Panduan Perayaan Ekaristi Minggu Tritunggal Mahakudus 31 Mei 2026

Ringkasan Berita

Teks panduan tata perayaan ekaristi lengkap renungan harian Katolik disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD dari Seminari Tinggi Ledalero Maumere NTT. Teks ini disiapkan untuk hari raya Tritunggal Mahakudus dengan warna liturgi putih.

Mari simak teks panduan tata perayaan ekaristi Minggu 31 Mei 2026. Teks ini mengandung berbagai bagian penting dalam ibadah, mulai dari persiapan misa hingga penutupan.

Persiapan Misa

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk Tritunggal Mahakudus.

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pembuka

P : Hari Minggu ini adalah Hari Raya Tritunggal Mahakudus, yang dirayakan setelah kita merayakan kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke surga; serta turunnya Roh Kudus ke atas para rasul. Kita bersyukur karena kita memiliki Allah yang amat peduli dengan kita. Dia tidak mau kita binasa melainkan agar kelak kita memiliki hidup yang kekal bersama-Nya. Dalam keesaan-Nya, Allah Tritunggal Mahakudus bukan hanya menciptakan kita, tetapi juga menebus dan menuntun kita agar kita tidak tersesat. Inilah karya agung Allah bagi kita. Dengan ini, kita diajak untuk secara sadar dan penuh keyakinan menghormati dan menghargai misteri penyelamatan kita ini. Misalnya, kita diajak untuk membuat tanda salib dan mengucapkan Bapa dan Putra dan Roh Kudus dengan penuh iman, penuh hormat dan berangkat dari hati kita. Mencontohi persatuan Allah Tritunggal Mahakudus, kita pun diajak untuk mengupayakan hidup yang damai dan rukun dengan sesama; menghargai perbedaan dan menerimanya sebagai kekayaan kita untuk saling melengkapi. [hening sejenak]

Tobat dan Permohonan Ampun

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Menyanyikan Lagu Kemuliaan

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P : Kemuliaan kepada Allah di surga

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau,

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau,

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : Bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

Doa Pembuka

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyatakan rahmat dan kasih setia-Mu kepada kami dalam diri Yesus, Putra-Mu. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu yang adalah sumber kekuatan kami, agar kami dapat menyelami misteri Tritunggal Yang Mahakudus dan menyembah-Mu dengan iman yang benar. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Bapa, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda

Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]

Bacaan Pertama (Kel. 34:4-6,8-9)

L : Bacaan dari Kitab Keluaran.

Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya. Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN. Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

Mendaraskan Mazmur Tanggapan

Refren (Dan. 3:52b)

Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahweh. Dan. 3:52,53,54,55,56

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mu lah pujian selama segala abad. (Refren)

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. (Refren)

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. (Refren)

Bacaan Kedua (2Kor. 13:11-13)

L : Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

Alleluia (Why. 1:18)

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, *kepada Allah yang ada sejak dahulu,

kini dan sepanjang masa mendatang.

U : Alleluia

Injil (Yoh. 3:16-18)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.

Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Yesus bersabda, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Injil yang baru kita dengar tadi berbicara tentang kasih Allah yang luar biasa pada kita. Allah tidak tinggal diam dalam kemahakuasaan-Nya. Ia amat peduli pada kita. Kita dalami dua poin dari bacaan-bacaan hari ini. Pertama, Allah menghendaki kita selamat. Ketika kita menanam sesuatu, kita ingin ia bertumbuh baik dan menghasilkan buah. Untuk itu, kita berjuang untuk merawatnya sebaik mungkin, menjaganya dari panas dan melindunginya dari hama. Allah melakukan hal yang sama kepada kita. Ia amat mencintai kita semua sehingga Ia tidak mau kita binasa, Ia merawat kita sehingga kita bisa beroleh hidup yang kekal. Untuk maksud ini, Allah mengutus banyak nabi untuk mewartakan keselamatan. Dalam bacaan pertama kita dengarkan tentang Musa yang menjadi pengantara Allah dengan umat-Nya. Pada akhirnya, Allah mengutus Putra-Nya sendiri untuk menebus kita semua. Yesus datang bukan hanya menebus kita dengan darah-Nya, tetapi Dia juga meninggalkan kita Sabda-Nya yang menuntun kita kepada keselamatan. Untuk membantu kita mengerti Sabda-Nya, Yesus jugamenjanjikan Roh Kudus. Roh ini akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Inilah upaya Allah untuk membantu kita mencapai keselamatan. Kita patut mensyukuri kepedulian Allah ini. Kedua, dalam injil tadi Yesus bersabda, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…” Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidaklah menghukum kita. Kita yang memilih hukuman bagi diri kita sendiri. Allah sudah menawarkan jalan menuju keselamatan. Melalui Yesus, pintu keselamatan itu sudah terbuka. Ketika orang tidak percaya pada Yesus dan tidak mengambil jalan yang ditunjukkan-Nya, maka ia sebenarnya sudah mengarahkan dirinya sendiri kepada hukumannya. Ia memilih untuk tidak selamat. Pada perayaan Allah Tritunggal Mahakudus ini, kita diajak untuk mensyukuri kepeduliaan Allah yang menyelamatkan kita. Kita juga diminta untuk lebih kokoh lagi dalam iman dan mengikuti Yesus dengan sepenuh hati. Tuhan tidak menghendaki kita binasa. Pintu keselamatan sudah dibuka oleh Yesus dan kita diajak untuk melewatinya. Perayaan ini juga menginspirasi kita agar kita peduli dengan sesama, mencontohi relasi harmonis dan persatuan Allah Tritunggal yang mahakudus. Kita ciptakan suasana yang memungkinkan orang lain juga terarah kepada keselamatan. Dalam keluarga misalnya kita berupaya untuk mendidik dan membentuk keluarga kita dengan nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan kebaikan. Kita juga bisa menciptakan suasana rohani dalam keluarga yang memungkinkan setiap orang berdoa atau mendekatkan diri dengan Tuhan. Atau ketika kita menghadapi persoalan dalam keluarga atau masyarakat, kita berupaya untuk saling mendengarkan dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah, mencontohi Allah Tritunggal yang selalu berupaya menyelamatkan kita. Semoga semangat Allah Tritunggal yang menyelamatkan kita menjiwai kita semua untuk saling membantu, meneguhkan dan merawat iman kita menuju keselamatan dan hidup kekal.

Hening Sejenak

Syahadat

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

Doa Umat

P : Mari kita panjatkan doa-doa permohonan kepada Allah kita yang selalu mendengarkan kita.

P : Bagi Gereja-gereja Kristus. Ya Bapa, utuslah Roh-Mu kepada umat yang mengimani Tritunggal Mahakudus agar mereka mampu menjadi tanda persatuan cinta kasih Bapa dan Putra dan Roh Kudus bagi dunia.

Marilah kita mohon,…

P : Bagi Nusa dan Bangsa. Ya Bapa, semoga Nusa dan Bangsa kami yang mengimani Dikau sebagai Allah Yang Maha Esa, Kauberkati dalam membangun negara yang adil dan makmur merata. Marilah kita mohon,…

P : Bagi yang miskin dan terlantar. Ya Bapa, semoga kami dapat selalu dijiwai oleh cinta kasih-Mu yang sungguh agung bagi kami sehingga sanggup memperhatikan kepentingan mereka yang miskin dan terlantar. Marilah kita mohon,…

P : Bagi paroki kita. Ya Bapa, semoga umat di paroki kami membina persaudaraan dan persatuan dalam iman, sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk mengenal dan bersatu dengan Dikau. Marilah kita mohon,…

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

[hening sejenak lalu lanjut].

P : Ya Tuhan, demikianlah doa-doa permohonan kami. Kabulkanlah demi Kristus Pengantara kami.

U : Amin

Kolekte

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].

Doa Pujian

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari yang terkasih! Marilah kita bersatu hati dan menyadari segala kebaikan Allah. Marilah kita memuji Dia dan berseru: Terpujilah Tritunggal mahakudus, terpujilah Tuhan, Allah kita yang esa.

U : Terpujilah Tritunggal mahakudus, terpujilah Tuhan, Allah kita yang esa.

P : Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi. Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita. Datanglah ke hadapan Dia dengan sorak gembira, dan marilah kita memuji Dia:

U : Terpujilah Tritunggal mahakudus, terpujilah Tuhan, Allah kita yang esa.

P : Ketahuilah bahwa Tuhanlah Allah. Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Maka, marilah kita memuji Dia:

U : Terpujilah Tritunggal mahakudus, terpujilah Tuhan, Allah kita yang esa.

P : Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah tempat kudus-Nya dengan puji-pujian. Bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya; sebab Tuhan itu baik, kasih setia Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya turun temurun. Marilah kita memuji Dia.

U : Terpujilah Tritunggal mahakudus, terpujilah Tuhan, Allah kita yang esa.

P : Dari sebab itu, ya Bapa, bersama seluruh umat-Mu, kami melambungkan kidung pujian bagi-Mu dengan bernyanyi:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Tritunggal Mahakudus]

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

Cara A: Dengan Komuni

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

Bapa Kami Berdiri

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

Salam Damai dan Komuni

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.

Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

Cara B. Tanpa Komuni

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

Bapa Kami Berdiri

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

Doa Komuni Batin Berlutut/berdiri

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.

▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur atau yang bertemakan Tritunggal Mahakudus.

Mendoaikan Mazmur 23

P : Marilah kita bersama mendoakan Mazmur 23. Kita mau memuji Tuhan karena kemahakuasaan-Nya yang terus memelihara dan menggembalakan kita hingga saat ini.

[Sedapat mungkin didoakan bersama. Yang lain bisa menggunakan Alkitab] TUHAN adalah gembalaku,

takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,

seperti para permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Amanat Pengutusan

P : Saudara-saudari terkasih, Allah selalu menginginkan agar kita selamat. Dengan berbagai cara Dia menarik kita agar kembali kepada-Nya. Kita belajar dari persatuan Tritunggal Mahakudus demi persatuan kita. Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap bisa bekerja sama untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan bersama. Mari kita saling mendukung agar seluruh hidup kita menjadi kaya oleh satu sama lain.

Doa Penutup

P : Marilah kita berdoa, Allah Bapa di surga, curahkanlah Roh Putra-Mu kedalam hati kami, agar hati kami tergerak untuk senantiasa berbagi kasih dengan sesama seperti Kristus sendiri. Semoga keesaan Tritunggal Mahakudus, menginspirasi kami untuk hidup berdampingan penuh damai dan kerukunan dengan sesama kami. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.

U : Amin

Mohon Berkat Tuhan

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda Hari Raya Tritunggal Mahakudus ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

Pengutusan

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk mewartakan dan menghidupi cinta-Nya.

U : Amin.

Lagu Penutup

Pos terkait