Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak: Program BRUS Sasar Siswa MAN Cendikia Sorong

Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak: Peran Strategis Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Maraknya fenomena perkawinan anak di berbagai wilayah menuntut perhatian serius dan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, terutama melalui penguatan edukasi sejak dini di lingkungan sekolah. Menyadari urgensi ini, program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) hadir sebagai salah satu upaya preventif yang strategis dalam membina karakter remaja dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang lebih baik.

Program BRUS ini telah dilaksanakan di MAN Insan Cendekia Kabupaten Sorong pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pendekatan edukatif yang difokuskan untuk mencegah perkawinan anak di kalangan pelajar.

BRUS: Jembatan Menuju Masa Depan Gemilang

Field Coordinator Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI), Fahmi A. Suryateja, menekankan pentingnya pemetaan dan penanganan bersama terhadap isu perkawinan anak. Menurutnya, BRUS menjadi salah satu program unggulan dalam upaya pencegahan perkawinan usia dini.

“Kami telah bersilaturahmi dengan Kantor Kementerian Agama dan Wakil Bupati Sorong terkait pelaksanaan BRUS di sekolah-sekolah,” ujar Fahmi saat kegiatan BRUS di MAN Insan Cendekia Kabupaten Sorong. Ia menambahkan bahwa program ini juga sekaligus menjadi ajang implementasi pelatihan bagi para fasilitator BRUS, yang nantinya akan menyebarkan ilmu dan memberikan edukasi langsung kepada para siswa.

BRUS merupakan hasil kolaborasi antara PC Fatayat NU dan Lakpesdam PCNU, yang bertindak sebagai mitra dalam program INKLUSI. Harapannya, para siswa dapat menyerap materi yang disampaikan dengan baik, serta mampu menjaga pergaulan mereka agar dapat meraih cita-cita di masa depan tanpa terhalang oleh pernikahan dini.

“Peran guru juga sangat krusial sebagai garda terdepan dalam pencegahan perkawinan anak di lingkungan pendidikan,” tegas Fahmi.

Membangun Karakter dan Merencanakan Masa Depan

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Kabupaten Sorong, Jumain, turut menggarisbawahi makna strategis BRUS dalam pembinaan karakter remaja. Ia menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan menjadi sebuah wadah penting bagi generasi muda untuk merencanakan masa depan mereka.

“Pernikahan usia dini masih menjadi tantangan nasional yang membutuhkan langkah-langkah preventif yang dilakukan secara bersama-sama,” ungkap Jumain.

Materi-materi dalam BRUS disampaikan oleh narasumber yang kompeten, di antaranya Kepala KUA Aimas, Imam Bahrodin, dan Siti Marfu’ah dari LKP3A PC Fatayat NU. Para siswa yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya diskusi.

Topik yang dibahas meliputi berbagai aspek penting, seperti:

  • Kesiapan Mental: Membekali para remaja dengan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan.
  • Dampak Sosial dan Kesehatan: Mengupas tuntas berbagai konsekuensi sosial dan kesehatan yang timbul akibat perkawinan usia dini, baik bagi individu maupun keluarga.
  • Pentingnya Pendidikan: Menekankan kembali betapa vitalnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam merencanakan masa depan yang lebih stabil dan berkualitas.

Salah satu siswi kelas XI, Bunga, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan BRUS. “Kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi kami sebagai pelajar,” ujarnya.

“Kami mendapatkan ilmu yang sangat penting untuk bekal masa depan kami. Harapannya, para remaja di luar sana dapat menghindari pergaulan bebas dan juga perkawinan anak,” tambah Bunga dengan penuh harap.

Melalui program BRUS, diharapkan kesadaran akan bahaya dan dampak negatif perkawinan anak dapat terus meningkat, serta para remaja dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membuat keputusan yang tepat demi masa depan mereka. Kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan, menjadi kunci keberhasilan dalam upaya menciptakan generasi muda yang berkarakter kuat dan berdaya saing.

Pos terkait