Protes Keras Persib Bandung kepada AFC: Sorotan terhadap Kepemimpinan Wasit di ACL 2
Persib Bandung mengambil langkah tegas dengan menyatakan akan mengajukan surat protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan krusial melawan Ratchaburi FC. Keputusan ini diambil menyusul tersingkirnya Maung Bandung dari babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) dengan kekalahan agregat 1-3. Sejumlah keputusan yang diambil oleh wasit Majed Mohammed Alshamrani dinilai sangat merugikan kubu Persib, yang berujung pada eliminasi dari kompetisi kasta kedua di Asia tersebut.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara eksplisit menegaskan bahwa timnya tidak akan tinggal diam dan akan secara resmi menyampaikan keberatan mereka kepada AFC. Meskipun Hodak menyadari bahwa protes ini tidak akan mengubah hasil akhir pertandingan dan status Persib yang sudah tersingkir, ia berpendapat bahwa kualitas kepemimpinan wasit di level Asia tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa evaluasi. Keputusan-keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit asal Arab Saudi tersebut dinilai telah mempengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan.
Salah satu momen paling krusial yang memicu kemarahan tim Persib adalah keluarnya striker andalan mereka, Willian Barros, dari lapangan pertandingan lebih awal. Barros diganjar kartu merah di penghujung babak pertama setelah dianggap melakukan tekel keras terhadap pemain Ratchaburi, Jonathan Khemdee. Keputusan ini secara otomatis melemahkan Persib yang harus bermain dengan sepuluh orang di sisa pertandingan.
“Mengenai kartu merah, saya tidak bisa bicara apa pun, tetapi ada daftar panjang hal (yang) perlu dibahas, bukan hanya kartu merah,” ujar Hodak seusai pertandingan pada Rabu malam (18/2/2026). Pernyataannya mengindikasikan bahwa insiden kartu merah hanyalah salah satu dari sekian banyak keputusan wasit yang dipertanyakan.
Hodak melanjutkan, “Kami akan mengirim (surat keberatan) dan kami akan lihat. Mereka pasti akan menjawabnya, tetapi itu tak akan mengubah apa pun. Kami tersingkir.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Persib dalam menyampaikan aspirasinya, meskipun dengan kesadaran penuh bahwa hasil pertandingan tidak dapat diubah.
Analisis Kekalahan dan Fokus ke Liga Domestik
Terlepas dari kontroversi kepemimpinan wasit, Bojan Hodak juga mengakui bahwa kegagalan Persib untuk melaju lebih jauh di ACL 2 sejatinya sudah terlihat sejak leg pertama. Kekalahan telak 0-3 di kandang Ratchaburi menjadi beban psikologis dan matematis yang sangat berat untuk ditebus pada laga penentuan.
“Masalahnya ada di pertandingan leg pertama karena saat itu kami tidak berada pada level yang seharusnya,” ungkap Hodak. Ia menekankan bahwa performa tim di pertandingan kandang tersebut belum sesuai dengan ekspektasi, dan hal ini menjadi faktor penentu kegagalan mereka.
Meskipun demikian, Hodak menunjukkan profesionalismenya dengan menyatakan bahwa timnya akan segera mengalihkan fokus sepenuhnya ke kompetisi domestik, yaitu BRI Super League. Meratapi kegagalan di kancah Asia tidak akan membantu tim untuk meraih hasil positif di liga.
“Namun tidak apa-apa, sekarang kami akan fokus ke liga,” tegasnya. Jadwal padat yang dihadapi Persib menjadi tantangan tersendiri.
“Dalam empat hari kami sudah harus bertanding lagi dan ke laga berikutnya kembali hanya ada jeda empat hari,” pungkasnya, menggambarkan betapa pentingnya adaptasi cepat dan fokus yang terpecah untuk menghadapi sisa musim di liga.
Pertandingan terdekat yang akan dilakoni Persib adalah menjamu Persita Tangerang pada hari Minggu (22/2) mendatang. Kemenangan di kandang sendiri akan menjadi pelipur lara bagi para pendukung setelah tersingkir dari turnamen Asia.
Poin-poin Penting dalam Protes Persib Bandung:
- Keputusan Wasit yang Dipertanyakan: Sejumlah keputusan wasit Majed Mohammed Alshamrani dinilai merugikan Persib Bandung.
- Kartu Merah Willian Barros: Keputusan pengusiran striker Persib dianggap kontroversial dan berpotensi mempengaruhi jalannya pertandingan.
- Kualitas Kepemimpinan Wasit Asia: Persib ingin AFC meninjau kembali standar kepemimpinan wasit di kompetisi level Asia untuk menjaga integritas pertandingan.
- Dampak pada Hasil Pertandingan: Meskipun tidak mengubah hasil akhir, Persib merasa perlu menyampaikan keberatan mereka.
- Fokus Beralih ke Liga: Setelah tersingkir dari ACL 2, Persib akan memprioritaskan BRI Super League dengan jadwal padat yang menanti.





