Paser Perkuat Inflasi 2026 via Ketahanan Pangan Lokal

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Kunci Pengendalian Inflasi di Paser Menuju 2026

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menempatkan pengendalian inflasi sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan hingga tahun 2026. Strategi inti yang diusung adalah penguatan ketahanan pangan lokal yang didukung oleh pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menegaskan komitmen ini saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda pada Jumat, 6 Maret 2026. Beliau menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menajamkan alokasi anggaran yang secara spesifik berfokus pada peningkatan produksi pangan lokal.

“Seluruh perangkat daerah di Paser telah diminta untuk menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal, sehingga kita lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Ikhwan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian pangan yang lebih kokoh di Kabupaten Paser.

Paser BERAKSI: Solusi Inovatif untuk Stabilitas Harga Telur

Salah satu program unggulan yang menjadi tulang punggung upaya pengendalian inflasi di Paser adalah Paser BERAKSI (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI). Program inovatif ini dirancang secara khusus untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan yang paling krusial bagi masyarakat, yaitu telur ayam. Dengan mendorong peningkatan populasi ayam petelur di seluruh wilayah Bumi Daya Taka, program ini bertujuan untuk memastikan pasokan telur yang memadai dan berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya telur ayam yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Ikhwan. Stabilitas harga telur ayam sangat penting mengingat perannya sebagai sumber protein yang terjangkau bagi sebagian besar penduduk.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Paser, kebutuhan konsumsi telur ayam di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.268 ton per tahun. Angka ini dihitung untuk memenuhi kebutuhan sekitar 309.447 jiwa penduduk yang mendiami Kabupaten Paser. Dengan adanya program Paser BERAKSI, diharapkan produksi lokal mampu menutupi bahkan melampaui angka kebutuhan tersebut, sekaligus mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Peningkatan Produksi Telur Ayam Signifikan: Bukti Keberhasilan Program

Upaya Pemkab Paser dalam mengembangkan sektor peternakan ayam petelur telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Produksi telur ayam di Kabupaten Paser mengalami peningkatan yang luar biasa signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa produksi ayam petelur di Paser saat ini telah mencapai sekitar 2.328 ton.

Angka ini merupakan lonjakan drastis dibandingkan dengan produksi pada tahun 2024 yang hanya tercatat sebesar 88 ton. Peningkatan sebesar kurang lebih 96 persen ini menunjukkan efektivitas program Paser BERAKSI dan kebijakan pendukungnya dalam mendorong peternak lokal untuk meningkatkan skala produksi.

Selain fokus pada peningkatan produksi internal, Kabupaten Paser juga aktif memperkuat kerja sama antar daerah untuk memastikan stabilitas pasokan pangan secara regional. Salah satu bentuk sinergi yang telah terjalin adalah kerja sama antara Perumda Prima Jaya Taka Paser dengan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan. Melalui kerja sama ini, pada tahun 2025 telah berhasil disediakan sekitar 3.000 butir telur untuk menjaga ketersediaan pasokan.

“Sebagai bagian dari sinergi stabilisasi pasokan regional, Pemkab Paser juga telah menjalin kerja sama antar daerah melalui Perumda Prima Jaya Taka Paser dengan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan,” ungkap Ikhwan. Kolaborasi semacam ini menjadi krusial dalam menghadapi potensi gejolak pasokan dan menjaga harga tetap stabil di tingkat regional.

Paser Menjadi Percontohan Nasional Pengembangan Ayam Petelur

Keberhasilan Kabupaten Paser dalam mengembangkan sektor peternakan ayam petelur tidak hanya berdampak positif di tingkat lokal dan regional, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan di kancah nasional. Daerah yang terletak di bagian selatan Provinsi Kalimantan Timur ini telah ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional (best practice) untuk pengembangan peternakan ayam petelur dalam skala besar.

Penetapan ini menegaskan posisi strategis Paser sebagai model dalam implementasi program penguatan ketahanan pangan nasional. Program pengembangan peternakan ayam petelur skala besar ini dikelola secara terintegrasi oleh Danantara, sebuah entitas yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih membanggakan lagi, Kabupaten Paser juga terpilih sebagai salah satu dari enam wilayah di Indonesia yang berpartisipasi dalam program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi. Program prestisius ini secara resmi diluncurkan pada tanggal 6 Februari 2026 di Desa Suatang, menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya meningkatkan nilai tambah sektor peternakan ayam.

Pemilihan Paser sebagai percontohan nasional dan partisipasinya dalam program hilirisasi terintegrasi menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam inovasi dan keberlanjutan. Dengan strategi yang matang dan implementasi program yang efektif, Kabupaten Paser optimis dapat terus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya telur ayam, serta berkontribusi pada ketahanan pangan nasional di masa depan.

Pos terkait