Persiapan Operasi Sumur AMJ-B1
PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field telah menetapkan rencana untuk melakukan tajak (pemboran) pada Sumur AMJ-B1 di akhir Mei 2026. Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas dan mendukung ketahanan energi nasional, perusahaan ini telah melakukan berbagai persiapan yang matang sejak awal.
Menjelang pelaksanaan operasi tersebut, Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field mengadakan kegiatan sosialisasi serta syukuran bersama pemerintah desa, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), dan perwakilan masyarakat di Balai Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (22/5) kemarin. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
Dalam forum tersebut, Pertamina EP menyampaikan informasi terkait rencana pemboran, tahapan operasional, hingga aspek keselamatan dan keamanan kerja yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, perusahaan juga memaparkan kesiapan teknis dan koordinasi lintas fungsi yang telah dilakukan. Mereka menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses operasi berjalan sesuai ketentuan dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan, dan harmonisasi dengan masyarakat sekitar.
Sumur AMJ-B1 merupakan bagian dari program strategis Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional. Keberadaan sumur ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat keberlanjutan operasi hulu migas di wilayah Indramayu. Seluruh tahapan perencanaan dan persiapan operasi telah melalui kajian teknis serta pemenuhan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh terbangunnya komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder di sekitar wilayah kerja. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran operasi pemboran.
Ia menegaskan bahwa Pertamina EP berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka, responsif terhadap dinamika di lapangan, serta memastikan kegiatan operasi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Kami ingin seluruh tahapan operasi dapat dipahami secara terbuka oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Dukungan serta kolaborasi yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi operasi yang aman, lancar, dan kondusif,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sliyeg, Warsito, mengapresiasi langkah Pertamina EP yang mengedepankan komunikasi sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan, pemerintah desa dan masyarakat mendukung rencana operasi tersebut selama dilaksanakan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.
Hal senada disampaikan Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana. Ia berharap kegiatan operasi yang dijalankan Pertamina EP dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik serta komunikasi yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur menjelang pelaksanaan tajak sumur, kegiatan juga dirangkai dengan pemberian bantuan tali kasih kepada Dhuafa di Desa Sliyeg. Momentum tersebut menjadi simbol harapan bersama agar pelaksanaan operasi Sumur AMJ-B1 dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional.






