Mulai Maret 2026, Indonesia AirAsia Buka Rute Baru Bali-Melbourne dan Da Nang

Ekspansi Agresif Indonesia AirAsia pada 2026

Indonesia AirAsia, maskapai berbiaya hemat yang telah meraih penghargaan sebagai yang terbaik dunia selama 16 tahun berturut-turut menurut Skytrax, kini tengah mempersiapkan langkah ekspansi agresif pada tahun 2026. Langkah ini mencakup penguatan jaringan penerbangan domestik dan internasional, dengan fokus utama pada pembukaan rute baru dari Denpasar (Bali) menuju Melbourne di Australia dan Da Nang di Vietnam.

Pembukaan rute ini dilakukan seiring momentum pemulihan industri penerbangan dan pariwisata pasca-periode libur akhir tahun. Denpasar, yang kembali menjadi gerbang utama pariwisata Indonesia, juga menjadi hub strategis yang menghubungkan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi unggulan nasional.

Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menjelaskan bahwa pembukaan rute Denpasar–Melbourne dan Denpasar–Da Nang merupakan bagian dari strategi jangka menengah perusahaan dalam memperluas konektivitas internasional dari Bali.

“Rute dari Denpasar ke Melbourne dan Da Nang akan mulai beroperasi pada 2026 sebagai upaya kami menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan internasional langsung dari Bali,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia AirAsia juga akan menambah frekuensi penerbangan ke Adelaide hingga menjadi layanan harian, memperkuat jaringan Australia yang terus menunjukkan permintaan tinggi.

Pengembangan Rute Domestik dan Virtual Hub

Selain pengembangan rute internasional dari Denpasar, Indonesia AirAsia juga menyiapkan pengoperasian sejumlah rute domestik utama yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk. Penguatan jaringan ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur.

Sejalan dengan itu, Indonesia AirAsia berencana membentuk virtual hub di Makassar (UPG). Skema ini dirancang untuk memudahkan penumpang terhubung ke lebih banyak destinasi melalui satu bandara transit secara efisien, sekaligus memperkuat peran Makassar sebagai simpul konektivitas udara di Indonesia timur.

Maskapai juga akan mereaktivasi tiga armada yang ditempatkan di Medan dan Surabaya guna mendukung pergerakan penumpang menuju berbagai destinasi internasional.

Kinerja Positif pada 2025

Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 Indonesia AirAsia mencatat hasil positif dengan mengangkut 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional. Sementara secara keseluruhan, AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia melayani 9,3 juta penumpang.

Komposisi penumpang tersebut mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan domestik dan mancanegara, dengan kontribusi signifikan dari pasar Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.

Momentum pertumbuhan ini berlanjut pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3 ribu penerbangan hingga awal Januari 2026, menyediakan sekitar 550 ribu kursi dengan tingkat keterisian (load factor) mencapai 85 persen untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.

Pada periode tersebut, maskapai berhasil membawa sekitar 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Destinasi yang Menarik

Dari perspektif pariwisata, Bali tetap menjadi magnet utama wisata internasional Indonesia berkat kekayaan alam, budaya, dan seni yang telah diakui dunia. Sementara itu, Melbourne dikenal sebagai kota kreatif dengan daya tarik budaya dan kuliner yang kuat, sedangkan Da Nang merupakan salah satu destinasi unggulan Vietnam Tengah dengan kombinasi wisata pantai, sejarah, dan kuliner.

Kehadiran rute langsung dari Denpasar ke kedua kota ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan dua arah serta memperluas pilihan perjalanan lintas negara.

Komitmen untuk Masa Depan

Melalui pengembangan rute baru dari Denpasar dan penguatan jaringan nasional, Indonesia AirAsia menegaskan komitmennya untuk memperluas aksesibilitas penerbangan, mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah, serta menghadirkan layanan transportasi udara yang terjangkau dan andal bagi masyarakat.

Pos terkait