PSIS Semarang Telan Kekalahan Telak di Kandang Sendiri
Semarang – PSIS Semarang gagal mempersembahkan kemenangan bagi ribuan pendukungnya saat menjamu Deltras FC dalam lanjutan pekan ke-16 Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Bertanding di hadapan ribuan pasang mata pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, tim berjuluk Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor telak 0-3.
Pertandingan yang berlangsung di tengah gerimis ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad baru PSIS. Namun, alih-alih menampilkan performa gemilang, tim tuan rumah justru terlihat tertekan sepanjang 90 menit. Sebanyak 7.050 penonton yang memadati stadion harus pulang dengan raut kecewa menyaksikan tim kebanggaan mereka tak berdaya menghadapi agresivitas Deltras FC.
Neville Mbanwei Tengeg Jadi Momok Pertahanan PSIS
Pilar utama di balik kemenangan telak Deltras FC adalah striker asing mereka, Neville Mbanwei Tengeg. Pemain asal Kamerun ini menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan PSIS. Tengeg berhasil mencetak dua gol cepat di awal pertandingan, masing-masing pada menit ke-10 dan menit ke-83. Keunggulan Deltras semakin tak terbendung setelah Kaka Reda berhasil menambah pundi-pundi gol pada menit ke-96, memastikan kemenangan 3-0 untuk tim tamu.
Evaluasi Menyeluruh Pasca Laga
Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengakui bahwa hasil pertandingan ini jauh dari ekspektasi. Target untuk meraih tiga poin penuh di kandang sendiri harus pupus. “Ini adalah ekspektasi negatif. Kami tidak hanya kalah dari segi skor, tetapi kami juga merasa sudah bekerja keras namun kurang disiplin di lapangan,” ungkap Jafri dalam konferensi pers pasca-laga.
Jafri Sastra menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Ia menambahkan bahwa performa tim masih membutuhkan banyak pembenahan, terutama dalam aspek kedisiplinan dan organisasi permainan. “Kami akan memperbaiki diri untuk laga selanjutnya,” ujarnya.
Dengan kekalahan ini, PSIS Semarang masih memiliki dua pertandingan tersisa di putaran kedua Pegadaian Championship musim ini. Jafri melihat kedua laga tersebut sebagai momentum krusial untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki performa tim.
Jalannya Pertandingan Babak demi Babak
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim menampilkan permainan terbuka. Namun, justru tim tamu yang lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang dari Deltras FC pada menit keempat melalui aksi Neville Tengeg, namun kiper PSIS, Mario Londok, berhasil menepis bola.
PSIS mencoba membalas melalui serangan dari sisi sayap kiri yang digalang Rafinha, namun upayanya masih dapat digagalkan oleh kiper Deltras, Panggih Prio. Deltras kembali mengancam pada menit kedelapan, namun percobaan pemain mereka masih melambung di atas mistar gawang.
Gol pembuka keunggulan Deltras FC tercipta pada menit ke-10. Neville Tengeg berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah tendangannya yang berbelok arah akibat membentur bek PSIS mengecoh Mario Londok.
Tertinggal satu gol, PSIS berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Peluang emas datang pada menit ke-19 melalui sepakan Wawan Febrianto dari jarak dekat, namun Panggih Prio kembali menunjukkan refleks gemilang untuk menepis bola. Upaya memanfaatkan bola muntah juga belum berhasil berbuah gol.
Rafinha kembali menjadi ancaman bagi pertahanan Deltras pada menit ke-26, namun usahanya kembali dimentahkan oleh kiper lawan. Wawan Febrianto sempat mencoba peruntungan dua menit berselang, namun tendangannya belum tepat sasaran. Delfin Rumbino juga memiliki kesempatan pada menit ke-30, namun sepakannya masih melebar.
Pada menit ke-34, PSIS mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas. Sayangnya, eksekusi Rafinha masih melambung di atas gawang Deltras. Hingga babak pertama usai, PSIS terus menekan namun lini serang mereka belum mampu menembus pertahanan solid Deltras FC. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, PSIS melakukan rotasi sejumlah pemainnya, memasukkan Rangga Sumarna dan Delfin Rumbino. Tim tuan rumah berulang kali mencoba menekan pertahanan Deltras FC dengan Rafinha sebagai andalan di lini depan. Namun, setiap upaya serangan yang dibangun di area kotak penalti selalu gagal berbuah gol.
Sementara itu, Deltras FC yang lebih fokus pada pertahanan justru beberapa kali berhasil menciptakan peluang berbahaya melalui serangan balik. Puncaknya terjadi pada menit ke-83, ketika Neville Tengeg kembali mencetak gol keduanya. Pemain nomor punggung 10 itu dengan bebas melepaskan tembakan keras ke pojok kanan gawang PSIS setelah menerima umpan dari rekannya.
Menjelang akhir pertandingan, Deltras FC semakin memantapkan kemenangan mereka melalui gol Kaka Reda pada menit ke-96. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan tim tamu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.




