Ojol Meninggal di Batam: Riwayat Jantung Terungkap Keluarga

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Kisah Asep Kurniawan, Sang Pengemudi Ojek Online yang Berpulang di Tengah Tugas

Batam, Kepulauan Riau – Kabar duka menyelimuti komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Batam. Asep Kurniawan, seorang mitra driver berusia 47 tahun, ditemukan meninggal dunia saat sedang menjalankan profesinya pada Senin, 16 Februari 2026. Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesinya.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, tim Satgas Gojek Batam segera bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Mereka memberikan pendampingan awal kepada keluarga almarhum sembari menunggu kedatangan petugas kepolisian dari Polresta Balerang untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil Pemeriksaan Awal dan Dugaan Penyebab Kematian

Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum Asep Kurniawan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kepergian almarhum bukanlah disebabkan oleh tindak kriminal. Jenazah almarhum kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Dugaan awal mengarah pada kondisi kesehatan yang diderita oleh almarhum. Hal ini diperkuat oleh keterangan dari keluarga. Istri almarhum, Gustaneli, mengungkapkan bahwa Asep Kurniawan memiliki riwayat penyakit jantung. Ia bahkan sedang dalam proses pengobatan dan berusaha menjaga kondisinya agar tetap stabil.

“Almarhum punya riwayat penyakit jantung (pembengkakan), sudah selama 6 bulan tetap perlu pemulihan dan istirahat,” ujar Gustaneli. “Dalam sehari Asep cuma bekerja maksimal 4 jam untuk terus menjaga kondisinya.” Pernyataan ini menunjukkan betapa almarhum berusaha keras untuk tetap berkarya sembari menjaga kesehatan yang dimilikinya.

Dukungan Gojek untuk Keluarga yang Ditinggalkan

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen terhadap para mitranya, Gojek segera menyalurkan santunan kedukaan kepada keluarga almarhum Asep Kurniawan di Batam. Bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan Gojek untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, terutama di masa-masa sulit seperti ini.

Mulawarman, Head of Corporate Affairs Region Gojek, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. “Kami turut berduka cita atas kepergian keluarga besar kami, mitra kami Bapak Asep Kurniawan,” tuturnya.

“Gojek dan Yayasan Gojek Merah Putih telah menyalurkan santunan kedukaan yang merupakan bentuk kepedulian kami terhadap mitra-mitra kami. Kami berharap santunan dan pendampingan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Santunan yang diberikan ini diharapkan dapat menjadi pengingat atas kontribusi besar yang telah diberikan oleh para mitra seperti almarhum Asep Kurniawan dalam mendukung operasional Gojek dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Ucapan Terima Kasih dari Keluarga

Keluarga almarhum Asep Kurniawan menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Gojek. Gustaneli, sang istri, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang tulus tersebut.

“Kami sekeluarga berterima kasih dan sangat terbantu dengan adanya santunan ini,” ucap Gustaneli. “Kami merasakan dukungan dan pendampingan yang tulus dari manajemen Gojek, yang menunjukkan empati dan sikap proaktif dalam membantu kami melewati masa sulit ini.”

Keluarga mitra driver di Batam ini tidak hanya menerima bantuan berupa sejumlah uang tunai, tetapi juga pendampingan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa Gojek tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan moril kepada keluarga mitranya.

Dalam setiap operasionalnya, Gojek senantiasa menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan berkendara. Prioritas utama selalu diberikan kepada keselamatan para mitra, konsumen, dan seluruh masyarakat yang berada di sekitar area operasional. Peristiwa duka ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan yang dihadapi oleh para pengemudi ojek online, sekaligus menunjukkan pentingnya solidaritas dan dukungan dalam komunitas.

Pos terkait