Qoriah Muda Sulteng Raih Juara 3 MTQ Antarbangsa Malaysia

Qori’ah Muda Sulawesi Tengah Raih Prestasi Gemilang di Kancah Internasional

Seorang qori’ah muda berbakat asal Sulawesi Tengah, Sunarti Larisa, telah menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia berhasil meraih predikat Juara 3 dalam ajang Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke-16 yang diselenggarakan oleh Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Masjid As Salimin, Melaka, Malaysia. Ajang bergengsi ini berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, dan diikuti oleh para qori’ serta qori’ah terbaik dari berbagai negara.

Keberhasilan Sunarti Larisa tidak lepas dari penampilan memukaunya. Dengan suara yang merdu, penguasaan tajwid yang kuat, serta penghayatan mendalam terhadap ayat-ayat suci Al-Quran, ia berhasil memukau para juri dan mengantarkannya masuk dalam jajaran tiga besar terbaik dunia pada kategori qori’ah. Prestasinya ini menjadi bukti nyata kualitas tilawah Al-Quran yang dimiliki generasi muda Indonesia.

Perjalanan Menuju Puncak Prestasi

Ajang Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa DMDI merupakan salah satu forum internasional yang sangat penting. Acara ini menjadi wadah bagi para qori’ dan qori’ah dari berbagai belahan dunia untuk berkompetisi sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat Islam. Lebih dari itu, forum ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai luhur Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kompetisi kali ini, persaingan memang sangat ketat. Namun, Sunarti Larisa mampu menunjukkan performa terbaiknya. Keahliannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan indah dan penuh makna menjadikannya pesaing tangguh bagi peserta dari negara lain. Penampilannya bukan hanya sekadar membaca, melainkan sebuah persembahan spiritual yang menyentuh hati.

Penghargaan atas pencapaian luar biasa ini datang dari berbagai pihak, termasuk apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin. Beliau menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Sunarti Larisa atas raihan prestasinya.

“Selamat kepada Qori’ah asal Sulawesi Tengah, Sunarti Larisa, atas raihan Juara 3 MTQ Antarbangsa yang dilaksanakan di Malaysia. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi daerah sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan mendalami Al-Quran,” ujar Junaidin.

Beliau menambahkan, keberhasilan Sunarti Larisa diharapkan dapat menjadi inspirasi yang kuat bagi generasi muda lainnya di Sulawesi Tengah, bahkan di seluruh Indonesia, untuk semakin mencintai dan mendalami kitab suci Al-Quran. Semangat untuk belajar dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Quran harus terus ditumbuhkan.

Dominasi Indonesia dalam Ajang Tilawah Internasional

Prestasi Sunarti Larisa semakin melengkapi torehan gemilang delegasi Indonesia dalam ajang tilawah internasional. Dalam kompetisi yang sama, posisi juara pertama diraih oleh Sintia Febriani yang berasal dari Lamandau, Kalimantan Tengah. Sementara itu, predikat juara kedua berhasil direbut oleh Ma’rifah dari Sulawesi Selatan. Keberhasilan ketiga qori’ah ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat berkualitas dalam bidang tilawah Al-Quran.

Keberhasilan ini bukan hanya sekadar kemenangan individu, tetapi juga menjadi cerminan dari upaya pembinaan generasi Qurani yang terus dilakukan di tanah air. Semangat kompetisi yang sehat dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam melahirkan para qori’ dan qori’ah berprestasi.

Mendorong Semangat Generasi Qurani di Masa Depan

Prestasi yang diraih Sunarti Larisa diharapkan dapat menjadi katalisator yang mendorong semangat pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Tengah dan di seluruh penjuru Indonesia. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang mencintai dan mendalami Al-Quran, diharapkan akan lahir pula generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dukungan yang berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat, lembaga keagamaan, serta pemerintah sangatlah krusial. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembangnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat berkat kecintaan mereka terhadap Al-Quran. Upaya ini akan terus dilakukan demi mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas dan berwawasan luas.

Pos terkait