Mudik Depok-Brebes: 8 Ayam Aduan Dibawa Nekat dengan Motor

Kisah Mudik Unik: Pria Brebes Bawa Delapan Ayam Aduan dengan Sepeda Motor

Perjalanan mudik Lebaran sering kali diwarnai dengan berbagai kisah menarik. Salah satunya adalah yang dialami oleh Japra, seorang pria berusia 38 tahun asal Brebes, Jawa Tengah. Dalam upayanya untuk pulang kampung dari Depok, Japra memilih cara yang tidak biasa: ia membawa serta delapan ekor ayam aduan kesayangannya menggunakan sepeda motor.

Kehadiran Japra bersama rombongan ayamnya ini sontak menjadi pemandangan yang mencuri perhatian para pengguna jalan lain di Jalur Pantura Kota Cirebon. Kejadian unik ini terekam pada hari Senin, 16 Maret 2026, tepat di simpang empat Pemuda, Kota Cirebon. Saat itu, arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah mulai menunjukkan peningkatan kepadatan.

Dari pengamatan di lokasi, Japra terlihat sedang berboncengan dengan seorang penumpang di sepeda motornya. Di pangkuannya, terdapat sebuah kardus cokelat besar yang dimodifikasi dengan beberapa lubang udara untuk ventilasi. Kardus bertuliskan “Dragonfly” itu menjadi rumah sementara bagi beberapa ayam jago yang tampak gagah dengan jengger merahnya yang mencolok. Sesekali, kepala ayam menyembul keluar dari celah kardus. Sementara itu, penumpang yang duduk di belakang tampak tersenyum sambil sesekali mengelus kepala ayam, seolah menenangkannya di tengah kebisingan lalu lintas. Momen ini tertangkap kamera di tengah antrean panjang kendaraan yang menunggu lampu lalu lintas di persimpangan tersebut.

Alasan di Balik Mudik Bersama Ayam

Saat ditemui di Jalur Pantura Cirebon, Japra menjelaskan alasan di balik keputusannya yang tidak lazim ini. Ia mengaku tak tega meninggalkan ayam-ayam peliharaannya tanpa perawatan selama dirinya mudik. “Ya, karena di sananya enggak ada yang mengurusi,” ujarnya singkat. Ia membenarkan bahwa total ada delapan ekor ayam aduan yang ia bawa pulang.

Ketika ditanya mengenai kekhawatirannya jika ayam-ayam tersebut mati dalam perjalanan jauh, Japra hanya tertawa dan menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah baginya. “Hahaha, sudah biasa. Sudah biasa mudik begini,” tuturnya dengan santai. Pengalamannya dalam membawa ayam peliharaan saat mudik ternyata sudah sering ia lakukan.

Peningkatan Arus Mudik di Jalur Pantura Cirebon

Sementara itu, kisah mudik Japra menjadi salah satu sorotan di tengah meningkatnya volume kendaraan di Jalur Pantura Kota Cirebon menjelang Lebaran. Hingga H-5 Lebaran, tercatat sekitar 188 ribu kendaraan pemudik telah melintas di jalur nasional yang menghubungkan Jakarta dengan Jawa Tengah ini.

Pantauan di simpang empat Pemuda pada Senin pagi menunjukkan dominasi kendaraan roda dua. Ratusan pengendara sepeda motor terlihat memadati jalan saat lampu lalu lintas menyala merah. Begitu lampu berubah hijau, laju kendaraan menjadi padat merayap.

Selain sepeda motor, berbagai jenis kendaraan lain juga turut memadati jalur ini, termasuk mobil pribadi, kendaraan travel, angkutan umum jenis elf, hingga truk-truk besar. Kepadatan juga terlihat di sekitar kawasan kampus Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kampus II Fakultas Kedokteran, di mana sejumlah bus pariwisata dan angkutan umum tampak mengantre dalam laju lalu lintas yang melambat.

Data Lalu Lintas Arus Mudik

Berdasarkan data perhitungan lalu lintas secara real-time dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, total kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Kota Cirebon hingga H-5 Lebaran mencapai sekitar 131 ribu unit. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • H-7 (Sabtu): Sekitar 54 ribu kendaraan melintas.
  • H-6 (Minggu): Jumlah meningkat menjadi sekitar 68 ribu kendaraan.
  • H-5 Lebaran (Senin): Tercatat sekitar 66 ribu kendaraan melintas, dihitung sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa kendaraan roda dua merupakan pengguna jalan yang paling dominan selama periode arus mudik. Dalam interval pencatatan setiap 15 menit, jumlah sepeda motor yang melintas bahkan bisa mencapai lebih dari 600 unit. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya Jalur Pantura sebagai arteri utama bagi para pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman di Pulau Jawa.

Pos terkait