Kebangkitan Dramatis PSG: Balikkan Keadaan dari Ketertinggalan Dua Gol Lawan Monaco
Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menampilkan performa luar biasa dalam leg pertama babak playoff fase gugur Liga Champions musim 2025-2026. Menghadapi AS Monaco di Stade Louis II, Monaco, pada Rabu (18/2), PSG harus tertinggal lebih dulu dengan selisih dua gol sebelum akhirnya bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor tipis 3-2. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi raksasa Prancis tersebut untuk mengamankan langkah mereka menuju leg kedua.
Monaco Tampil Menekan Sejak Awal
AS Monaco memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan agresivitas yang patut diacungi jempol. Tim tuan rumah berhasil mencetak gol pembuka hanya dalam hitungan detik setelah peluit kick-off dibunyikan. Folarin Balogun menjadi aktor utama gol cepat tersebut. Penyerang muda Monaco ini sukses menyundul bola ke gawang PSG setelah menerima umpan silang matang dari Aleksandr Golovin. Keunggulan 1-0 ini sontak membangkitkan semangat para pemain Monaco.
Dominasi Monaco berlanjut, dan pada menit ke-18, Folarin Balogun kembali menunjukkan ketajamannya. Ia berhasil menggandakan keunggulan timnya menjadi 2-0 setelah memanfaatkan umpan terobosan yang apik. Tertinggal dua gol di kandang sendiri membuat PSG berada dalam tekanan berat. Situasi semakin memperburuk bagi PSG ketika Vitinha gagal mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-22. Kiper AS Monaco, Philipp Kohn, tampil gemilang dengan berhasil menepis tendangan penalti tersebut, menjaga keunggulan timnya.
Kehadiran Desire Doue Mengubah Momentum
Meski tertinggal, PSG tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Perlahan tapi pasti, tim asuhan Luis Enrique ini mulai menemukan ritme permainan mereka. Titik balik kebangkitan PSG dimulai pada menit ke-29 melalui gol spektakuler dari Desire Doue. Gelandang muda yang masuk sebagai pemain pengganti ini berhasil mencetak gol pertamanya melalui tembakan kaki kiri yang keras, memanfaatkan umpan matang dari Bradley Barcola.
Kehadiran Desire Doue di lapangan terbukti sangat krusial. Ia masuk menggantikan Ousmane Dembele yang mengalami cedera, dan hanya membutuhkan waktu singkat, sekitar 1 menit 59 detik, untuk mencetak gol. Catatan waktu ini bahkan mencatatkan rekor gol tercepat yang dicetak oleh pemain pengganti di Liga Champions musim ini. Gol Doue tidak hanya memperkecil ketertinggalan, tetapi juga memberikan energi baru bagi PSG.
Momentum positif PSG terus berlanjut hingga menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-41, Achraf Hakimi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol ini tercipta melalui tendangan keras dari sisi kanan kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Monaco. Gol penyama kedudukan ini memastikan kedua tim memasuki jeda babak pertama dengan skor imbang, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dari PSG.
Kartu Merah dan Keunggulan Jumlah Pemain
Memasuki babak kedua, pertandingan kembali mengalami perubahan drastis. Pada menit ke-48, gelandang AS Monaco, Aleksandr Golovin, harus keluar lapangan setelah menerima kartu merah. Keputusan wasit ini membuat Monaco harus bermain dengan 10 pemain, memberikan keuntungan besar bagi PSG untuk mengambil alih kendali permainan.
Doue Kembali Bersinar, PSG Unggul
PSG dengan cerdik memanfaatkan keunggulan jumlah pemain yang mereka miliki. Pada menit ke-67, Desire Doue kembali menjadi pahlawan bagi timnya dengan mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Kali ini, gol tersebut tercipta berkat assist brilian dari Warren Zaïre-Emery. Doue berhasil melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau oleh Philipp Kohn, membawa PSG berbalik unggul dengan skor 3-2. Gol ini menjadi momen krusial yang membalikkan keadaan sepenuhnya untuk PSG.
Setelah berhasil unggul, PSG terus berusaha menambah pundi-pundi gol mereka. Sejumlah peluang tercipta melalui aksi Goncalo Ramos, Lee Kang-In, dan Nuno Mendes. Di sisi lain, AS Monaco yang bermain dengan 10 pemain juga tak tinggal diam dan berupaya keras untuk menyamakan kedudukan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua tim.
Apresiasi Pelatih dan Catatan Sejarah
Usai pertandingan, pelatih PSG, Luis Enrique, memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Desire Doue atas penampilan gemilangnya. “Semua orang mengkritiknya dalam beberapa minggu terakhir. Dia merupakan pemain luar biasa, dia berbeda. Saya sangat senang untuknya karena dia pantas mendapatkan performa ini. Dia sangat penting,” ujar Enrique.
Kemenangan 3-2 atas AS Monaco ini juga mencatatkan sejarah penting bagi Paris Saint-Germain. Ini adalah kali kedua dalam sejarah Liga Champions di mana PSG berhasil meraih kemenangan setelah sempat tertinggal dua gol.
Luis Enrique juga menyoroti kekuatan mental timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan. “Dalam momen seperti ini, mudah kehilangan kepercayaan diri, tetapi kami mampu melewatinya. Tim menunjukkan mentalitas yang luar biasa,” pungkasnya, mengapresiasi semangat juang para pemainnya.





