Keganasan Peluru Nyasar di Lingkungan Universitas Negeri Padang
Momen bahagia usai menuntaskan ujian seminar akademik berubah drastis menjadi ketegangan mencekam di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP). Dua orang dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga kuat menjadi korban peluru nyasar tepat di pelataran depan gedung rektorat pada Selasa (2/6/2026). Kejadian ini memicu keresahan di kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar kampus.
Peristiwa ini mendadak viral di jagat maya setelah sejumlah unggahan video di media sosial memperlihatkan kepanikan evakuasi korban. Menggunakan mobil ambulans, kedua korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Identitas kedua korban diketahui merupakan seorang mahasiswi UNP dan rekan laki-lakinya. Sebelum insiden mengerikan itu terjadi, keduanya tengah berada di area rektorat untuk mengabadikan momen kelulusan dengan berswafoto bersama. Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi trauma yang tak terduga.
Hingga Selasa malam sekitar pukul 21.40 WIB, penyebab pasti dan dari mana arah peluru tersebut berasal masih diselimuti misteri. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Sekretaris UNP, Erianjoni, belum membuahkan respons resmi. Hal ini memicu spekulasi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat kampus.
Di sisi lain, kekhawatiran mendalam mulai disuarakan oleh kalangan alumni. Robi Reynaldi, alumnus Fakultas Ekonomi UNP, membeberkan fakta mengejutkan bahwa ancaman peluru nyasar di area kampus ini bukanlah hal baru melainkan sebuah teror berulang yang pernah terjadi pada Februari 2020 silam.
“Dulu pernah terjadi juga, tapi langsung ke gedung rektorat. Kalau melihat potongan informasi di medsos, lokasi korban juga berada di depan rektorat. Bisa jadi penyebabnya sama,” ujar Robi.
Robi juga menambahkan sebuah petunjuk krusial terkait posisi geografis kampus yang ditengarai menjadi pemicu kerawanan tersebut. Ia menyebutkan bahwa letak kompleks kampus UNP memang berdekatan dengan sebuah lapangan tembak, yang diduga kuat menjadi muasal peluru-peluru liar yang kerap mengintai keselamatan civitas akademika.
Potensi Bahaya yang Tersembunyi
Lokasi kampus UNP yang berdekatan dengan lapangan tembak menjadi sorotan utama dalam investigasi ini. Lapangan tembak tersebut biasanya digunakan untuk latihan militer atau kegiatan keamanan. Namun, tidak jarang terjadi peluru yang tidak terkontrol melesat ke area yang tidak seharusnya, seperti kampus atau permukiman warga.
Berdasarkan pengamatan, kampus UNP terletak di wilayah yang relatif dekat dengan fasilitas umum yang bisa membahayakan keselamatan. Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan pengelolaan lapangan tembak yang seharusnya lebih ketat.
Tanggung Jawab Pihak Terkait
Masalah ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan lapangan tembak. Bagaimana mungkin suatu fasilitas yang bisa membahayakan keselamatan publik tidak memiliki sistem pengawasan yang memadai?
Beberapa ahli keamanan telah menyarankan agar pihak berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lokasi dan penggunaan lapangan tembak tersebut. Tidak hanya itu, diperlukan juga langkah-langkah preventif seperti pembatasan akses dan pemasangan penghalang fisik di sekitar area kampus.
Masa Depan Kampus UNP
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh komunitas kampus UNP. Keselamatan dan kenyamanan para mahasiswa serta staf akademika harus menjadi prioritas utama. Diperlukan tindakan cepat dan transparan dari pihak universitas dan pemerintah setempat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain itu, penting bagi masyarakat kampus untuk tetap waspada dan menjaga kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi. Dengan adanya kesadaran dan kepedulian, harapan besar dapat diarahkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi semua pihak.





