Paes Kecewa: Ajax Cermin Diri

Kekalahan mengejutkan yang dialami Ajax Amsterdam saat bertandang ke markas Groningen menyisakan kekecewaan mendalam, terutama bagi kiper utama mereka, Maarten Paes. Dalam pertandingan pekan ke-26 Eredivisie musim 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Euroborg pada Sabtu, 7 Maret 2026, Ajax harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 1-3.

Perjuangan Paes di bawah mistar gawang Ajax diwarnai dengan kebobolan cepat di awal pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Thom van Bergen berhasil menjebol gawangnya. Meskipun Ajax sempat menyamakan kedudukan melalui Davy Klaassen sekitar setengah jam pertandingan, momentum tersebut tidak bertahan lama. Selepas jeda, tepatnya pada menit ke-65, gawang Paes kembali bergetar oleh sontekan Oskar Zawada. Tujuh menit berselang, pemain yang sama kembali mencatatkan namanya di papan skor, memastikan kemenangan bagi Groningen.

Introspeksi Diri Pasca Kekalahan

Menanggapi hasil yang kurang memuaskan tersebut, Maarten Paes tidak ragu untuk membongkar akar permasalahan yang menyebabkan kekalahan timnya. Ia mengungkapkan rasa kecewanya atas performa kolektif Ajax, terutama di babak kedua.

“Pada babak pertama, selain gol itu, tidak banyak hal terjadi, tetapi kami tidak keluar dari ruang ganti dengan perasaan yang kuat,” ujar Paes, menggarisbawahi kurangnya intensitas dan semangat juang timnya.

“Setelah skor 1-2 kami tidak menunjukkan apa pun bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan.”

Lebih lanjut, Paes menekankan pentingnya introspeksi diri bagi setiap individu pemain. Ia menolak untuk menyalahkan pihak lain dan lebih memilih untuk mengambil tanggung jawab sebagai pemain kunci.

“Namun, saya lebih dulu introspeksi diri. Saya bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain; saya orang penting, jadi saya memikul tanggung jawab, namun saya pikir Anda semua melihat bahwa kami saling mengecewakan di akhir pertandingan,” tegasnya.

Membangun Solidaritas Tim

Paes juga menyerukan kepada rekan-rekannya di Ajax untuk melakukan refleksi mendalam atas penampilan mereka. Ia berpendapat bahwa untuk kembali menjadi tim yang solid, setiap pemain harus terlebih dahulu melihat ke dalam diri sendiri.

“Penting juga bagi kami untuk menjadi sebuah tim. Untuk mencapai itu, pertama-tama setiap orang harus bercermin pada diri sendiri,” tuturnya.

“Kami juga harus saling mendukung. Itu penting ketika semuanya berjalan baik, tetapi lebih penting lagi ketika semuanya tidak berjalan baik,” pungkas Paes, menekankan arti krusial dukungan tim di saat-saat sulit.

Perjalanan Awal Maarten Paes di Ajax

Kepindahan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari 2026 sejatinya belum memberikan hasil yang memuaskan. Hingga berita ini diturunkan, kiper kelahiran Belanda ini belum sekalipun merasakan kemenangan dalam tiga pertandingan yang telah ia jalani bersama klub berjuluk “De Godenzonen” tersebut.

Debutnya terjadi dalam pertandingan melawan NEC, yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Kemudian, dalam laga melawan PEC Zwolle, Paes berhasil mencatatkan clean sheet, di mana pertandingan berakhir tanpa gol. Namun, performa gemilangnya di laga tersebut sedikit ternoda oleh kekalahan telak melawan Groningen, di mana ia harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali.

Secara keseluruhan, dalam tiga penampilannya, Paes telah kebobolan empat gol, dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Pengalaman ini tentu menjadi catatan penting bagi Paes dan Ajax dalam upaya mereka untuk bangkit dan meraih hasil yang lebih baik di sisa musim.

Pos terkait