Meisya Siregar Tertahan di Makkah Akibat Perang Iran-AS

Dampak Konflik Global: Meisya Siregar dan Ribuan Jemaah Tertahan di Arab Saudi

Konflik global yang meletus antara Iran dan Amerika Serikat baru-baru ini menimbulkan gelombang kekhawatiran hingga ke berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali, dampaknya turut dirasakan oleh para jemaah yang tengah melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Salah satu tokoh publik yang mengalami situasi tak terduga ini adalah aktris Meisya Siregar, yang bersama suaminya, musisi Bebi Romeo, harus menunda kepulangan mereka ke Tanah Air akibat penutupan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.

Meisya Siregar dan Bebi Romeo diketahui telah tiba di Mekkah pada tanggal 24 Februari 2026 untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, tepat pada Sabtu, 28 Februari 2026, eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat pecah, menciptakan ketidakpastian di berbagai sektor, termasuk transportasi udara. Ketika tiba waktunya untuk kembali ke Indonesia, Meisya, yang berusia 46 tahun, mendapati dirinya dan suaminya tertahan di Mekkah. Keputusan penutupan airspace oleh Uni Emirat Arab yang berdampak pada penerbangan dari dan ke Arab Saudi membuat rencana kepulangan mereka terhenti.

“Trus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel ga bisa pulang ??? Airspace UEA closed untuk waktu yg ga pasti,” tulis Meisya melalui unggahan di akun media sosialnya, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan publik.

Situasi Genting di Bandara Jeddah

Tiga hari berselang setelah mengumumkan pembatalan penerbangannya, Meisya Siregar kembali memberikan pembaruan mengenai kondisinya. Melalui unggahan di Instagram Story, ibu dari tiga anak ini memperlihatkan situasi yang terjadi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Dapat terlihat jelas bahwa bandara tersebut dipenuhi oleh lautan jemaah yang juga tengah menunggu kepastian jadwal keberangkatan mereka untuk kembali ke Tanah Air. Keramaian dan kepadatan menjadi pemandangan yang dominan, mencerminkan antrean panjang para jemaah yang berharap segera dapat pulang.

“Ini para jamaah yang ada di bandara haji,” ujar Meisya, menggambarkan suasana yang sangat padat. Ia mengungkapkan harapan tulus agar seluruh jemaah yang berada di bandara tersebut mendapatkan kepastian mengenai jadwal keberangkatan mereka. “Mudah-mudahan mereka semua punya kepastian untuk berangkat, segini banyak nih jamaahnya,” tambahnya, menyiratkan skala masalah yang dihadapi oleh ribuan jemaah lainnya.

Perjalanan Meisya Siregar dan Bebi Romeo menuju bandara pun tidak luput dari tantangan. Mereka sempat dilanda kecemasan akibat keterlambatan mobil jemputan yang mereka andalkan. Keterlambatan ini disebabkan oleh penutupan sejumlah jalanan di sekitar area tersebut, yang mempersulit akses transportasi.

“Alhamdulillah setelah jalanan banyak yang ditutup sampai juga mobilnya, alhamdulillah, udah deg-degan,” ungkap Meisya dalam unggahan Instagram Story lainnya, menggambarkan rasa lega setelah akhirnya mobil jemputan tiba. Ia menambahkan bahwa mobil tersebut terlambat datang lebih dari satu jam, sebagian besar karena kepadatan lalu lintas yang sudah umum terjadi di area Zam-zam, terutama pada jam-jam menjelang dan sesudah waktu salat. Situasi ini menambah kompleksitas bagi para jemaah yang berusaha mencapai bandara di tengah kondisi yang tidak pasti.

Ribuan Jemaah Indonesia Terjebak

Kementerian Haji dan Umrah melalui juru bicaranya, Ichsan Marsha, mengonfirmasi bahwa penutupan sejumlah penerbangan akibat konflik global tersebut berdampak pada ribuan jemaah umrah asal Indonesia. Menurut Ichsan, lebih dari 58 ribu jemaah umrah Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi. Angka ini menunjukkan skala permasalahan yang jauh lebih besar dari sekadar satu atau dua individu, melainkan sebuah fenomena yang melibatkan puluhan ribu warga negara Indonesia yang tengah menunaikan ibadah.

“58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ucap Ichsan pada hari Senin, menggarisbawahi urgensi penanganan situasi ini.

Kisah Selebgram Marissya Icha

Meisya Siregar bukanlah satu-satunya tokoh publik yang mengalami penundaan kepulangan. Selebgram Marissya Icha juga dilaporkan sempat tertahan di Bandara Jeddah saat hendak kembali ke Tanah Air. Melalui unggahan di akun Instagramnya, @marissyaicha, sahabat dari pengusaha Fitri Salhuteru ini menyampaikan informasi mengenai pembatalan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jeddah.

“Jeddah International Airport,” tulis Marissya sebagai keterangan lokasi pada unggahannya, mengindikasikan tempat ia berada saat itu. Ia mengonfirmasi bahwa “Semua penerbangan di-cancel,” pada hari Senin tersebut, menambah daftar panjang jemaah yang menghadapi ketidakpastian.

Beruntungnya, bagi Marissya, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Ibu satu anak ini akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Tanah Air. Sebelum lepas landas, Marissya tak henti-hentinya memanjatkan doa, memohon kelancaran dan keselamatan dalam perjalanannya.

“Bismillah, hanya penerbangan kita yang terbang hari ini, bismillah. Lahaula Wala Quwata Illa Billahil Aliyil Adzim,” pungkasnya, menunjukkan keteguhan iman dan harapan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa dampak sebuah konflik global dapat menjangkau berbagai aspek kehidupan, termasuk perjalanan spiritual jutaan orang.

Pos terkait