Mental Baja Persebaya: Tavares Tingkatkan Pede 200% Jelang Duel Panas

Persebaya Surabaya: Ujian Mental di Markas Persijap Jepara Pasca Kekalahan Kandang

Persebaya Surabaya dihadapkan pada sebuah ujian krusial yang tidak hanya menguji taktik dan strategi, tetapi juga mentalitas para pemainnya. Pelatih Bernardo Tavares tengah berupaya keras menempa kekuatan mental skuadnya jelang pertandingan tandang yang diprediksi akan berlangsung sengit melawan Persijap Jepara. Duel yang merupakan bagian dari pekan ke-22 Liga Super 2025/2026 ini diprediksi akan menyajikan drama tinggi, mengingat kedua tim datang dengan bekal hasil yang mengecewakan dari pertandingan sebelumnya.

Bagi Persebaya Surabaya, kekalahan di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, dari Bhayangkara FC pada pekan ke-21 lalu merupakan pukulan telak. Stadion yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu justru menjadi saksi bisu kegagalan Green Force meraih poin penuh. Situasi yang hampir serupa juga dialami oleh Persijap Jepara. Tim asal Jepara tersebut baru saja menelan kekalahan telak 4-0 dari Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, sebuah hasil yang tentu menyisakan luka bagi para pemainnya.

Kewaspadaan Tinggi Bernardo Tavares

Kondisi kedua tim yang sama-sama terluka justru memicu alarm kewaspadaan tinggi dari Bernardo Tavares. Ia tidak ingin anak asuhnya menjadi lengah atau meremehkan lawan hanya karena Persijap Jepara tengah dalam tren negatif. Tavares menekankan pentingnya menjaga motivasi tetap tinggi, bahkan lebih tinggi dari lawan.

“Jangan lupa, tim yang baru kalah telak akan memotivasi pemainnya 200% untuk bangkit. Mereka pasti akan menganalisis kita. Kita harus punya motivasi yang sama tingginya karena kita juga kalah di kandang,” ujar Tavares, menggambarkan betapa pentingnya mentalitas dalam pertandingan ini.

Ucapan pelatih asal Brasil ini menegaskan bahwa laga tandang kali ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa. Ini adalah pertarungan adu mental, adu karakter, dan adu kesiapan untuk bangkit setelah sama-sama terpukul. Siapa yang mampu bangkit lebih kuat, dialah yang akan meraih kemenangan.

Statistik Persebaya Surabaya: Modal Positif di Laga Tandang

Secara statistik, Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki modal yang lebih meyakinkan dibandingkan Persijap Jepara jika melihat performa keseluruhan. Dalam lima pertandingan terakhir di liga, Persebaya mampu mencetak 10 gol, sebuah produktivitas yang cukup baik untuk lini serang mereka. Dibandingkan dengan Persijap Jepara yang hanya mampu mengemas tiga gol dalam periode yang sama, angka ini bisa menjadi sinyal positif bagi Green Force.

Namun, Tavares tentu tidak ingin anak asuhnya hanya terpaku pada angka statistik semata. Ia sadar bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi, terutama ketika menghadapi tim yang sedang berjuang untuk bangkit.

Salah satu fakta menarik yang menjadi sorotan adalah performa tandang Persebaya Surabaya di musim ini. Anehnya, ketika bermain jauh dari markas sendiri, mental dan konsistensi Persebaya justru terlihat lebih stabil. Dari 10 laga tandang yang telah dilakoni, Persebaya Surabaya berhasil membukukan empat kemenangan, lima kali bermain imbang, dan hanya mengalami satu kekalahan. Mereka berhasil mencetak 12 gol dan hanya kebobolan enam gol, menghasilkan surplus enam gol serta mengumpulkan total 17 poin dari laga tandang.

Catatan impresif di laga tandang ini tentu memberikan sedikit kelegaan bagi para suporter setia Persebaya, Bonek. Optimisme mengalir deras di media sosial, bahkan diungkapkan dengan gaya khas Bonek yang penuh guyonan. Ungkapan seperti, “Lek mode away ditinggal turu karo mangan soto menang dewe,” mencerminkan kepercayaan tinggi suporter terhadap performa tandang tim kesayangan mereka.

Dukungan tak kalah semangat datang dari suporter lain yang berharap timnya bisa segera bangkit. “Ayo comeback o mosok laga kandang kalah, lak tandang menang, ga sakno seng budal ndukung nak gbt ta, ayoo comeback o jollll????,” tulis seorang Bonek, menunjukkan semangat pantang surut meski baru saja merasakan kekecewaan di kandang sendiri.

Slogan khas suporter yang mengacu pada identitas tim pun kembali digaungkan. Simbol hiu dan buaya, yang menjadi lambang kebanggaan Persebaya, kembali muncul. “Mode away:????????,” tulis seorang Bonek, diikuti dengan pernyataan optimisme yang kuat, “Fix menang vs persijap,soale mode away????????????.” Tuntutan untuk meraih kemenangan dan membalas kekecewaan di laga sebelumnya juga menjadi suara mayoritas pendukung. “Lawan Persijap jepara harus menang lagi, tembusin kekalahan kemarin lawan Bhayangkara FC,” tegas seorang Bonek.

Evaluasi dan Sikap Sportif Bernardo Tavares

Terlepas dari hasil yang mengecewakan, Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportifitas yang patut diacungi jempol. Setelah kekalahan dari Bhayangkara FC, ia tidak mencari kambing hitam atau menyalahkan siapapun. Sebaliknya, ia memberikan apresiasi kepada tim lawan atas performa mereka.

“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares, mengakui keunggulan lawan dalam memanfaatkan peluang.

Evaluasi ini menjadi bahan refleksi yang sangat penting sebelum menghadapi Persijap Jepara. Tavares menilai bahwa efektivitas lawan dan kelengahan di momen-momen krusial tidak boleh terulang kembali.

Meskipun demikian, Tavares tetap melihat adanya karakter kuat dalam timnya. Ia menyoroti respons para pemain setelah turun minum dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, yang menunjukkan daya juang tinggi dan semangat pantang menyerah.

“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada,” jelasnya.

Bagi Tavares, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari dinamika kompetisi sepak bola yang penuh pasang surut. Yang terpenting adalah bagaimana tim merespons hasil buruk tersebut dan belajar dari setiap kesalahan.

Fokus Penuh untuk Bangkit

Kini, fokus seluruh tim Persebaya Surabaya sepenuhnya diarahkan pada laga tandang melawan Persijap Jepara. Tavares ingin kekalahan di kandang menjadi bahan bakar motivasi, bukan menjadi beban mental yang menghambat langkah mereka.

“Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Pertandingan melawan Persijap Jepara ini akan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi Persebaya Surabaya. Jika mereka mampu menerapkan “mode away” yang sering kali terlihat lebih solid dan terbukti mampu memberikan hasil positif, maka laga di markas Persijap Jepara ini bisa menjadi titik balik kebangkitan Green Force di Liga Super 2025/2026. Persebaya harus menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan membuktikan diri sebagai tim yang tangguh, baik di kandang maupun di luar kandang.

Pos terkait