Persib Bandung: Kilas Balik Kemenangan Terbesar Asia 11 Tahun Lalu Jelang Hadapi Ratchaburi FC

Misi Berat Persib Bandung: Menaklukkan Ratchaburi FC dengan Selisih Empat Gol

Persib Bandung dihadapkan pada tantangan monumental dalam leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026. Untuk melaju ke perempat final, Maung Bandung dituntut untuk meraih kemenangan dengan selisih empat gol atas tamunya, Ratchaburi FC. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan terselenggara pada Rabu malam, 18 Februari, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.

Pada leg pertama yang telah dilakoni di kandang Ratchaburi FC pada 11 Februari lalu, Persib harus menelan kekalahan telak dengan skor 0-3. Hasil ini membuat tugas Persib semakin berat, membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan kesiapan timnya untuk bertarung habis-habisan dalam laga kandang ini. Ia meyakini bahwa anak asuhnya akan menampilkan performa yang jauh berbeda dan lebih baik dibandingkan pada pertemuan pertama.

“Pertandingan pertama, kami membuat terlalu banyak kesalahan. Itu adalah salah satu permainan ketika semuanya menjadi salah. Saya yakin pertemuan kedua akan lebih baik,” ujar Hodak, optimis menatap laga penentu ini.

Rekor Pertemuan yang Menjadi Tantangan

Secara historis, Persib memiliki catatan yang kurang memuaskan saat berhadapan dengan Ratchaburi FC. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Persib belum pernah meraih kemenangan.

  • Pertandingan Pramusim: Hasil imbang 2-2 terjadi pada 23 Juli.
  • Leg Pertama 16 Besar Champions League Two: Persib kalah 0-3 pada 11 Februari.

Meskipun demikian, Hodak tidak kehilangan harapan. Ia menekankan bahwa dalam sepak bola, segala sesuatu mungkin terjadi.

“Skor (kekalahan) 3-0 adalah hasil yang sulit untuk dibatalkan. Tapi kamu tidak pernah tahu dalam sepak bola, semuanya mungkin. Jadi kita akan keluar, mencoba yang terbaik, dan saya harap mendapatkan hasil positif,” tuturnya, menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Mencari Momentum Kemenangan Besar di Asia

Untuk mewujudkan impian lolos ke babak delapan besar, Persib harus mampu mengkonversi ketertinggalan tiga gol menjadi keunggulan empat gol. Ini berarti kemenangan dengan selisih empat gol menjadi harga mati bagi tim kebanggaan Bobotoh.

Namun, menilik rekor Persib di kancah Asia, kemenangan dengan margin empat gol bukanlah hal yang sering terjadi. Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa kemenangan terbesar Persib di level Asia terjadi 11 tahun lalu.

Pada matchday pertama grup H AFC Cup 2015, Persib berhasil menaklukkan klub asal Maladewa, New Radiant FC, dengan skor telak 4-1. Laga yang berlangsung di Stadion Jalak Harupat, Bandung, pada 25 Februari 2015 ini menjadi kemenangan terbesar Persib di level Asia, menurut catatan Transfermarkt.

Gol-gol Persib dalam pertandingan bersejarah tersebut dicetak oleh:
* Achmad Jufriyanto (menit ke-15)
* Makan Konate (menit ke-42)
* Atep (menit ke-45+1)
* Yandi Sofyan (menit ke-90+2)

Pada masa itu, Persib dilatih oleh Djadjang Nurdjaman, yang kini menjabat sebagai direktur teknik klub.

Tokoh Lama yang Masih Bertahan

Menariknya, selain Djadjang Nurdjaman, ada dua nama lain yang masih aktif di Persib dan merupakan bagian dari skuat yang meraih kemenangan 4-1 atas New Radiant FC sebelas tahun lalu. Mereka adalah Achmad Jufriyanto (Jupe), yang kini mengemban tugas sebagai asisten pelatih, dan I Made Wirawan.

I Made Wirawan, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kiper, didaftarkan sebagai kiper keempat tim khusus untuk kompetisi Asia. Kehadiran para figur berpengalaman ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat dan pengalaman berharga bagi tim dalam menghadapi pertandingan krusial melawan Ratchaburi FC.

Kini, seluruh harapan tertuju pada para pemain Persib untuk dapat menampilkan performa terbaik dan membalikkan prediksi. Dukungan penuh dari para suporter di Gelora Bandung Lautan Api diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para penggawa Maung Bandung untuk meraih kemenangan bersejarah dan melaju ke babak selanjutnya.

Pos terkait