Penghargaan Kalapas Blangpidie untuk Mitra Pembinaan Keagamaan

Apresiasi Mitra Pembinaan Keagamaan, Lapas Blangpidie Berikan Piagam Penghargaan

Blangpidie – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), menunjukkan apresiasinya kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam program pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan, secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Abdya dan Ustaz Fachry A. Rahim.

Penghargaan ini merupakan wujud terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin erat dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas Blangpidie. Keberhasilan program pembinaan, khususnya dalam aspek spiritual dan keagamaan, sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak di luar tembok lembaga pemasyarakatan.

Momen Penyerahan Penghargaan yang Penuh Makna

Kegiatan penyerahan piagam penghargaan ini dilaksanakan dalam suasana yang khidmat, tepat setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang diselenggarakan di lapangan olahraga Lapas Blangpidie pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Momen pasca-Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk merayakan pencapaian dan mempererat tali silaturahmi.

Penyerahan piagam dilakukan secara simbolis oleh Kalapas Akhmad Heru Setiawan kepada perwakilan Kankemenag Abdya dan Ustaz Fachry A. Rahim. Penghargaan ini secara khusus diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran vital yang telah dimainkan oleh kedua entitas tersebut dalam memberikan bimbingan rohani dan keagamaan kepada seluruh warga binaan.

Peran Krusial Mitra dalam Pembinaan Keagamaan

Dalam sambutannya, Akhmad Heru Setiawan menekankan betapa pentingnya peran mitra kerja, baik dari instansi pemerintah maupun tokoh agama, dalam menunjang keberhasilan program pembinaan di dalam lapas. Khususnya dalam bidang keagamaan, kehadiran dan kontribusi para mitra menjadi pilar utama dalam membentuk karakter dan spiritualitas warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kankemenag Abdya dan Ustaz Fachry A. Rahim yang telah berperan aktif dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan,” ujar Heru. Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan mereka, upaya Lapas untuk memberikan bekal spiritual yang memadai kepada warga binaan akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Lebih lanjut, Heru menyatakan harapannya agar sinergi yang telah terbangun dengan baik antara Lapas Blangpidie dan para mitranya dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Kolaborasi yang solid ini dipandang sebagai kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses rehabilitasi dan rekonsiliasi.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami dalam menciptakan warga binaan yang tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mampu memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama pembinaan di lapas bukan hanya sekadar hukuman, melainkan pemberdayaan individu agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum dan berakhlak mulia.

Dampak Positif Pembinaan Keagamaan

Pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan perilaku dan mentalitas warga binaan. Melalui kegiatan seperti pengajian, ceramah agama, bimbingan ibadah, dan pembacaan Al-Qur’an, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan kesalahan masa lalu, memperkuat keyakinan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.

  • Peningkatan Spiritual: Warga binaan diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, yang seringkali menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kesulitan dan masa sulit.
  • Perubahan Perilaku: Pemahaman agama yang baik dapat mendorong perubahan perilaku negatif menjadi positif, mengurangi potensi residivisme.
  • Persiapan Kembali ke Masyarakat: Bekal keagamaan membantu warga binaan untuk membangun kembali kehidupan mereka di luar lapas dengan landasan moral yang kuat.

Kegiatan penyerahan piagam penghargaan ini tidak hanya menjadi momen formalitas, tetapi juga merupakan simbol komitmen Lapas Blangpidie dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pihak yang peduli terhadap pembinaan narapidana. Kehadiran jajaran pejabat struktural, petugas, dan warga binaan dalam acara tersebut semakin menambah kekhidmatan dan makna dari setiap penghargaan yang diserahkan. Ini menunjukkan bahwa seluruh elemen di Lapas Blangpidie menyadari pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang efektif dan humanis.

Pos terkait