akan menjadi tuan rumah Divisi Kedua. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam kompetisi ini.
Kondisi yang Menguntungkan bagi Timnas Indonesia
Menurut media Vietnam Bongda24h, kondisi turnamen yang digelar selama FIFA Matchday memberikan keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Karena turnamen ini termasuk dalam FIFA Matchday, klub-klub di seluruh dunia wajib melepaskan pemain mereka ke tim nasional. Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia karena skuad Garuda bisa diperkuat oleh para pemain bintang yang bermain di Eropa.
“Langkah strategis ini sangat penting karena ketika turnamen menjadi bagian dari FIFA Matchday, klub-klub di seluruh dunia wajib melepas pemain mereka,” tulis Bongda24h. “Bagi tim seperti Indonesia, yang memiliki skuad pemain naturalisasi berkualitas yang saat ini bermain di Eropa, peraturan ini merupakan hadiah yang sangat berharga dari FIFA.”
Keuntungan Tambahan sebagai Tuan Rumah
Selain itu, status sebagai tuan rumah Divisi Pertama juga memberikan keuntungan tambahan bagi Indonesia. “Bermain di satu negara memberikan Indonesia keuntungan psikologis yang besar dan dukungan dari penonton tuan rumah,” tulis Bongda24h. “Di Asia Tenggara, stadion-stadion di Indonesia selalu dianggap sebagai kandang yang membuat tim mana pun sulit untuk menang.”
Sebagai tuan rumah Divisi Pertama, Garuda tidak akan menghadapi kerugian dalam hal kondisi dan tempat pertandingan, serta akan didukung oleh puluhan ribu penggemar yang bersemangat.
Tantangan bagi Tim-Tim Kuat
Di sisi lain, tim-tim seperti Vietnam dan Thailand akan menghadapi tantangan untuk mengatasi tekanan bermain di Indonesia. “Dengan tantangan berkompetisi di Indonesia, tim-tim seperti Vietnam dan Thailand perlu mempersiapkan diri secara mental untuk mengatasi tekanan dari para pendukung,” tulis Bongda24h.
Final awal antara Vietnam dan Indonesia, atau Thailand dan Indonesia, akan berlangsung di kandang lawan, mendorong tingkat persaingan ke titik tertinggi sejak babak pertama.
Format Turnamen yang Masih Dalam Proses Finalisasi
Meski jadwal turnamen sudah ditetapkan, FIFA sejauh ini belum mengumumkan format resmi untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, menurut laporan Soha, enam tim di setiap divisi akan dibagi menjadi dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim. Dua tim teratas dari setiap grup akan lolos ke babak semifinal, sementara dua tim juru kunci (Divisi Pertama) akan bertanding untuk menghindari degradasi.
Baik fase grup maupun fase gugur akan menggunakan format satu pertandingan, sehingga setiap tim maksimal akan memainkan empat laga. Dengan demikian, turnamen ini akan menjadi ajang kompetitif yang menarik bagi seluruh peserta.






