Milan Derby: Allegri Kenang Kejayaan Rossoneri Musim Lalu

Kemenangan Dramatis AC Milan atas Inter Milan: Allegri Tetap Realistis di Tengah Euforia

AC Milan berhasil meraih kemenangan krusial dalam laga bertajuk Derby della Madonnina melawan rival abadi mereka, Inter Milan, dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, pada Senin (9/3/2026) tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tim berjuluk Rossoneri. Gol tunggal yang memastikan kemenangan AC Milan dicetak oleh Pervis Estupinan di babak pertama. Gol tersebut tidak hanya menjadi penentu kemenangan di laga penuh gengsi, tetapi juga menjaga asa AC Milan dalam persaingan ketat memperebutkan gelar juara Liga Italia musim ini.

Kemenangan ini menandai pencapaian penting bagi AC Milan, di mana mereka berhasil memenangkan dua pertemuan derby melawan Inter Milan dalam satu musim Serie A. Capaian ini terakhir kali diraih oleh AC Milan pada musim 2010-2011, musim yang sama ketika tim tersebut, yang juga dilatih oleh Massimiliano Allegri, berhasil mengunci gelar juara Liga Italia.

Meski demikian, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menampilkan penilaian yang sangat realistis mengenai peta persaingan di papan atas klasemen Serie A. Ia secara tegas menyatakan bahwa Inter Milan masih menjadi tim yang paling difavoritkan untuk meraih gelar juara atau yang dikenal sebagai Scudetto musim ini. Istilah Scudetto sendiri merupakan sebutan untuk gelar juara Liga Italia, yang secara harfiah berarti “perisai kecil” dalam bahasa Italia, dan menjadi simbol prestisius bagi tim yang berhasil menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut.

Allegri Bernostalgia ke Musim Kejayaan 2010-2011

Kemenangan atas Inter Milan kali ini membawa catatan menarik bagi Allegri secara pribadi. Seperti yang telah disebutkan, terakhir kali AC Milan meraih dua kemenangan dalam Derby Milan di satu musim Serie A adalah pada musim 2010-2011, di mana Allegri memimpin tim tersebut meraih Scudetto. Saat diwawancarai usai pertandingan, Allegri mengenang momen manis tersebut dengan senyuman.

“Semuanya berakhir dengan memenangkan Scudetto,” ujar Allegri kepada DAZN Italia, sambil tersenyum.

Namun, Allegri dengan cepat menegaskan bahwa situasi musim ini sangat berbeda. Ia menilai Inter Milan masih berada dalam posisi yang sangat kuat dengan keunggulan tujuh poin di puncak klasemen, sebuah keuntungan yang signifikan. “Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen, itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit utama. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi,” ungkapnya. Istilah sepertiga akhir lapangan atau final third dalam sepak bola merujuk pada area lapangan yang paling dekat dengan gawang lawan, tempat di mana serangan terakhir dibangun untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Milan Fokus pada Target Realistis: Tiket Liga Champions

Meskipun kemenangan derby ini memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi timnya, Allegri tetap menekankan bahwa fokus utama AC Milan saat ini adalah mengamankan posisi untuk lolos ke Liga Champions. Liga Champions sendiri merupakan kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa, yang mempertemukan tim-tim terbaik dari liga domestik masing-masing negara.

“Kami hanya bisa merasa senang, karena kami berhasil menahan Juventus di angka -10 poin, Como dan Roma di angka -9, jadi mendapatkan hasil yang baik hari ini sangat penting,” jelas Allegri, merujuk pada jarak poin dengan tim-tim pesaing lain di papan atas.

Dengan hasil positif ini, AC Milan berhasil menjaga jarak dari para pesaing di papan atas klasemen. Namun, Allegri terus mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dan tetap menjaga konsistensi.

Persaingan Memasuki Fase Penentuan

Kompetisi Liga Italia musim ini telah memasuki fase yang sangat krusial. Setelah pertandingan derby ini, Serie A hanya menyisakan sepuluh pertandingan hingga akhir musim. Allegri menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan diri sejak awal musim untuk menghadapi periode penting ini.

“Kami bekerja selama tujuh bulan untuk memastikan kami mencapai bulan Maret dalam kondisi sebaik mungkin, karena saat itulah pertandingan terpenting musim ini dimainkan dan segalanya ditentukan,” lanjut Allegri. Periode Maret hingga Mei memang dikenal sebagai fase paling menentukan dalam kompetisi sepak bola Eropa, di mana tim-tim yang bersaing di papan atas dituntut untuk menjaga konsistensi agar tidak kehilangan momentum.

Gol Estupinan: Hasil dari Perencanaan Matang

Salah satu momen paling menarik dari pertandingan ini adalah gol yang dicetak oleh Pervis Estupinan. Bek sayap asal Ekuador ini berhasil mencetak gol pertamanya untuk AC Milan dalam sebuah pertandingan derby yang penuh tekanan. Estupinan sukses memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana dan berhasil menaklukkan kiper Inter Milan, Yann Sommer, dengan tembakan akurat ke tiang dekat.

Menurut Allegri, gol tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Ia mengungkapkan bahwa timnya telah secara khusus mempelajari kelemahan pertahanan Inter Milan dalam sesi latihan.

“Luis Henrique adalah pemain yang sangat bagus, tetapi kami telah mempersiapkan situasi itu dalam latihan,” aku Allegri. “Sebelum gol itu, ada umpan silang Rabiot yang bisa saja disambar Estupinan jika saja dia membacanya sedikit lebih awal. Fofana bermain sangat baik dengan assist itu, dia juga memberikan dua umpan penting lainnya melawan Cremonese di mana kami gagal mencetak gol. Tim ini bermain lebih baik.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa strategi AC Milan dalam pertandingan tersebut telah dipersiapkan secara matang oleh tim pelatih.

Dukungan Penuh Pemilik Klub di San Siro

Kemenangan penting ini juga disaksikan langsung oleh pemilik AC Milan, Gerry Cardinale. Kehadiran Cardinale di Stadion San Siro menjadi sorotan tersendiri, mengingat ia diketahui jarang hadir dalam pertandingan timnya selama 18 bulan terakhir. Setelah pertandingan usai, Cardinale bahkan turun langsung ke ruang ganti untuk memberikan ucapan selamat kepada para pemain AC Milan.

“Saya berbicara dengan tim lalu pergi, karena saya harus melakukan wawancara, tetapi saya sangat senang bahwa klub dan para pendukung mengucapkan selamat kepada para pemain,” kata Cardinale.

Meskipun demikian, Allegri tetap mengingatkan bahwa kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan timnya di musim ini. “Meskipun begitu, kita tahu bahwa kita belum mencapai apa pun, jadi kita harus tetap rendah hati. Kita harus senang dengan kemenangan ini, tetapi yang terpenting, kita harus menyadari bahwa kemenangan ini membawa kita ke 60 poin, dengan satu putaran lagi yang harus kita tempuh untuk mencapai target,” tegasnya.

Babak Kedua yang Lebih Sulit Dihadapi

Pertandingan antara AC Milan dan Inter Milan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. AC Milan tampil agresif di babak pertama dan berhasil menekan pertahanan lawan. Namun, situasi berubah setelah jeda babak pertama. Inter Milan meningkatkan tempo permainan mereka dan mulai mendominasi penguasaan bola.

“Kami menghabiskan banyak energi di babak pertama, lalu jelas Inter meningkatkan tempo permainan dan kami membiarkan mereka melakukan beberapa umpan silang lagi ketika kami bermain lebih bertahan,” lanjut Allegri. Strategi bertahan yang diterapkan AC Milan membuat mereka harus menghadapi tekanan dari berbagai arah, terutama melalui umpan silang ke dalam kotak penalti.

AC Milan Tetap Solid di Pertahanan

Meskipun mendapat tekanan di babak kedua, Allegri menilai Inter Milan tidak banyak menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya. “Namun, selain peluang Federico Dimarco dalam serangan balik, saya tidak ingat ada peluang nyata Inter. Kami juga memiliki beberapa situasi menguntungkan dan bisa saja unggul 2-0 saat jeda,” ungkapnya. Serangan balik atau counter attack merupakan strategi menyerang cepat yang dilakukan setelah sebuah tim berhasil merebut bola dari lawan, dan AC Milan sendiri beberapa kali mencoba memanfaatkan ruang kosong melalui skema tersebut.

Inter Tetap Favorit Juara, Milan Tingkatkan Moral

Meski kemenangan derby ini memberikan dorongan moral yang besar bagi AC Milan, Allegri tetap bersikap realistis mengenai peluang timnya dalam perebutan gelar. Ia kembali menegaskan bahwa Inter Milan masih menjadi kandidat terkuat untuk memenangkan Scudetto musim ini.

“Meskipun demikian, sekali lagi, saya perlu menegaskan bahwa Inter tetap menjadi favorit utama untuk Scudetto. Kemenangan ini meningkatkan moral kami,” ujar Allegri. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Allegri tidak ingin para pemainnya terbebani oleh tekanan perebutan gelar. Bagi AC Milan, kemenangan atas Inter Milan lebih dilihat sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menjaga peluang mereka tetap hidup di papan atas klasemen Liga Italia.

Pos terkait