Pemprov Papua bersama Kemenhub kembangkan Pelabuhan Korido, dorong pertumbuhan ekonomi Pasifik

Pelabuhan Korido Jadi Pintu Gerbang Logistik Utama

Pelabuhan Korido memiliki peran penting dalam memperkuat kedaulatan maritim dan meningkatkan perekonomian di wilayah utara Bumi Cenderawasih. Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menjelaskan bahwa pelabuhan ini berada di posisi strategis sebagai pintu gerbang logistik utama yang berhadapan langsung dengan Kawasan Pasifik.

Melalui dokumen Detail Engineering Design (DED) yang sedang disusun, Pelabuhan Korido akan mendapatkan sejumlah fasilitas baru. Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain studi perpanjangan dermaga, area walkway, terminal penumpang yang representatif, kantin, pagar pengaman, serta penataan area komersil.

Tantangan geografis sering kali menjadi kendala aksesibilitas. Dengan adanya perpanjangan dermaga, kapasitas operasional pelabuhan akan meningkat dalam melayani kapal-kapal berukuran besar. Selain itu, kehadiran fasilitas penunjang seperti kantin dan area komersil akan sangat membantu menggairahkan pelaku usaha ekonomi lokal.

Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pelabuhan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah mengambil langkah besar dalam memperkuat kedaulatan maritim dan mendongkrak perekonomian di wilayah utara Bumi Cenderawasih. Melalui Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Baperida, Pemprov Papua resmi berkolaborasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Kolaborasi ini fokus pada penyusunan dokumen DED untuk Pengembangan Jangka Pendek Pelabuhan Korido yang ditargetkan berjalan pada Tahun Anggaran 2027. Sinergi strategis ini ditandai dengan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, bersama Tim Teknis di Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Jumat (22/5/2026).

Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi catatan sejarah baru. Sebab, ini adalah kolaborasi perdana di lingkungan Pemprov Papua yang melibatkan lintas sektor demi menyusun DED pengembangan sebuah pelabuhan.

“Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Korido di tanah ini, supaya terus berkembang dan menjadi pelabuhan yang maju, profesional, dan membanggakan,” ungkap Fakhiri.

Meningkatkan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Fakhiri menambahkan, pelabuhan yang produktif akan melahirkan konektivitas yang hebat. Dari konektivitas itulah, pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) akan berkembang secara berkelanjutan.

“Ini semua demi masa depan generasi mendatang melalui kemaritiman yang andal untuk Papua cerdas, sejahtera, dan harmoni,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua selaku Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, Matius Wally, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret mewujudkan integrasi layanan angkutan laut. Menariknya, pengembangan pelabuhan ini juga akan menyentuh aspek teknologi operasional agar pelabuhan tetap andal meski berada di wilayah terpencil.

“Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial,” kata Matius Wally.

Pelabuhan Korido sebagai Aset Strategis Negara

Lebih lanjut, Matius menjelaskan bahwa pelabuhan ini akan menjadi urat nadi pengiriman komoditas unggulan daerah ke luar Papua. Dengan pengelolaan aktivitas kapal yang aman dan berdaulat, Pelabuhan Korido diproyeksikan menjadi aset strategis negara yang mampu menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mengamankan data pergerakan logistik di wilayah timur Indonesia.


Pos terkait