Meski Sehat, Trump Diminta Turunkan Berat Badan

Kondisi Kesehatan Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang sangat baik. Meski demikian, dokter menyarankan agar ia menurunkan berat badan. Hasil pemeriksaan kesehatan tahunan menunjukkan bahwa Trump “sepenuhnya layak untuk melaksanakan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara.”

Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-80. Dokter presiden, Kapten Angkatan Laut AS Sean Barbabella, menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut dalam sebuah memo yang diterbitkan oleh Gedung Putih.

Memo setebal tiga halaman itu menjelaskan bahwa Trump memiliki fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat. Selain itu, Trump juga menerima konseling pencegahan, termasuk panduan tentang diet, rekomendasi untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan berkelanjutan.

Trump memiliki tinggi 6 kaki 3 inci (191 cm) dan berat 238 pon (108 kilogram), yang lebih berat 14 pon (6,4 kilogram) dari pemeriksaan medis tahunan terakhirnya pada bulan April tahun lalu. Usia jantung Trump diperkirakan “sekitar 14 tahun lebih muda dari usia kronologisnya.” Ia juga mendapatkan skor “30 dari 30” dalam penilaian kognitif.

Kesehatan Trump Jadi Sorotan

Donald Trump, yang akan berusia 80 tahun pada 14 Juni 2026, mengonsumsi tiga jenis obat. Dua di antaranya digunakan untuk mengontrol kolesterol, sedangkan yang ketiga adalah aspirin untuk “pencegahan penyakit jantung.” Beberapa kali, Trump terlihat dengan memar di tangan kanannya, yang biasanya ditutupi dengan riasan.

Menurut memo, ekimosis (memar) di tangan Trump sesuai dengan iritasi jaringan lunak ringan terkait dengan seringnya berjabat tangan dalam konteks penggunaan aspirin untuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Selama acara di Gedung Putih, Trump juga terlihat seolah-olah memejamkan mata selama beberapa detik, meskipun ia membantah tertidur.

Gedung Putih sempat mengungkapkan bahwa Trump telah menjalani evaluasi karena pembengkakan di kakinya dan didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan, kram, dan perubahan kulit. Pengungkapan ini muncul setelah Trump terlihat dengan pergelangan kaki bengkak dalam beberapa kesempatan.

Memo tersebut juga mencatat “bekas luka di telinga kanan yang sesuai dengan cedera tembak sebelumnya.” Trump diketahui menjadi sasaran percobaan pembunuhan dalam sebuah rapat umum di Butler, Pennsylvania pada tahun 2024. Seorang pria bersenjata melepaskan beberapa tembakan, menewaskan seorang peserta rapat umum dan melukai telinga presiden secara ringan.

Pengakuan Trump

Trump sebelumnya pernah berbicara tentang penggunaan aspirinnya, dengan mengatakan bahwa ia telah mengonsumsi dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan selama 25 tahun terakhir. Ia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dia mengonsumsi 325 mg aspirin per hari, bukan dosis 81 mg yang terkadang direkomendasikan oleh dokter, karena tidak ingin darah kental mengalir melalui jantungnya.

Trump juga mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk tidak melakukan bentuk olahraga teratur apa pun selain bermain golf. “Aku memang tidak menyukainya. Itu membosankan,” katanya. “Berjalan di atas treadmill atau berlari di atas treadmill selama berjam-jam seperti yang dilakukan sebagian orang, itu bukan untukku,” lanjut dia.

Meskipun tidak wajib, tes medis tahunan ini telah dianggap sebagai hal rutin dalam beberapa dekade terakhir. Kesehatan mantan Presiden Joe Biden, yang berusia 78 tahun saat menjabat pada tahun 2021, menjadi subjek pengawasan publik yang intens menjelang akhir masa jabatannya.

Pos terkait