Portofolio Energi Bersih Pertamina: Nilai ESG Unggul

Unit Energi Terbarukan: Kunci Keunggulan Pertamina dalam Peringkat ESG Global

Keberadaan unit usaha yang berfokus pada energi terbarukan menjadi pembeda signifikan PT Pertamina (Persero) di kancah perusahaan migas global. Menurut seorang ahli strategi transisi energi, tidak banyak perusahaan migas terintegrasi yang telah memiliki divisi khusus di sektor energi bersih sebagaimana yang digagas Pertamina. Unit-unit usaha ini, seperti Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Pertamina Geothermal Energy (PGE), tidak hanya menjadi nilai tambah operasional, tetapi juga berperan krusial dalam peningkatan skor ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan.

Posisi terdepan Pertamina dalam peringkat ESG Risk Rating global untuk sub-industri integrated oil and gas versi lembaga pemeringkat independen Sustainalytics, yang kembali diraih per 31 Desember 2025, menjadi bukti nyata dari keunggulan ini. Dalam penilaian terbaru, skor ESG risk Pertamina mengalami perbaikan signifikan, turun dari 26,9 menjadi 23,1.

Perbaikan skor ini dinilai patut diapresiasi, mencerminkan penguatan pengelolaan risiko ESG yang terus dilakukan Pertamina. Penting untuk dipahami bahwa penilaian Sustainalytics berfokus pada risiko yang belum terkelola, bukan semata-mata pada dampak lingkungan langsung. Semakin baik sebuah perusahaan mengelola aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, semakin rendah pula skor risiko ESG yang disandangnya.

Dalam kerangka penilaian Sustainalytics, skor ESG mengukur besarnya risiko lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance) yang berpotensi memengaruhi nilai ekonomi jangka panjang perusahaan. Sustainalytics mengevaluasi dua dimensi utama: paparan risiko ESG yang melekat pada model bisnis dan industri perusahaan (exposure), serta kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memitigasi risiko tersebut (management). Hasilnya dikategorikan dalam lima tingkatan: negligible risk, low risk, medium risk, high risk, dan severe risk. Dengan skor 23,1, Pertamina menempati kategori medium risk, sebuah pencapaian yang menempatkannya jauh di atas mayoritas perusahaan migas global lainnya yang cenderung berada di kategori high risk dan severe risk.

Tantangan dan Peluang dalam Transisi Energi Sektor Migas

Penilaian ESG yang bersifat global dan berbasis sektor ini menempatkan Pertamina dalam perbandingan langsung dengan para pemain migas dunia. Dari perspektif ini, pengelolaan risiko ESG Pertamina dinilai unggul dibandingkan banyak perusahaan sejenis. Namun, penting untuk diingat bahwa ESG Risk Rating bukanlah satu-satunya tolok ukur keberlanjutan. Skor ESG secara umum belum sepenuhnya mencerminkan dampak lingkungan aktual dari bisnis migas yang intrinsik memiliki intensitas emisi tinggi.

Ke depan, sejumlah tantangan perlu diantisipasi agar kinerja ESG Pertamina tetap konsisten dan selaras dengan agenda transisi energi nasional.

  • Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko: Pertamina perlu terus berupaya menurunkan risiko ESG melalui penguatan tata kelola perusahaan yang kokoh dan strategi mitigasi risiko yang efektif.
  • Pengelolaan Dampak Lingkungan Bisnis Inti: Pengelolaan dampak lingkungan dari bisnis migas yang masih mendominasi portofolio Pertamina perlu terus ditingkatkan. Kontribusi energi terbarukan terhadap total pendapatan perusahaan saat ini masih tergolong kecil, sementara bisnis migas masih menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.
  • Agresivitas dalam Bisnis Non-Migas: Dalam transformasi menuju perusahaan energi rendah karbon, Pertamina perlu lebih agresif dalam memperbesar porsi bisnis non-migas. Peningkatan kontribusi energi terbarukan terhadap pendapatan harus menjadi target jangka menengah yang sejalan dengan arah transisi energi global.

Di sisi lain, akses terhadap teknologi menjadi faktor kunci dalam menarik investasi dan kerja sama internasional. Potensi besar energi panas bumi Indonesia, termasuk peluang pengembangan enhanced geothermal system (EGS) yang dinilai belum banyak dimanfaatkan, menawarkan peluang strategis. Penguasaan teknologi panas bumi lanjutan dapat menjadi pembeda global bagi Pertamina dalam memperkuat posisinya di sektor energi bersih.

Apresiasi Global atas Komitmen ESG Pertamina

Penguatan kinerja ESG Pertamina tidak hanya diakui oleh Sustainalytics. Lembaga pemeringkat global lainnya juga memberikan apresiasi. Berdasarkan MSCI ESG Rating per 31 Desember 2025, Pertamina meraih rating BBB, sebuah peningkatan dari rating BB pada tahun sebelumnya. Peringkat BBB ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki pengelolaan risiko ESG yang memadai dan relatif lebih baik dibandingkan perusahaan di sektor yang sama, mencerminkan perbaikan dalam kebijakan, tata kelola, dan manajemen keberlanjutan.

Selain itu, lembaga Carbon Disclosure Project (CDP) memberikan penilaian positif terhadap aspek lingkungan Pertamina. Pada 2025, peringkat Water Security meningkat menjadi A- dari sebelumnya B, menempatkan Pertamina dalam kategori Leadership. Kategori ini mengindikasikan penerapan praktik baik dalam pengelolaan risiko air, mulai dari strategi mitigasi, tata kelola, hingga pelaporan yang komprehensif dan transparan. Untuk aspek Climate Change, skor Pertamina bertahan pada level B, masuk dalam kategori Management Level. Kategori ini menandakan bahwa perusahaan telah mengidentifikasi dampak dan risiko perubahan iklim serta mulai mengintegrasikan pengelolaannya ke dalam kebijakan dan operasional, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan.

Dampak Positif Penerapan ESG bagi Masyarakat

Penerapan prinsip ESG oleh perusahaan membawa dampak langsung dan positif bagi masyarakat serta komunitas. Praktik ESG mendorong perusahaan untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, mulai dari pengurangan polusi, perlindungan ekosistem, hingga upaya mitigasi perubahan iklim. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada kesehatan dan kualitas hidup publik, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan risiko sosial yang lebih terkendali bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dari sisi sosial, ESG berperan dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas, peningkatan standar keselamatan kerja, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Lebih lanjut, pelaporan ESG yang transparan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memungkinkan publik menilai komitmen perusahaan terhadap isu sosial dan lingkungan. Transparansi ini pada gilirannya mendorong akuntabilitas dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.

Pos terkait