JAKARTA – Kemacetan yang terjadi di jalur penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten, selalu menjadi masalah tahunan. Kondisi ini sering kali membuat para pengemudi truk dan masyarakat sekitar pelabuhan merasa terganggu. Mereka mengeluhkan adanya antrean panjang yang berdampak pada kerugian finansial maupun psikologis.
Marhan, Ketua Paguyuban Pengurus Truk (Petruck) Merak, menjelaskan bahwa antrean panjang yang sering terjadi telah menyebabkan banyak pihak merugi. Ia mencontohkan, jumlah truk yang antre di jalan raya membuat aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan menjadi terganggu.
“Kehidupan masyarakat tidak lagi bisa berjalan lancar karena akses jalan raya terbatas. Selain itu, sopir-sopir kami juga mengalami kerugian dalam bentuk biaya operasional yang membengkak, pendapatan yang menurun, serta gangguan mental dan psikologis akibat keterlambatan pengiriman,” ujar Marhan dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Marhan menuntut agar semua kapal yang sedang tidak beroperasi di Pelabuhan Merak dapat diaktifkan kembali. Menurutnya, ada beberapa operator yang tidak mengoperasikan armadanya saat musim padat penumpang.
“Seharusnya Gapasdap mengaktifkan kapal-kapal yang sedang menganggur agar antrean tidak sering terjadi lagi,” ucap Marhan dengan nada tegas.
Di sisi lain, Ir Togar Napitupulu, Ketua DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, menjelaskan bahwa tidak semua kapal yang menganggur bisa dioperasikan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan jumlah dermaga yang tersedia untuk menampung kapal-kapal tersebut.
“Jumlah kapal yang tidak beroperasi memang cukup banyak, tetapi karena keterbatasan dermaga, maka tidak semua kapal bisa dioperasikan,” jelas Togar.
Menurut Togar, agar kapal-kapal yang menganggur dapat digunakan secara maksimal, PT ASDP perlu menambah atau membangun dermaga baru. Ia yakin, jika jumlah dermaga meningkat, maka antrean kapal akan bisa diminimalisir.
“Kami akan terus mendorong ASDP dan pemerintah untuk segera membangun dermaga-dermaga baru. Dengan begitu, kapal-kapal yang sedang menganggur bisa dioperasikan secara optimal, sehingga kejadian antrean kendaraan dan kerugian akibat antrian tidak terulang kembali,” tambah Togar.
Solusi yang Diperlukan
Beberapa solusi telah diajukan untuk mengatasi kemacetan di lintasan penyeberangan Merak. Berikut adalah beberapa langkah yang diperlukan:
Peningkatan infrastruktur
Pembangunan dermaga baru sangat penting untuk menambah kapasitas penyeberangan. Dengan adanya dermaga tambahan, lebih banyak kapal dapat beroperasi tanpa menyebabkan antrean yang panjang.Pengoptimalan penggunaan kapal
Operator angkutan harus lebih proaktif dalam mengoperasikan kapal yang sedang menganggur, terutama saat musim padat. Ini bisa dilakukan melalui koordinasi yang lebih baik antara pihak pengusaha dan pemerintah.Penyuluhan dan edukasi
Masyarakat dan pengemudi perlu diberi pemahaman tentang cara menghindari kemacetan. Misalnya, dengan mengatur waktu keberangkatan atau menggunakan jalur alternatif.Peningkatan koordinasi antar instansi
Kerja sama antara ASDP, Gapasdap, dan pemerintah daerah diperlukan untuk menciptakan sistem penyeberangan yang lebih efisien dan ramah pengguna.
Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan keadaan di lintasan penyeberangan Merak dapat segera diperbaiki. Pemecahan masalah ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi pengemudi dan masyarakat, tetapi juga akan meningkatkan efisiensi ekonomi secara keseluruhan.






