Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kota Jambi
Pemerintah Kota Jambi tengah mempersiapkan inovasi besar dalam menghadapi masalah pengelolaan sampah perkotaan. Dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, Pemkot Jambi berencana meluncurkan program penguatan sistem pengelolaan sampah rumah tangga dengan menyediakan sarana transportasi berupa gerobak motor untuk setiap 300 Kartu Keluarga (KK). Langkah ini menjadi pilar utama dari program Kampung Bahagia yang dirancang untuk memastikan sampah tidak lagi menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS), melainkan langsung dipilah dan diangkut dari sumbernya.
Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa sistem baru ini bertujuan untuk memutus rantai penumpukan sampah yang tidak terorganisir. Melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, sampah akan dijemput langsung ke depan pintu rumah warga. “Akan diambil ke rumah-rumah, dilakukan pemilahan, barulah ke TPA Talang Gulo,” ujar Maulana saat memberikan keterangan di kawasan Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).
Program ambisius ini ditargetkan mampu menjangkau sekitar 250.000 rumah di seluruh penjuru Kota Jambi. Dengan keterlibatan aktif masyarakat sebagai operator, diharapkan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo dapat berkurang melalui proses pemilahan yang efektif di tingkat hulu.
Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Perda
Tidak hanya menyediakan fasilitas, Pemerintah Kota Jambi juga akan mengimbangi kemudahan ini dengan penegakan hukum yang lebih ketat. Maulana menegaskan bahwa kehadiran gerobak motor tersebut menutup alasan bagi warga untuk membuang sampah sembarangan. “Kalau demikian, penegakan hukum, siapa pun yang rumah tangganya tidak bertanggung jawab atas sampahnya yang dibuang keluar, ke TPS ataupun ke tempat-tempat lainnya, maka akan ada Perda yang akan ditegakkan,” tutur Maulana dengan tegas.
Peluncuran di Hari Jadi Kota Jambi
Pemerintah Kota Jambi berencana meresmikan program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ini bersamaan dengan momentum Hari Ulang Tahun Kota Jambi dalam waktu dekat. Peluncuran armada gerobak motor ini diharapkan menjadi kado bagi lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat. “Insyaallah akan kami undang Pak Menteri (Lingkungan Hidup) pada hari ulang tahun Kota Jambi,” pungkasnya.
Melalui integrasi antara penyediaan sarana transportasi, pemberdayaan masyarakat, dan ketegasan aturan, Kota Jambi optimis dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang modern dan berkelanjutan.
Menteri LH Desak Percepatan Pengelolaan Sampah
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto di berbagai daerah, termasuk di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Dalam kegiatan tersebut, Hanif menyampaikan keprihatinan pemerintah terhadap kondisi pengelolaan sampah secara nasional, terutama di wilayah Jambi.
Ia mengungkapkan, dari total 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, sebanyak enam daerah telah menghentikan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka. “Dari 11 kabupaten/kotanya, 6 kabupaten kotanya telah mengakhiri kegiatan open dumping sehingga tinggal 5 kabupaten, saya yakin Pak gubernur akan menuntaskan tata kelola sampah dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” ungkapnya, saat ditemui di Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).
Hanif juga meminta Gubernur Jambi Al Haris untuk segera memperkuat gerakan pemilahan sampah di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut. “Agar segera memasifkan gerakan pilah sampah, Bapak Gubernur setelah menyusun rencana detail untuk 11 kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara itu, ia turut mendorong Wali Kota Jambi Maulana agar segera memulai proses pemilahan sampah dari hulu melalui program yang telah disiapkan. “Wali Kota dalam waktu segeranya akan memulai proses pilah sampah dari hulu melalui program beliau, secara teknis bagaimana mengakhiri open dumping di lima kabupaten/kota se-provinsi Jambi,” tuturnya.






