IHSG Menutup 2025 dengan Penguatan Tipis, Proyeksi Skenario dan Rekomendasi Saham Pilihan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan terakhir tahun 2025 dengan catatan penguatan yang moderat. Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG tercatat naik tipis sebesar 0,031%, mengukuhkan posisinya di level 8.646,94.
Menurut Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, penguatan yang terjadi masih didominasi oleh volume pembelian. Posisi penutupan indeks pada hari perdagangan sebelumnya yang berhasil bertahan di atas Moving Average 20 (MA20) menjadi salah satu indikator positif yang diperhatikan.
Proyeksi Pergerakan IHSG di Awal 2026
MNC Sekuritas telah merumuskan beberapa skenario pergerakan IHSG untuk periode mendatang. Dalam skenario terbaik (best case scenario), analisis menunjukkan bahwa IHSG kemungkinan telah menyelesaikan gelombang [iv] dari struktur gelombang 5. Jika skenario ini terkonfirmasi, maka terbuka lebar peluang bagi IHSG untuk melanjutkan tren penguatannya, dengan potensi target kenaikan berada di kisaran 8.730 hingga 8.905.
Namun, penting untuk dicatat bahwa terdapat juga skenario alternatif yang patut diwaspadai. Dalam skenario ini, IHSG masih berpotensi mengalami fase koreksi terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali menunjukkan tren penguatan. Hal ini menekankan pentingnya bagi investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.
Herditya merinci level-level kunci yang perlu diperhatikan investor. Support terdekat IHSG berada di level 8.525 dan 8.493. Sementara itu, level resistance yang menjadi target kenaikan berada di angka 8.656 dan 8.714. Investor disarankan untuk memantau pergerakan indeks terhadap level-level ini sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi.
Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan 2 Januari 2026
Menyambut perdagangan awal tahun 2026, MNC Sekuritas merilis sejumlah rekomendasi saham pilihan yang dinilai memiliki prospek menarik. Rekomendasi ini mencakup berbagai sektor dan ditujukan untuk memberikan panduan bagi investor dalam memilih instrumen investasi.
Berikut adalah rincian rekomendasi saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk perdagangan Jumat, 2 Januari 2026:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
- Rekomendasi: Speculative Buy (Beli Spekulatif)
- Rentang Harga Beli: Rp 1.795 – Rp 1.810
- Target Harga: Rp 1.870 dan Rp 1.910
- Stoploss: Di bawah Rp 1.765
ADRO Chart
by TradingView
Perusahaan yang bergerak di sektor energi ini seringkali menjadi perhatian investor karena volatilitas dan potensinya. Rekomendasi beli spekulatif menunjukkan adanya peluang keuntungan jangka pendek, namun investor perlu cermat dalam memantau pergerakan harga dan disiplin dalam menerapkan stoploss untuk membatasi risiko.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
- Rekomendasi: Buy on Weakness (Beli saat Pelemahan)
- Rentang Harga Beli: Rp 3.760 – Rp 3.880
- Target Harga: Rp 4.230 dan Rp 4.440
- Stoploss: Di bawah Rp 3.720
IMPC, yang bergerak di industri material konstruksi dan produk industri, direkomendasikan untuk dibeli saat harga mengalami pelemahan. Strategi ini memungkinkan investor untuk masuk pada harga yang lebih menarik, dengan ekspektasi pembalikan arah dan kenaikan harga menuju target yang telah ditetapkan.
PT Petrosea Tbk (PTRO)
- Rekomendasi: Buy on Weakness (Beli saat Pelemahan)
- Rentang Harga Beli: Rp 10.650 – Rp 10.875
- Target Harga: Rp 11.575 dan Rp 11.850
- Stoploss: Di bawah Rp 10.150
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan konstruksi, PTRO juga masuk dalam daftar rekomendasi beli saat pelemahan. Investor yang memanfaatkan strategi ini dapat berpotensi mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga saham setelah periode pelemahan sementara.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
- Rekomendasi: Buy on Weakness (Beli saat Pelemahan)
- Rentang Harga Beli: Rp 2.530 – Rp 2.590
- Target Harga: Rp 2.870 dan Rp 3.060
- Stoploss: Di bawah Rp 2.460
UNVR, sebuah nama besar di industri barang konsumsi, direkomendasikan untuk dibeli saat terjadi pelemahan harga. Meskipun merupakan saham yang cenderung stabil, strategi beli saat pelemahan dapat memberikan peluang keuntungan yang lebih optimal bagi investor.
Penting bagi setiap investor untuk melakukan riset independen dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum membuat keputusan investasi. Rekomendasi ini bersifat sebagai panduan dan tidak dapat dianggap sebagai jaminan keuntungan. Kondisi pasar yang dinamis menuntut kewaspadaan dan strategi investasi yang matang.




