Musrembang RKPD 2027: IPM Tinggi, Kemiskinan Jadi Tantangan Besar

Pemkot Tasikmalaya Gelar Musrenbang RKPD 2027

Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Tasikmalaya Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Bappelitbangda, pada hari Kamis 2 April 2026. Acara ini menjadi momen penting dalam merancang strategi pembangunan kota untuk tahun mendatang.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya pada tahun 2025 mencapai 76,59 poin, melebihi rata-rata Jawa Barat. Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam aspek kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi 5,39 persen, naik dari sebelumnya 5,22 persen pada tahun 2024. Namun, Viman menegaskan bahwa angka-angka ini belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 10,84 persen, dari 11,10 persen pada Tahun 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan, yaitu menjadi 0,46 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga menyusut tipis ke angka 6,43 persen.

Meski demikian, Viman menekankan bahwa angka-angka tersebut belum cukup untuk membuat Kota Tasik malas bergerak. Masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan agar bisa hidup lebih makmur dan sejahtera. Ia menilai bahwa statistik bukanlah selimut hangat bagi realitas di lapangan.

Ketimpangan Masih Menjadi Tantangan

Ketimpangan masih menjadi isu utama yang perlu diperhatikan. Rasio Gini kota ini berada di angka 0,355 poin. Artinya, pertumbuhan ekonomi di Kota Tasik belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya menciptakan kesejahteraan yang inklusif.

Dalam forum tersebut, Viman menjelaskan tema utama pembangunan RKPD 2027, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Prioritas Program dengan Keterbatasan Fiskal

Ia menekankan pentingnya menyusun program prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Apalagi, penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat diprediksi masih berlanjut hingga Tahun 2027.

“Setiap rupiah harus betul-betul berdampak. Jangan sampai habis di atas kertas, tapi tipis di lapangan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya akan mengandalkan kolaborasi lintas sektor atau pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia bisnis usaha, komunitas, dan media. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Usulan Tematik dari Kecamatan

Dalam Musrenbang ini juga dihimpun berbagai usulan tematik dari kecamatan. Mulai dari persoalan klasik seperti sampah dan banjir, hingga penguatan ekonomi lokal melalui sektor hortikultura, perikanan, dan UMKM. Usulan-usulan ini menjadi masukan penting dalam penyusunan rencana pembangunan.

Melalui forum ini, diharapkan sinergi yang terbangun dapat memperkuat pembangunan Kota Tasikmalaya yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Pos terkait