Baznas DIY Rayakan Milad ke-25, Fokus Gerakan Sadar Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memasuki usia seperempat abad pada tahun 2026 ini, sebuah pencapaian signifikan yang menandai 25 tahun pengabdian dalam mengelola dan mendistribusikan zakat. Memperingati momen penting ini, Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan puncak perayaan Milad ke-25 di lokasi yang indah, Laguna Glagah, Kapanewon Temon, Kulon Progo, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga penegasan komitmen Baznas DIY untuk terus mengoptimalkan peran zakat demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
Ketua Baznas DIY, Puji Astuti, dalam keterangannya pada Minggu, 18 Januari 2026, menekankan bahwa salah satu fokus utama dalam perayaan ini adalah menggencarkan gerakan sadar berzakat di kalangan masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa kesadaran berzakat yang tinggi sangat krusial dalam mewujudkan visi Baznas, yaitu menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan harmonis melalui kekuatan zakat yang terorganisir.
Selama 25 tahun perjalanannya, Baznas secara konsisten berupaya mengoptimalkan penghimpunan dana zakat. Upaya ini membuahkan hasil yang nyata, terbukti dari manfaat signifikan yang telah dirasakan oleh warga DIY yang membutuhkan. Puji Astuti menambahkan bahwa pengelolaan zakat yang baik dan efisien akan semakin memperkuat fondasi Indonesia, sejalan dengan tema Milad ke-25 Baznas.
“Kami berharap penghimpunan zakat di DIY dapat terus meningkat dan menjadi lebih optimal lagi,” ujar Puji Astuti. “Dengan penghimpunan yang lebih baik, manfaat zakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi.”
Puncak peringatan Milad ke-25 Baznas di Laguna Glagah berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan menarik, salah satunya adalah Jalan Sehat yang diikuti oleh ratusan peserta. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, menunjukkan dukungan mereka terhadap program-program Baznas.
Sebelum acara puncak, Baznas DIY juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan lain yang tak kalah penting, termasuk berbagai program penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen Baznas untuk tidak hanya menghimpun, tetapi juga secara aktif menyalurkan amanah umat untuk berbagai keperluan.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pengelolaan Zakat yang Transparan
Acara Puncak Peringatan Milad ke-25 Baznas turut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. Kehadirannya menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agung Setyawan secara simbolis menyerahkan bantuan rehabilitasi Atap Lantai dan Dinding (Aladin) kepada empat warga penerima.
Bupati Agung Setyawan menyampaikan apresiasinya terhadap peran Baznas di Kulon Progo yang manfaatnya telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Ia menyoroti program-program Baznas seperti bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan Aladin yang sangat membantu meringankan beban warga.
“Peringatan Milad ke-25 ini menjadi momentum penting bagi Baznas untuk terus meningkatkan pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ungkap Bupati Agung Setyawan.
Lebih lanjut, Bupati Agung Setyawan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk turut memantau seluruh proses pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dana umat. Beliau memastikan bahwa seluruh proses ini dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, sehingga masyarakat dapat mempercayakan zakat, infak, dan sedekah mereka kepada Baznas.
Bupati juga secara aktif mendorong para pelaku usaha di Kulon Progo untuk secara rutin menyalurkan zakat mereka melalui Baznas. Beliau menekankan bahwa dana zakat yang dikelola Baznas akan dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan memastikan kebenaran hak para penerimanya,” jelas Bupati Agung Setyawan, menegaskan prinsip kehati-hatian dan keadilan dalam setiap penyaluran dana umat.
Gerakan Sadar Zakat: Kunci Kesejahteraan Berkelanjutan
Gerakan sadar berzakat yang digalakkan oleh Baznas DIY bukan sekadar slogan, melainkan sebuah strategi fundamental untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam. Secara spiritual, menunaikan zakat adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan pembersihan harta. Secara sosial, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan yang efektif, membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memberikan kesempatan bagi mereka yang kurang beruntung untuk bangkit dari kemiskinan.
Baznas DIY, melalui berbagai program dan kampanye, berupaya mengedukasi masyarakat tentang:
- Kewajiban Zakat: Menjelaskan siapa saja yang wajib menunaikan zakat, jenis-jenis harta yang wajib dizakati (seperti emas, perak, hasil pertanian, hasil perniagaan, dan lain-lain), serta nisab dan haulnya.
- Manfaat Zakat: Mengomunikasikan secara transparan bagaimana dana zakat dikelola dan disalurkan untuk berbagai program yang berdampak positif, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, modal usaha, perbaikan rumah, dan bantuan sosial lainnya.
- Pentingnya Zakat Terorganisir: Menekankan bahwa menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas menjamin pengelolaan yang profesional, akuntabel, dan tepat sasaran, serta memastikan dana tersebut sampai kepada mustahik yang berhak.
Dengan menggencarkan gerakan sadar berzakat, Baznas DIY tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah penghimpunan dana zakat, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat. Budaya ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif, di mana setiap individu merasa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Perayaan Milad ke-25 ini menjadi momentum yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan harmonis melalui kekuatan zakat.






