Mewah Tak Bayar Utang: Kronologi Tagih Rp700 Juta ke Vicky Prasetyo

Kisah Pilu Nunun Lusida: Jerat Utang Rp700 Juta dengan Janji Modal Politik

Seorang wanita bernama Nunun Lusida (60) baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku sebagai korban dari aktor yang kerap menghiasi layar kaca, Vicky Prasetyo. Pengakuan ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan sebuah kisah pilu tentang kepercayaan yang dikhianati, melibatkan jumlah uang yang fantastis dan janji-janji yang tak kunjung ditepati. Nunun secara terbuka menyatakan bahwa ia telah meminjamkan uang sebesar Rp700 juta kepada Vicky Prasetyo, yang konon diperuntukkan sebagai modal politik.

Cerita ini bermula dari narasi perjuangan dan ambisi politik yang disampaikan oleh Vicky Prasetyo kepada Nunun. Dengan nada yang penuh getir, Nunun mengungkapkan bahwa ia tergerak untuk memberikan pinjaman ratusan juta rupiah tersebut karena rasa percaya yang mendalam. Ia terkesan dengan visi dan misi politik yang diutarakan oleh sang artis. Namun, harapan besar yang sempat membuncah kini berubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Janji pelunasan yang telah diutarakan tak kunjung terealisasi, meninggalkan Nunun dalam situasi yang sulit.

Dilema Finansial dan Gaya Hidup Mewah yang Bertolak Belakang

Drama semakin memanas ketika Nunun mulai mempertanyakan itikad baik Vicky Prasetyo. Apa yang paling mengiris hatinya adalah ketika ia kerap melihat gaya hidup mewah Vicky terpampang jelas di berbagai platform media sosial. Potret liburan eksotis, koleksi kendaraan mewah, hingga berbagai aktivitas glamor lainnya yang dibagikan sang aktor, dinilai sangat bertolak belakang dengan kondisi utang yang belum terselesaikan.

“Saya lihat di media sosial, usahanya terlihat maju, membuka bisnis, beli rumah miliaran. Tapi kenapa uang saya tidak dikembalikan?” ujar Nunun sambil menahan tangis saat menggelar jumpa pers di daerah Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (16/2/2026). Pertanyaan retoris ini mencerminkan frustrasi dan keputusasaan yang dirasakan Nunun atas situasi yang dihadapinya.

Hingga saat ini, Nunun mengaku belum melihat adanya itikad baik dari Vicky untuk mengembalikan dana yang telah dipinjamkannya. Alih-alih mendapat kepastian, Nunun justru kerap menerima dalih dari Vicky setiap kali ia mencoba menagih.

“Terakhir komunikasi dengan Vicky Prasetyo di bulan kemarin. Berjanji akan memenuhi, akan transfer uang. Dia meminta nomor rekening saya. Saya sudah memberikan. Katanya, ‘Senin ingatkan lagi ke saya.’ Sampai Senin tidak ada,” tutur Nunun, menggambarkan betapa berbelitnya komunikasi yang ia jalani.

“Tidak ada jawaban, tidak ada balasan. Sampai detik ini tidak ada jawaban apa pun ke saya,” tambahnya, menunjukkan kekecewaan atas minimnya respons dari Vicky.

Situasi Nunun semakin memprihatinkan ketika kuasa hukumnya, James Tambunan, mengungkapkan kondisi kliennya yang tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Klien kami ini sampai harus memikirkan biaya hidup sehari-hari. Sementara yang bersangkutan masih aktif tampil di televisi dan menjalankan berbagai usaha,” ucap James, menyoroti kontras antara kondisi Nunun dan aktivitas Vicky yang masih produktif di dunia hiburan.

Harapan untuk Pelunasan dan Kronologi Awal Masalah

Di tengah segala kerumitan ini, Nunun hanya memiliki satu harapan sederhana: agar Vicky Prasetyo segera melunasi utang tersebut. “Saya tidak minta lebih. Saya hanya ingin uang saya dikembalikan untuk kehidupan saya dan anak-anak,” tutur Nunun dengan suara lirih, menekankan bahwa tujuannya adalah untuk memulihkan kondisi finansialnya demi kelangsungan hidupnya dan keluarga.

Untuk memahami akar permasalahan ini, perlu ditelusuri kembali kronologi awal terjadinya pinjaman tersebut. Vicky Prasetyo diyakini telah meyakinkan keluarga Nunun untuk meminjamkan dana sebesar Rp700 juta dengan dalih sebagai modal politik. Tidak hanya itu, Vicky juga disebut-sebut berjanji akan menggandeng mantan suami Nunun sebagai calon wakil bupati di Kabupaten Bandung Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.

Pada saat itu, Nunun menyebutkan bahwa Vicky berjanji akan mengembalikan seluruh uang pinjaman tersebut dalam tempo tiga hari. Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Lebih jauh lagi, rencana Vicky untuk menggandeng mantan suami Nunun dalam kontestasi politik pun tidak jadi kenyataan. Akibatnya, uang pinjaman tersebut hingga kini belum juga dikembalikan, meninggalkan Nunun dalam jeratan utang dan kekecewaan yang mendalam.

Upaya untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Vicky Prasetyo terkait tudingan ini masih terus dilakukan, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima. Kisah Nunun Lusida ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam urusan finansial, terutama ketika melibatkan janji-janji yang besar dan sosok yang belum sepenuhnya teruji kredibilitasnya.

Pos terkait