Prediksi IHSG Tertekan: Saham Jagoan BRI Danareksa

IHSG Diprediksi Tertekan, Sejumlah Saham Unggulan Tetap Berpotensi Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Rabu (4 Maret 2026). Meskipun demikian, analisis pasar menunjukkan bahwa sejumlah saham, termasuk PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Newport Marine Services Tbk. (BOAT), masih memiliki potensi untuk mencatatkan penguatan.

Perdagangan kemarin, Selasa (3 Maret 2026), ditutup dengan koreksi yang cukup signifikan bagi IHSG, tergelincir 0,96% ke level 7.939,7. Pelemahan ini sebagian besar dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, yang telah memasuki hari keempat dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memproyeksikan bahwa IHSG pada hari ini akan cenderung tertekan. Pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat—Israel dan Iran.

Proyeksi Pergerakan IHSG dan Faktor Pendorong

Reza Diofanda memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami tekanan.
* Target support terdekat dipatok pada rentang 7.885 hingga 7.715.
* Sementara itu, level resistance berada di kisaran 8.000 hingga 8.060.

Menurut Reza, arah pergerakan pasar dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran utama adalah jika eskalasi konflik semakin meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar energi global.

Rekomendasi Saham Unggulan

Di tengah potensi pelemahan IHSG, beberapa saham direkomendasikan oleh analis karena fundamental dan teknikalnya yang kuat, serta sentimen pasar yang mendukung.

1. PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG)

Saham TAPG menjadi salah satu rekomendasi utama untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini.
* Area beli disarankan pada rentang harga Rp1.600–Rp1.650.
* Target harga ditetapkan pada Rp1.685–Rp1.740.
* Stop loss disarankan pada level di bawah Rp1.580 per saham.

Secara teknikal, pergerakan saham TAPG dinilai telah berhasil menembus level resistance di Rp1.590 dengan peningkatan volume perdagangan yang signifikan. Reza menambahkan, selama harga saham bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan lanjutan menuju target harga yang lebih tinggi sangat terbuka lebar.

Sentimen tambahan yang mendukung TAPG adalah potensi kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) akibat eskalasi serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga CPO, ditambah dengan lonjakan biaya logistik, diperkirakan akan berdampak pada negara-negara importir terbesar dari Indonesia, seperti India.

2. PT Indosat Tbk. (ISAT)

Rekomendasi buy juga diberikan untuk saham PT Indosat Tbk. (ISAT).
* Area beli yang direkomendasikan adalah pada rentang harga Rp2.200–Rp2.290.
* Target harga dipatok pada Rp2.340–Rp2.430.
* Stop loss disarankan pada level di bawah Rp2.100 per saham.

Secara fundamental, ISAT menunjukkan kinerja yang solid dengan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,2% secara tahunan (YoY) hingga mencapai Rp5,51 triliun pada tahun 2025. Dari sisi teknikal, harga saham ISAT dinilai telah mampu bertahan di atas level support Rp2.090–Rp2.210. Jika level ini terus terjaga, pergerakan harga saham ISAT diprediksi akan menguat.

3. PT Newport Marine Services Tbk. (BOAT)

Rekomendasi buy terakhir dari analis jatuh pada saham PT Newport Marine Services Tbk. (BOAT).
* Harga beli disarankan di atas Rp192.
* Target harga ditetapkan pada rentang Rp210–Rp226.
* Stop loss disarankan pada level di bawah Rp185.

Sentimen positif yang mendorong rekomendasi ini adalah lonjakan saham di sektor perkapalan pada perdagangan Selasa (3 Maret 2026). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap distribusi energi global.

Saham yang Direkomendasikan untuk Dijual

Berbeda dengan saham-saham di atas, analis justru merekomendasikan untuk menjual saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY).
* Alasan utama adalah pergerakan harga saham CMRY yang belakangan ini menunjukkan pelemahan.
* Pelemahan ini disertai dengan peningkatan volume penjualan yang signifikan.

Analis memperkirakan saham CMRY akan menguji level support pada posisi Rp4.700 hingga Rp4.470 per saham.

Penting untuk dicatat: Berita ini bersifat informatif dan tidak bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan pembelian atau penjualan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Pihak yang menyediakan informasi ini tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.

Pos terkait