Pembangunan Rusun Subsidi Dipercepat: 140.000 Unit di Meikarta Jadi Prioritas
Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan program sejuta rumah melalui percepatan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi. Salah satu proyek ambisius yang tengah digalakkan adalah pembangunan 140.000 unit rusun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Langkah awal pembangunan ini ditandai dengan acara groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026.
Skala Proyek yang Luar Biasa di Lahan Terbatas
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa proyek di Meikarta ini akan mencakup pembangunan 140.000 unit rusun subsidi di atas lahan seluas 30 hektare. Angka ini terbilang fantastis, mengingat efisiensi lahan yang dicapai. Menurut perhitungan tim Danantara, lahan seluas 30 hektare tersebut mampu menampung jumlah unit hunian yang sangat besar.
“Kalau 30 hektare ini, luar biasa dari gambaran timnya Danantara, kurang lebih bisa 140.000 unit. Dengan 30 hektare,” ujar Maruarar Sirait kepada awak media.
Kehematan lahan ini menjadi sorotan utama. Maruarar Sirait menekankan bahwa pembangunan ratusan ribu unit rumah pada umumnya membutuhkan lahan yang jauh lebih luas, bahkan bisa mencapai 1.200 hektare. Namun, dengan perencanaan yang matang dan teknologi yang tepat, proyek di Meikarta ini berhasil memecahkan rekor efisiensi penggunaan lahan.
Segera setelah mendapatkan kepastian lahan seluas 30 hektare, Maruarar Sirait melaporkan perkembangan ini kepada Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo. Hal ini menunjukkan koordinasi yang erat antarlembaga dan tokoh kunci dalam percepatan program perumahan rakyat.
Kontras dengan Kinerja Sebelumnya dan Dukungan Finansial
Maruarar Sirait juga menyoroti perbedaan signifikan antara pembangunan rusun subsidi di era sebelumnya dengan program yang kini digalakkan. Ia membandingkan bahwa sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan rusun subsidi hanya mencapai angka 140 unit dalam kurun waktu lima tahun.
“Tetapi di bawah kepemimpinan Pak Hasyim sebagai Ketua Satgas, ya, tahun ini 140.000 di Meikarta,” tegasnya, menunjukkan lompatan kuantum dalam target dan realisasi pembangunan.
Ia menambahkan bahwa efektivitas program di masa lalu dipertanyakan, dengan indikasi bahwa aturan yang ada saat itu tidak berjalan optimal. “Ini membuktikan 5 tahun kemarin, aturannya enggak jalan. Kenapa enggak jalan? Ya cuma 140 dalam 5 tahun,” ungkapnya.
Pendanaan untuk pembangunan rusun subsidi di Meikarta ini akan melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Sumber pendanaan meliputi PT Danantara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta kontribusi dari sektor swasta. Skema pembiayaan yang beragam ini diharapkan dapat memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kemanusiaan
CEO PT Danantara Investment Management, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan rusun subsidi ini merupakan wujud nyata kerja sama pemerintah dalam mendukung program sejuta rumah.
“Ini adalah suatu, menurut saya bukannya komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan juga rasa kemanusiaan yang sangat-sangat luar biasa,” ujar Rosan Roeslani.
Ia memandang proyek pembangunan 140.000 unit rusun subsidi di lahan 30 hektare ini sebagai sebuah peristiwa bersejarah. Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap, memastikan kualitas dan efisiensi di setiap tahapan.
“Menurut saya ini adalah suatu sejarah yang sangat luar biasa, yang mungkin baru pertama kali dijalankan dalam satu proyek, satu lokasi, tapi juga kebersamaan dari semua pihak, membangun 140.000 unit,” bebernya.
Proyek Meikarta ini tidak hanya menjadi simbol percepatan pembangunan perumahan, tetapi juga representasi sinergi antara pemerintah, badan usaha milik negara, dan sektor swasta dalam menjawab kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Dengan target yang ambisius dan kolaborasi yang kuat, program sejuta rumah diharapkan dapat terwujud demi kesejahteraan rakyat Indonesia.






