Misteri Motor Terparkir dan Hilangnya Seorang Kakek di Pasangkayu Akhirnya Terkuak
Peristiwa yang sempat menggegerkan warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, terkait penemuan sepeda motor Yamaha NMAX yang terparkir misterius di pinggir Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, akhirnya menemui titik terang. Di balik misteri tersebut, tersimpan kisah tentang perjalanan tak terduga seorang kakek bernama Li, pemilik kendaraan roda dua itu, yang sempat dilaporkan hilang. Keluarga Li akhirnya buka suara, mengungkap kronologi lengkap yang membawa kakek tersebut tersesat hingga ke wilayah Pasangkayu.
Yuslin, menantu Li, menceritakan bahwa peristiwa ini bermula dari niat baik Li untuk menjemput sang istri yang tengah bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun, niat baik tersebut berujung pada sebuah perjalanan yang penuh kebingungan. Diduga kuat, Li terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang parah. Kondisi ini, ditambah dengan riwayat kesehatannya, membuatnya kehilangan arah dan tanpa disadari terus melaju hingga keluar dari jalur seharusnya dan masuk ke wilayah Kabupaten Pasangkayu.
“Beliau memang ada niat baik untuk menjemput istrinya yang sedang bekerja di Palu. Namun, kemungkinan besar karena terjebak kemacetan yang cukup panjang dan kondisi beliau yang terkadang mudah bingung, jadi terus saja berjalan hingga akhirnya sampai di Pasangkayu,” ungkap Yuslin saat dikonfirmasi.
Perjalanan Penuh Kebingungan hingga Ditemukan Warga
Setibanya di Kota Pasangkayu, kebingungan Li semakin bertambah. Ia dilaporkan sempat mendapatkan bantuan dari seorang warga yang baik hati. Warga tersebut dengan sukarela mengisi bahan bakar sepeda motor Li yang sudah habis tanpa meminta bayaran. Peristiwa ini menunjukkan sisi kemanusiaan yang masih kuat di tengah masyarakat.
Puncak dari kebingungannya terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA. Li memutuskan untuk memarkirkan sepeda motor Yamaha NMAX miliknya, dengan nomor polisi DN 4151 IM, di samping sebuah rumah warga. Kendaraan tersebut dikunci stang, dan helmnya pun turut ditinggalkan di lokasi parkir. Setelah itu, Li memilih untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.
Kepada keluarganya, Li mengaku sempat berniat mencari Rumah Sakit Kabelota yang lokasinya berada di wilayah Sulawesi Tengah. Namun, karena posisinya sudah berada di daerah yang berbeda dan dalam kondisi disorientasi, ia terus berjalan tanpa tujuan yang jelas. Perjalanannya yang membingungkan ini membawanya cukup jauh, hingga akhirnya tiba di sebuah rumah warga di Kecamatan Pedanda. Jarak antara lokasi penemuan motor dan Kecamatan Pedanda ini diperkirakan mencapai sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Pasangkayu.
Di Kecamatan Pedanda inilah, Li akhirnya bertemu dengan warga setempat yang menolongnya. Kebaikan hati warga tersebut menjadi titik balik dalam pencarian Li.
Riwayat Kesehatan yang Diduga Menjadi Faktor Utama
Yuslin lebih lanjut menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Li diduga kuat menjadi faktor utama mengapa ia bisa tersesat begitu jauh. Li diketahui memiliki riwayat stroke ringan dan mulai mengalami sedikit kepikunan. Kondisi ini, menurut Yuslin, sangat mungkin menyebabkan hilangnya orientasi spasial dan temporal, sehingga Li tidak menyadari bahwa ia telah berjalan sangat jauh dari tujuan awalnya.
“Memang benar, beliau memiliki riwayat stroke ringan dan kondisinya juga sudah mulai sedikit pikun. Kami menduga, kombinasi dari kedua hal itulah yang menjadi penyebab beliau sampai tersesat hingga ke Pasangkayu,” jelas Yuslin.
Pulang ke Pelukan Keluarga dalam Keadaan Sehat
Setelah keberadaan Li diketahui oleh warga di Kecamatan Pedanda, pihak keluarga segera bergerak cepat untuk menjemputnya. Dengan bantuan tim Kepolisian Resor Pasangkayu, khususnya tim Samapta yang telah mengamankan sepeda motor Li, proses penjemputan berjalan lancar. Sepeda motor yang sempat menjadi misteri tersebut juga telah berhasil diserahkan kembali kepada keluarga.
Kini, Li telah kembali berkumpul bersama keluarganya di kediamannya di Kelurahan Tipo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ia dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat, meskipun sempat mengalami kebingungan dan kelelahan selama perjalanannya yang tidak terduga tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan lansia dan pentingnya peran serta masyarakat dalam membantu sesama yang membutuhkan.





