Peristiwa tragis terjadi di Magetan, Jawa Timur, ketika angin kencang melanda wilayah tersebut pada Minggu sore. Fenomena alam yang tak terduga ini menyebabkan tumbangnya sebuah pohon trembesi besar yang berlokasi di Jalan Raya Magetan–Ngawi, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo. Pohon yang tumbang ini akhirnya menimpa tiga orang pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi kejadian.
Dampak dari kejadian nahas ini sangat memilukan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka dan segera mendapatkan perawatan medis. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan (BPBD), Eka Radityo, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi saat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai embusan angin kencang.
“Hujan yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon trembesi yang sudah tua ini tumbang dan menimpa tiga pengendara sepeda motor yang sedang berboncengan. Dari ketiga korban, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” ujar Eka saat dihubungi dari Magetan.
Identitas Korban dan Kronologi Kejadian
Korban yang meninggal dunia diidentifikasi bernama Artha Rizky, seorang anak berusia 10 tahun yang merupakan warga Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara itu, kedua orang tuanya yang juga berada di sepeda motor tersebut, yaitu Agus Tri Antoko (36) dan Supriyani (36), mengalami luka-luka. Keduanya segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan yang dihimpun dari warga sekitar dan petugas yang berada di lapangan, pohon trembesi tersebut tumbang secara mendadak. Insiden ini terjadi tepat saat ketiga korban melintas di bawah pohon. Angin kencang yang bertiup kencang merobohkan pohon yang tumbuh di tepi jalan, dan nahasnya, pohon tersebut langsung menimpa sepeda motor yang berada tepat di bawahnya.
Tidak hanya menimpa para korban, pohon trembesi yang tumbang ini juga menyebabkan badan jalan tertutup sepenuhnya. Kondisi ini tentu saja menimbulkan gangguan serius terhadap arus lalu lintas, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur utama Magetan–Ngawi.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat
Melihat situasi darurat tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera bertindak cepat. Mereka bergegas memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Para korban segera dievakuasi dari bawah pohon ke tepi jalan yang aman. Bersamaan dengan itu, petugas juga segera dihubungi untuk menangani situasi ini.
“Begitu laporan kami terima, kami bersama dengan tim gabungan dari berbagai instansi terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Para korban segera dievakuasi ke Puskesmas Karangrejo. Selain itu, pohon yang menutup badan jalan segera dipotong dan dibersihkan bersama dengan bantuan warga agar arus lalu lintas dapat kembali normal secepatnya,” jelas Eka.
Setelah proses pendataan dan penanganan medis awal, korban yang mengalami luka-luka diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan yang memadai. Sementara itu, jenazah korban meninggal dunia diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan adat yang berlaku.
Kejadian Serupa dan Imbauan BPBD
Peristiwa tumbangnya pohon akibat angin kencang ini tidak hanya terjadi di satu lokasi saja. Pihak BPBD Magetan mencatat bahwa ada beberapa titik lain di wilayah tersebut yang juga terdampak oleh fenomena cuaca ekstrem ini. Beberapa lokasi lain yang dilaporkan mengalami kejadian serupa antara lain di sepanjang Jalan Raya Maospati–Magetan–Ngawi, tepatnya di wilayah Desa Purwosari. Selain itu, ada pula pohon yang tumbang dan menimpa pagar Puskesmas Kawedanan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, BPBD Magetan mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan adanya peringatan dini cuaca ekstrem yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 1 hingga 10 Maret 2026.
Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati, terutama saat terjadi hujan yang disertai dengan angin kencang. Penting untuk menghindari tempat-tempat yang berpotensi membahayakan, seperti berteduh di bawah pohon-pohon besar yang rapuh atau pohon yang terlihat miring dan rawan tumbang. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.






