Kabilah Dewantara Gelar Diskusi Strategis untuk Merancang Program Kerja
Pengurus Kabilah Dewantara, yang berasal dari Aceh Utara dan sekitarnya, bagian dari jaringan Dayah MUDI Mesra Samalanga, menggelar diskusi strategis pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka merancang dan menyusun program kerja organisasi. Diskusi berlangsung di RASIE Kupi Samalanga dengan melibatkan para pengurus dan kader aktif.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan arah gerak organisasi serta perumusan program kerja yang lebih sistematis dan terukur. Dalam forum tersebut, peserta berhasil melahirkan sejumlah keputusan penting yang akan dijadikan sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) program kerja jangka pendek. RTL ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam meningkatkan efektivitas kerja organisasi di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Tgk. Zawil Kiram ditunjuk sebagai penanggung jawab pelaksanaan RTL program kerja, dengan mandat mengoordinasikan implementasi program bersama pengurus lainnya. Kegiatan ini turut didampingi oleh RASIE Academy yang berperan sebagai fasilitator dalam proses diskusi dan perumusan program.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rencana kerja yang disusun memiliki arah yang jelas, terukur, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas kader. Tgk Martunis A. Jalil, founder RASIE Academy, turut memberikan penguatan motivasi kepada para peserta. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan kemandirian dalam berorganisasi.
“Jangan lemah karena yang lain lemah. Jika ingin menyerah, agar tidak konyol, cari alasan lainlah jangan karena orang lain tidak aktif. Saya rasa itu naif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan gerakan sangat bergantung pada komitmen individu, bukan semata kondisi lingkungan. Selama ini, RASIE Academy secara konsisten terlibat dalam mendampingi berbagai program kepemudaan, termasuk inisiatif komunitas masjid dan pengembangan sumber daya generasi muda di berbagai wilayah di Aceh.
Dengan tersusunnya RTL program kerja ini, Pengurus Kabilah Dewantara diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara lebih optimal, khususnya dalam memperkuat kapasitas kader serta kontribusi sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Tujuan dan Langkah Strategis Kabilah Dewantara
Beberapa tujuan utama dari diskusi ini antara lain:
- Memperkuat struktur organisasi melalui perencanaan program kerja yang lebih terarah.
- Menyusun rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara efektif.
- Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan organisasi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah strategis telah dirancang, seperti:
- Peningkatan koordinasi antar pengurus dan kader.
- Pelatihan dan pembinaan kapasitas kader secara berkala.
- Pengembangan inisiatif sosial dan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Peran RASIE Academy dalam Pendampingan
RASIE Academy berperan sebagai fasilitator dalam proses diskusi dan perumusan program. Peran ini mencakup:
- Memberikan panduan dan bimbingan teknis dalam penyusunan rencana kerja.
- Mengkoordinasikan komunikasi antara pengurus dan kader.
- Memastikan bahwa setiap program memiliki indikator pencapaian yang jelas.
Selain itu, RASIE Academy juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif kepemudaan di Aceh. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, workshop, dan program pengembangan kapasitas.
Motivasi dan Semangat Berorganisasi
Tgk. Martunis A. Jalil memberikan motivasi kepada peserta diskusi dengan menekankan pentingnya semangat dan kemandirian dalam berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya bergantung pada situasi eksternal, tetapi juga pada komitmen dan dedikasi individu.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat meskipun ada tantangan atau kesulitan. “Jangan mudah menyerah karena orang lain tidak aktif. Kita harus punya alasan kuat untuk terus bergerak,” katanya.
Kesimpulan
Diskusi strategis yang dilaksanakan oleh Pengurus Kabilah Dewantara merupakan langkah penting dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas kerja. Dengan adanya RTL program kerja, diharapkan organisasi dapat lebih berkontribusi dalam bidang sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.




